Canada Berjuang Evakuasi 2.000 Warganya Di Tengah Krisis Timur Tengah, Apa Tantangan Terbesarnya?

Pemerintah Kanada sedang intensif mengupayakan pemulangan lebih dari 2.000 warga negaranya yang terjebak di Timur Tengah. Langkah ini dilakukan melalui penyediaan tempat duduk pada penerbangan komersial, kontrak penerbangan sewaan, dan opsi transportasi darat ke negara tetangga.

Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand, menyatakan bahwa sekitar setengah dari permintaan bantuan datang dari warga Kanada yang berada di Uni Emirat Arab. Selain itu, terdapat permintaan signifikan dari Qatar, Lebanon, Israel, dan Iran, yang masing-masing mencapai ratusan orang.

Langkah Pemulangan dan Transportasi

Pemerintah telah mengamankan 75 kursi pada penerbangan dari Beirut dan berencana menambah slot penerbangan menuju Lebanon. Untuk warga Kanada di Qatar, sebanyak 200 orang yang memiliki tiket pesawat sedang diangkut menggunakan bus menuju Arab Saudi. Selain itu, opsi transportasi darat sedang dijajaki guna membantu warga yang ingin meninggalkan Qatar.

Kanada juga memberikan informasi kepada warganya di Israel terkait layanan bus menuju Mesir yang dioperasikan oleh pemerintah Israel. Hal ini memudahkan akses ke bandara-bandara Mesir untuk perjalanan pulang.

Kondisi Transportasi Udara di Wilayah Timur Tengah

Saat ini, lalu lintas udara komersial di sebagian besar wilayah Timur Tengah sangat terbatas. Bandara utama di Teluk, termasuk Dubai, yang merupakan bandara tersibuk di dunia untuk penumpang internasional, masih ditutup untuk kelima kalinya berturut-turut. Situasi ini menjadi gangguan perjalanan terbesar sejak pandemi COVID-19.

Berbagai negara seperti Inggris dan Prancis telah mengatur penerbangan pemulangan sewaan yang dijadwalkan berangkat dalam beberapa hari mendatang. Uni Emirat Arab juga telah membuka koridor udara aman untuk memungkinkan warganya kembali ke rumah.

Tantangan yang Dihadapi Kanada

Kanada tidak dapat menyediakan transportasi darat keluar dari Iran karena tidak memiliki kehadiran diplomatik di negara tersebut. Namun, petugas Kanada telah ditempatkan di perbatasan untuk menemui warga yang melintasi dan membantu pengurusan visa serta perjalanan lanjutan.

Selain itu, pemerintah Kanada telah mengeluarkan peringatan perjalanan untuk menghindari kunjungan ke beberapa negara di wilayah tersebut. Negara-negara seperti Bahrain, Iran, Irak, Israel, Palestina, Kuwait, Lebanon, Qatar, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman termasuk dalam daftar larangan kunjungan. Warga juga diminta untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke Yordania, Oman, dan Arab Saudi.

Informasi bagi Warga Kanada di Timur Tengah

Menteri Luar Negeri Anita Anand menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan dukungan penuh bagi warga Kanada di kawasan Timur Tengah dan Teluk. Pemerintah terus bekerja keras mengatur sejumlah opsi yang memungkinkan mereka meninggalkan wilayah konflik dengan aman.

Data terbaru menunjukkan pentingnya langkah koordinasi antarnegara dan penggunaan berbagai moda transportasi untuk mendukung evakuasi. Upaya ini diharapkan dapat memperlancar pemulangan warga Kanada yang terdampak situasi keamanan di Timur Tengah.

Terkait