Gelombang ledakan terdengar di ibu kota Afghanistan, Kabul, ketika pemerintah Taliban menyatakan tengah merespons serangan udara yang dilakukan Pakistan. Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan menyebutkan serangan udara pertahanan telah dilakukan terhadap pesawat Pakistan yang muncul di langit Kabul.
Ketegangan meningkat setelah beberapa bulan terjadi bentrokan lintas batas yang memicu eskalasi baru sejak Kamis lalu. Afghanistan mengawali ofensif di wilayah perbatasan, yang kemudian dibalas oleh pasukan Pakistan baik dari darat maupun udara.
Serangan Udara dan Dampaknya di Kabul
Menurut laporan saksi, serangan udara Pakistan menyasar beberapa lokasi vital termasuk bekas pangkalan udara Amerika di Bagram, yang terletak di utara Kabul. Seorang penduduk setempat menggambarkan ledakan tersebut sangat kuat hingga membuat asap dan api terlihat jelas. Meski begitu, pejabat provinsi menyatakan tidak ada korban atau kerusakan akibat serangan tersebut.
Pemerintah Pakistan mengakui telah melancarkan serangan udara ke kota-kota utama seperti Kabul dan Kandahar. Namun, hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi mengenai serangan pada hari Minggu. Sementara itu, keamanan di pusat Kabul diperketat dengan pemeriksaan kendaraan yang ditingkatkan.
Balasan Serangan oleh Afghanistan
Pada Minggu malam, pejabat Afghanistan mengklaim melakukan serangan balasan terhadap beberapa basis di Pakistan, termasuk di kota besar Rawalpindi. Tindakan ini disebut menyebabkan kerusakan signifikan. Kementerian Pertahanan Afghanistan memperingatkan bahwa setiap pelanggaran wilayah udara atau agresi lanjutan dari pihak Pakistan akan direspons dengan cepat dan proporsional.
Bentrok Perbatasan dan Korban Jiwa
Sebelum fajar, ledakan dan tembakan berturut-turut terdengar di Kabul. Juru bicara Taliban menyampaikan bahwa tembakan anti-pesawat diarahkan kepada pesawat militer Pakistan yang melintas. Selama kontak senjata, drone juga dilaporkan ditemukan terbang di provinsi perbatasan Khost dan jet terlihat di kota Jalalabad.
Sejak Kamis, serangan Pakistan menewaskan 36 warga sipil di beberapa provinsi, menurut pernyataan juru bicara pemerintah Afghanistan. Namun, Pakistan belum mengomentari jumlah korban tersebut. Salah satu korban adalah seorang pria muda berusia 18 tahun di Kunar yang meninggal saat berusaha meninggalkan daerah konflik.
Dampak Sosial dan Upaya Perdamaian
Warga yang tinggal dekat perbatasan terpukul oleh konflik. Banyak yang mengungsi dan meminta komunitas internasional untuk menekan Pakistan agar menghentikan perang. Upaya diplomatik yang melibatkan negara-negara seperti Arab Saudi dan Qatar belum membuahkan hasil konkret untuk menghentikan bentrokan.
Pemerintah Pakistan menuduh Afghanistan gagal mengatasi kelompok militan yang menyerang wilayahnya. Taliban membantah klaim ini dan menunjukkan bahwa serangan kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) semakin meningkat sejak Taliban berkuasa kembali di Kabul.
Data Jumlah Korban dan Kerugian Militer
Informasi dari pejabat kedua negara menunjukkan:
- Pakistan mengaku telah menyerang 46 lokasi dengan serangan udara.
- Pakistan mengklaim telah menewaskan 415 tentara Afghanistan.
- Pakistan melaporkan kehilangan 12 prajuritnya.
- Pemerintah Afghanistan menyatakan telah menewaskan lebih dari 80 tentara Pakistan dan merebut 27 pos militer.
- Korban tentara Afghanistan dilaporkan sebanyak 13 orang.
Namun, angka-angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Latar Belakang Konflik
Konflik bersenjata antara Afghanistan dan Pakistan bukan hal baru, dengan eskalasi terburuk terjadi pada Oktober sebelumnya yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua sisi. Sejak saat itu, perbatasan darat umumnya ditutup. Negosiasi damai telah dilakukan tahun lalu dengan mediasi Qatar dan Turki, tetapi belum menghasilkan gencatan senjata permanen.
Situasi di Kabul dan wilayah perbatasan mencerminkan meningkatnya ketegangan yang berpotensi memperburuk stabilitas regional. Pemerintah Afghanistan menegaskan kesiapan untuk menghadapi agresi dan menyerukan penghentian konflik yang telah menyebabkan banyak penderitaan penduduk sipil.









