Iran Balas Serangan US-Israel yang Tewaskan Khamenei, Netanyahu Janji Perang Berkecamuk, Siapakah yang Bertahan di Panggung Global?

Author: Qoo Media

Amerika Serikat mengalami korban jiwa pertama dalam konflik dengan Iran yang muncul akibat serangan gabungan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei. Peristiwa ini terjadi pada hari kedua eskalasi, dengan Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa 48 pemimpin Iran telah tewas dalam serangan tersebut dan proses operasi berjalan dengan cepat.

Tiga anggota militer AS dikonfirmasi tewas dan lima lainnya luka parah dalam operasi yang diberi nama "Operation Epic Fury". Pernyataan resmi dari Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa ini adalah korban jiwa pertama dalam kampanye militer yang secara khusus menargetkan pusat kekuasaan Iran.

Peningkatan Serangan dan Mobilisasi Israel

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menekankan akan intensifikasi serangan terhadap basis-basis Teheran dalam beberapa hari mendatang. Ia juga mengumumkan mobilisasi 100.000 tentara cadangan sebagai bagian dari persiapan jangka panjang. "Instruksi sudah saya berikan untuk melanjutkan kampanye ini," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan video, "kekuatan serangan saat ini sudah mengenai inti Teheran dan akan semakin meningkat."

Sementara itu, militer Israel melaporkan serangan besar-besaran yang menargetkan wilayah pusat ibu kota Teheran selama dua hari berturut-turut. Menteri Pertahanan Israel menganggap pembunuhan Khamenei sebagai titik balik penting dalam pertempuran yang sedang berlangsung.

Balasan Iran dan Kerugian di Wilayah Sekitar

Iran membalas dengan serangkaian serangan yang menewaskan sedikitnya sembilan orang di kota Beit Shemesh, Israel, serta mencederai puluhan warga sipil. Di Uni Emirat Arab, tiga orang tewas dan 58 lainnya luka-luka akibat serangan Iran. Pemerintah Kuwait juga melaporkan satu korban tewas dan 32 luka-luka sejak dimulainya kampanye balasan ini.

Iran mengklaim telah melancarkan serangan terhadap kapal perang AS jenis korvet Jamaran di Teluk Oman, yang menyebabkan kapal tersebut tenggelam. Namun, Pentagon membantah klaim Iran yang menyatakan keberhasilan serangan terhadap kapal induk USS Abraham Lincoln.

Ketegangan di Selat Hormuz dan Rute Pelayaran

Dua kapal menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz, satu di perairan Oman dan satunya di wilayah Uni Emirat Arab, yang mengakibatkan satu tanker minyak mengalami kerusakan parah hingga mulai tenggelam. Media milik pemerintah Iran menyatakan kapal tersebut berusaha melewati Selat Hormuz secara ilegal, wilayah yang diklaim ditutup oleh Garda Revolusi Iran. Akibat insiden ini, perusahaan pelayaran besar seperti MSC dan Maersk menghentikan sementara rute pelayaran di kawasan tersebut.

Pemerintahan Sementara dan Respons Politik Iran

Sebagai tindak lanjut dari kematian Khamenei, Iran membentuk dewan kepemimpinan sementara yang terdiri dari beberapa figur penting, termasuk mullah Ayatollah Alireza Arafi, Presiden Masoud Pezeshkian, dan kepala badan peradilan. Dewan ini bertugas mengelola negara hingga pemimpin tetap baru terpilih.

Presiden Pezeshkian menegaskan bahwa kematian Khamenei merupakan "deklarasi perang terhadap umat Muslim" dan berjanji untuk membalas dengan kekuatan yang belum pernah terlihat sebelumnya. Kepala keamanan Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa serangan balasan mereka akan diarahkan ke Amerika Serikat dan Israel dengan intensitas sangat tinggi.

Reaksi Regional dan Internasional

Negara-negara Teluk Arab dijadwalkan mengadakan pertemuan virtual untuk membahas respons bersama terhadap eskalasi konflik ini, sementara NATO menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan postur kekuatan di Eropa guna menghadapi potensi ancaman yang muncul terkait dengan ketegangan di Timur Tengah.

Demonstrasi keras mewarnai beberapa negara, termasuk Iran, Irak, Pakistan, dan Kashmir yang didominasi oleh warga Syiah. Ratusan pengunjuk rasa di Baghdad berusaha menerobos zona hijau, kawasan yang dilindungi dan menampung Kedutaan Besar AS, dan sembilan orang tewas dalam kerusuhan di Karachi saat massa menyerbu konsulat AS.

Pengumuman Tambahan Korban dan Pertemuan PBB

Media Iran mengonfirmasi kematian pejabat penting seperti kepala intelijen polisi Gholamreza Rezaian, panglima angkatan bersenjata Abdolrahim Mousavi, beserta sejumlah jenderal senior lainnya. Termasuk di antaranya Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh serta komandan Garda Revolusi, Jenderal Mohammad Pakpour, dan penasihat keamanan Ali Shamkhani.

Sebagai respons atas konflik yang meningkat, Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengumumkan akan mengadakan pertemuan luar biasa yang diminta oleh Rusia guna membahas situasi Iran terkait program nuklirnya.

Perkembangan yang sangat dinamis ini menunjukkan ketegangan antara AS, Israel, dan Iran mencapai titik kritis, dengan dampak signifikan bagi stabilitas regional dan keamanan internasional. Semua pihak serta komunitas dunia terus memantau secara ketat langkah-langkah selanjutnya di tengah permusuhan yang meluas dan pernyataan balasan keras dari pihak yang bertikai.

Terbaru