Beijing Buang Tiga Jenderal Dalam Body Politikal, Apa Dampak Purge Militer Terbesar dalam Sejarah PLA?

Beijing baru-baru ini mengambil langkah tegas dengan memilih untuk memecat tiga jenderal dari badan konsultatif politik teratas negara tersebut. Keputusan ini diambil dalam rapat Komite Tetap dari Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC), seiring dengan pengusiran sejumlah pejabat militer dari lembaga legislatif China.

Penghapusan tiga jenderal pensiunan tersebut, yaitu Han Weiguo, Liu Lei, dan Gao Jin, diumumkan oleh media pemerintah Xinhua pada awal minggu ini. Meskipun secara teori mereka dapat mengajukan banding, namun keputusan ini biasanya bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.

Konstelasi Politik dan Militer di Balik Pengusiran

Langkah Beijing ini merupakan kelanjutan dari pembersihan besar-besaran terhadap pejabat militer dalam persiapan menjelang penyelenggaraan rapat dua sesi tahunan, yaitu pertemuan National People’s Congress (NPC) dan CPPCC. Pada rapat tersebut, puluhan delegasi dari seluruh China akan berkumpul dalam diskusi politik selama seminggu penuh.

Sebelumnya, NPC telah mengeluarkan 19 delegasi, termasuk 9 pejabat militer, dalam sebuah pemungutan suara pekan lalu. Pejabat sipil penting seperti Menteri Manajemen Darurat Wang Xiangxi dan Kepala Pengadilan Militer Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Liu Shaoyun juga ikut tersingkir.

Kampanye Anti-Korupsi Militer oleh Presiden Xi Jinping

Presiden Xi Jinping telah melancarkan kampanye besar-besaran untuk memberantas korupsi di seluruh struktur Partai Komunis dan negara selama lebih dari satu dekade. Fokus utamanya dalam beberapa tahun terakhir tertuju pada militer, yang dianggap sarang praktik korupsi yang merusak efektivitas dan moral tubuh militer.

Xi secara terbuka memuji perjuangan militer melawan korupsi pada bulan lalu, suatu pengakuan yang jarang terjadi. Penyelidikan terhadap tokoh-tokoh terkemuka militer, seperti Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Zhang Youxia dan Kepala Staf Departemen Gabungan KMC Liu Zhenli, menandakan intensifikasi pembersihan ini.

Dampak dan Implikasi Terhadap Kekuatan Militer China

Penangkapan Zhang Youxia disebut oleh para pakar dari Center for Strategic and International Studies sebagai puncak dari rangkaian penindakan terbesar dalam sejarah PLA. Saat ini, hanya ada satu jenderal yang tersisa di Komisi Militer Pusat, yang biasanya diisi oleh enam perwira jenderal.

Kekosongan jabatan tingkat tinggi ini menimbulkan keraguan terkait kemampuan China untuk melancarkan operasi militer besar, terutama terhadap Taiwan. Meskipun pemerintah China mengklaim Taiwan sebagai bagian wilayahnya, Beijing belum mengesampingkan opsi penggunaan kekuatan untuk menguasai pulau tersebut yang dihuni 23 juta penduduk.

Strategi dan Anggaran Militer China di Asia-Pasifik

Meski mengalami pembersihan internal, anggaran pertahanan China tetap sangat besar dan mendominasi kawasan Asia-Pasifik. Laporan tahunan dari International Institute for Strategic Studies menyebutkan bahwa anggaran militer China menyumbang sekitar 44 persen dari total pengeluaran militer di wilayah tersebut.

Langkah keras dalam penataan militer ini nampaknya bertujuan untuk memperkuat stabilitas dan kredibilitas militer China jangka panjang. Namun, saat ini transisi dan restrukturisasi internal tengah berlangsung dengan cukup signifikan yang dapat memengaruhi postur strategis negara dalam waktu dekat.

Terkait