HMS Dragon Siap Berlayar Ke Siprus Minggu Depan, Inggris Tingkatkan Pertahanan Hadapi Ketegangan Timur Tengah

Pemerintah Inggris mengumumkan penundaan keberangkatan kapal perang HMS Dragon yang akan dikirim ke Siprus sebagai bagian dari dukungan operasi pertahanan di Timur Tengah. Kapal destroyer Type 45 ini baru akan berlayar dari Inggris pada pekan depan setelah melewati tahap pengisian ulang amunisi dan penyesuaian sistem senjata.

Perdana Menteri Keir Starmer sebelumnya menyampaikan bahwa kapal ini akan memperkuat pertahanan di wilayah sengketa yang melibatkan konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Selain kapal perang, Starmer juga mengirim dua helikopter Wildcat dengan kemampuan counter-drone sebagai respons atas serangan drone Iran ke sekutu Inggris di kawasan tersebut.

Kesiapan Kapal Perang HMS Dragon
Menurut keterangan Minggu dari pejabat pertahanan, HMS Dragon masih dalam proses penyelesaian teknik seperti penyolderan dan instalasi sistem persenjataan terbaru. Menteri Pertahanan Al Carns menjelaskan bahwa kapal tersebut dipersiapkan secepat mungkin agar bisa segera berlayar menuju Laut Mediterania timur.

Perjalanan kapal ini diperkirakan memakan waktu beberapa hari sebelum tiba di lokasi operasi, meningkatkan postur militer Inggris di tengah eskalasi ketegangan regional. Penambahan kapal perang ini menjadi respons penting setelah adanya serangan drone yang menargetkan Pangkalan Udara Akrotiri di Siprus.

Kontroversi dan Respons Pemerintah Inggris
Sejumlah anggota parlemen oposisi mengkritik lambatnya pengiriman sumber daya militer Inggris ke Timur Tengah sejak perang dimulai pada Sabtu lalu. Kritik ini mencuat karena hingga saat itu belum ada kapal perang Inggris yang ditempatkan di wilayah konflik.

Selain itu, Starmer menolak permintaan awal Amerika Serikat untuk menggunakan basis udara Inggris dalam meluncurkan serangan pertama ke Iran. Namun, pemerintah akhirnya menyetujui penggunaan dua pangkalan militer Inggris, yakni satu di barat daya Inggris dan satu lagi di Kepulauan Chagos, untuk tujuan defensif terbatas sesuai permintaan AS.

Serangan Drone dan Sumbernya
Pejabat Inggris juga menyatakan bahwa serangan drone yang mengenai landasan pacu di Akrotiri menyebabkan kerusakan minimal dan tidak menimbulkan korban jiwa. Investigasi awal menunjukkan drone tersebut bukan diluncurkan langsung dari Iran.

Sumber pemerintah Siprus mengungkapkan serangan drone kemungkinan besar berasal dari Lebanon dan dilakukan oleh kelompok Hezbollah yang selama ini menjadi sekutu strategis Iran di kawasan. Hal ini menambah kompleksitas konflik yang sedang berlangsung antara beberapa kekuatan regional dan global.

Langkah-Langkah Militer Inggris di Timur Tengah

  1. Pengiriman kapal perang HMS Dragon yang dilengkapi sistem persenjataan modern.
  2. Penempatan dua helikopter Wildcat untuk menghadapi ancaman drone.
  3. Persetujuan terbatas penggunaan dua pangkalan militer Inggris untuk operasi defensif pihak sekutu.
  4. Pemantauan dan penilaian ancaman sumber serangan drone di wilayah sekitar Siprus.

Pengiriman HMS Dragon ke Mediterania menunjukkan peningkatan keseriusan Inggris dalam merespons dinamika keamanan di Timur Tengah. Keberadaan kapal ini juga menjadi bagian dari upaya global untuk menjaga stabilitas dan mengurangi eskalasi perang yang dapat berdampak luas.

Exit mobile version