Ledakan Dekat Rumah Sakit Tehran Paksa Evakuasi, WHO Selidiki Dampak Serangan Udara Konflik AS-Israel

Ledakan yang terjadi di dekat sebuah rumah sakit di Tehran memaksa evakuasi segera terhadap pasien dan staf. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa Gandhi Hospital di ibu kota Iran tersebut mengalami kerusakan akibat ledakan yang diduga terkait dengan konflik udara antara Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari.

Juru bicara WHO menyatakan bahwa pasien dipindahkan karena dampak serangan yang menyebabkan kerusakan di sekitar rumah sakit. Upaya verifikasi masih dilakukan terhadap laporan kerusakan pada beberapa fasilitas medis lain di negara tersebut, seperti Motahari Hospital di Tehran serta pusat medis darurat di Sarab dan Hamadan.

Verifikasi Serangan pada Fasilitas Kesehatan

WHO memiliki kantor di Iran yang berkolaborasi dengan pemerintah dalam penanganan darurat kesehatan dan pengendalian penyakit. Organisasi ini menegaskan pendekatannya untuk mengonfirmasi serangan terhadap sistem kesehatan global tanpa memberikan atribusi siapa pelaku atau motive insiden tersebut.

Menurut saksi mata yang dihubungi Reuters, Gandhi Hospital di Tehran tampak terkena serangan udara yang diduga berasal dari pasukan Israel. Namun, klaim mengenai kerusakan di rumah sakit lain masih dalam tahap pemeriksaan.

Respons Diplomatik atas Insiden

Ali Bahreini, Duta Besar Iran untuk PBB di Jenewa, menyebutkan dalam pidatonya di Dewan Hak Asasi Manusia bahwa rumah sakit di Iran menjadi sasaran serangan tidak pandang bulu. Pernyataan ini mengindikasikan adanya kekhawatiran terhadap keselamatan fasilitas kesehatan dan perlunya perlindungan terhadap warga sipil.

Dampak Konflik terhadap Sistem Kesehatan

Kerusakan pada fasilitas kesehatan yang vital bisa memperburuk situasi kemanusiaan. Evakuasi Gandhi Hospital menunjukkan bagaimana konflik bersenjata menempatkan nyawa pasien di risiko, serta mengganggu pelayanan medis yang penting bagi masyarakat.

Poin Penting Mengenai Kejadian:

  1. Gandhi Hospital di Tehran dievakuasi akibat ledakan di sekitar fasilitas tersebut.
  2. WHO tengah memverifikasi kerusakan pada Motahari Hospital dan dua pusat medis lain di wilayah berbeda.
  3. Serangan dilaporkan mulai terjadi sejak akhir Februari, terkait operasi udara Amerika Serikat dan Israel.
  4. Iran menuduh rumah sakit menjadi target serangan tidak diskriminatif.
  5. WHO bekerja sama dengan pemerintah Iran tanpa memberikan pernyataan yang mengarah pada pihak tertentu.

Situasi yang terus berkembang mengharuskan pemantauan ketat terhadap kelompok medis di Iran untuk memastikan kelangsungan pelayanan kesehatan. WHO dan PBB pun menekankan pentingnya perlindungan terhadap fasilitas kesehatan dalam kondisi konflik guna menghindari korban tambahan dan kerugian kemanusiaan yang lebih luas.

Terkait