Hari Keenam Perang Timur Tengah Wajah Baru Konflik Meluas Iran Serang Hybrid, Israel Evakuasi Massal Lebanon, NATO Siaga Rudal!

Konflik terbaru di Timur Tengah memasuki hari keenam dan terus meluas dengan serangan "hibrida" oleh Iran terhadap Israel. Israel merespons dengan perintah evakuasi besar-besaran di Lebanon, sementara negara-negara NATO meningkatkan sistem pertahanan misil mereka untuk menghadapi potensi ancaman.

Iran meluncurkan serangan roket yang menggunakan hulu ledak cluster, terlihat dalam beberapa rekaman video di langit malam. Militer Israel mengonfirmasi serangan misil Iran berulang kali sejak perang dimulai. Di sisi lain, Israel mengeluarkan peringatan evakuasi mendesak untuk seluruh lingkungan di pinggiran selatan Beirut, yang selama ini baru dibatasi pada beberapa gedung saja.

Peningkatan kesiapan militer juga dilakukan oleh aliansi NATO setelah misil yang diduga berasal dari Iran berhasil ditembak jatuh saat mendekati wilayah udara Turki. Ini merupakan kali pertama NATO mencegat misil Iran sejak konflik pecah. Namun, pejabat Iran membantah telah meluncurkan misil ke arah Turki.

Di parlemen Amerika Serikat, upaya untuk membatasi kewenangan Presiden Donald Trump dalam melancarkan perang terhadap Iran tanpa persetujuan kongres gagal. Vote di Dewan Perwakilan Rakyat berakhir dengan 212 suara menolak dan 219 mendukung, sementara di Senat hasilnya juga serupa.

Jumlah penerbangan di wilayah Timur Tengah mengalami penurunan drastis, dengan lebih dari 11.000 penerbangan dibatalkan sejak akhir Februari. Kondisi ini membuat ratusan ribu penumpang terdampar di berbagai negara di kawasan.

Biaya kampanye militer Amerika Serikat terhadap Iran selama 100 jam pertama diperkirakan mencapai 3,7 miliar dolar AS. Mayoritas biaya tersebut adalah pengeluaran baru di luar anggaran Pentagon yang sudah ada. Meski demikian, penggunaan drone hasil rekayasa balik dari teknologi Iran menjadi sangat penting dalam upaya Amerika Serikat membendung serangan misil.

Situasi di Iran dan Lebanon

Sejumlah korban sipil terus bertambah. Sebuah lembaga hak asasi manusia berbasis di AS melaporkan lebih dari 1.100 jiwa warga sipil Iran tewas. Sementara laporan resmi dari media yang terafiliasi dengan pemerintah Iran mencatat setidaknya 1.230 korban meninggal. Di Lebanon, kementerian kesehatan melaporkan sedikitnya 77 warga sipil menjadi korban serangan udara Israel, termasuk tiga paramedis.

Serangan Israel di Beirut menargetkan pusat komando milik kelompok Hezbollah. Kota Tripoli di utara Lebanon juga terkena serangan untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai. Perintah evakuasi diperluas menjadi seluruh kawasan selatan Beirut, menandakan kemungkinan operasi militer skala besar yang akan segera berlangsung.

Warga Lebanon bagian selatan yang dievakuasi menghadapi kondisi berbahaya karena banyak yang harus tidur di jalanan. Sebagian penduduk Tehran memilih meninggalkan kota dan berlindung di wilayah pedesaan untuk menghindari serangan yang terus berlangsung.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel. Saat ini, para ulama dan pejabat tinggi Iran tengah berusaha menentukan suksesor. Israel memperingatkan siap menargetkan penggantinya. Presiden AS Donald Trump menyatakan harus terlibat dalam proses pemilihan dan menolak kemungkinan putra Khamenei menjadi pengganti.

Gedung Putih tidak menutup kemungkinan bahwa serangan militer AS menghantam sebuah sekolah dasar putri di Iran pada serangan awal bersama Israel. Peristiwa ini menewaskan sedikitnya 168 anak, menurut media pemerintah Iran, sedang Amerika Serikat masih menyelidiki kejadian tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran menyatakan negara tersebut siap menghadapi invasi darat dari militer AS. Dia yakin pasukan Iran memiliki kemampuan untuk melawan dan memperingatkan konsekuensi bencana bagi pihak yang menyerang. Kondisi di Tehran relatif stabil dengan kehadiran personel bersenjata di jalan dan ketersediaan bahan bakar yang memadai.

Perkembangan di Kawasan Lainnya

Iran terus menembakkan misil ke negara-negara Teluk yang bersenjata dengan peralatan AS. Sebuah kilang minyak di Bahrain diserang misil, dan pusat data milik Amazon di Bahrain serta Uni Emirat Arab menjadi sasaran serangan drone Iran. Korban jiwa akibat serangan ini dan serangan balasan di Irak mencapai puluhan orang di wilayah Teluk dan Israel.

Kementerian Intelijen Iran melaporkan operasi terhadap kelompok separatis yang didukung AS di perbatasan barat negara tersebut, merujuk pada serangan terhadap kelompok Kurdi di Irak. CIA disebut-sebut mempersenjatai kelompok Kurdi untuk menggalang pemberontakan di Iran, yang memicu protes keras dari istri presiden Irak kepada semua pihak agar tidak mengganggu stabilitas kelompok Kurdi.

Pentagon mengidentifikasi dua anggota militer AS yang tewas akibat serangan drone di Kuwait. Jumlah total korban AS dalam insiden ini adalah enam prajurit. Sementara itu, Eropa mulai terlibat dengan beberapa negara seperti Inggris, Prancis, dan Spanyol memberikan dukungan militer untuk melindungi kepentingan mereka. Pangkalan Angkatan Udara Inggris di Pulau Siprus menjadi sasaran serangan drone.

Pasar finansial Asia menunjukkan pemulihan setelah mengalami penurunan tajam. Namun, bursa saham AS dan Eropa masih mengalami tekanan seiring kenaikan harga minyak yang mencatat lonjakan terbesar sejak Mei 2020. Konflik juga merembet hingga Azerbaijan, di mana serangan drone menyebabkan dua orang terluka dan merusak terminal bandara dekat perbatasan dengan Iran. Iran membantah terlibat dalam serangan tersebut.

Selama hari keenam konflik Timur Tengah ini, eskalasi militer dan dampak kemanusiaan terus mengalami peningkatan yang signifikan, memberi sinyal bahwa perang ini jauh dari kata mereda. Para pemimpin dan negara-negara di kawasan serta internasional terus mengawasi perkembangan dengan cermat.

Berita Terkait

Back to top button