Selama tujuh hari terakhir, konflik baru antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran terus meningkat dengan intensitas yang signifikan. Serangan-serangan udara AS dan Israel menyasar wilayah Iran dan Lebanon, menyebabkan korban jiwa lebih dari 1.320 jiwa, menurut media resmi Lebanon dan Iran.
Peningkatan Serangan dan Dampaknya
Operasi militer gabungan AS dan Israel semakin masif dengan ledakan terdengar di Tehran dan Beirut sejak Kamis malam hingga Jumat pagi. Warga Tehran menilai ini sebagai malam terburuk sejak perang dimulai. Sementara itu, Israel meningkatkan serangan di Lebanon, khususnya di daerah selatan Beirut yang menjadi markas kelompok milisi Hezbollah yang didukung Iran.
Peran Rusia dalam Konflik
Rusia dilaporkan memberikan intelijen tentang pergerakan dan posisi pasukan AS di wilayah konflik kepada Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyepakati kelanjutan komunikasi erat melalui sambungan telepon, menandakan keterlibatan Rusia semakin dalam dalam konflik ini.
Komentar Kebijakan AS
Presiden Donald Trump menegaskan tidak ada solusi kecuali penyerahan tanpa syarat dari Iran. Ia menolak kekhawatiran terkait perubahan rezim Iran selama pemimpin baru bersikap ramah terhadap AS dan Israel. Trump juga mengklaim AS telah menenggelamkan 25 kapal perang Iran, serta meremehkan dampak kenaikan harga bahan bakar akibat perang ini.
Europe Terlibat dalam Konflik
Negara Eropa seperti Inggris, Perancis, dan Spanyol mulai mendukung militer sekutu mereka dengan pengiriman alat-alat perang dan peralatan kontra-drone ke wilayah seperti Siprus. Namun beberapa politisi Eropa mengkritik eskalasi tersebut karena dianggap melanggar hukum internasional. Iran memperingatkan agar negara-negara Eropa yang bergabung menghadapi risiko menjadi target sah.
Masalah Energi dan Ekonomi Dunia
Perusahaan pengiriman Maersk menghentikan operasi di Timur Tengah karena meningkatnya ketegangan. Ekspor minyak terhambat akibat penutupan Teluk Hormuz oleh Iran sehingga mengakibatkan harga minyak mentah di pasar dunia melonjak 31% untuk WTI dan 24% untuk Brent, mencapai angka tertinggi hingga $91 per barel sejak Oktober tahun lalu.
Kondisi di Iran dan Lebanon
Israel memasuki “fase berikutnya” perang setelah melakukan lebih dari 2.500 serangan menggunakan ribuan amunisi, memfokuskan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur penting di Tehran dan Lebanon. Serangan di Beirut menargetkan kawasan yang dikuasai Hezbollah, memaksa lebih dari 109.000 warga mengungsi dan menyebabkan bangunan-bangunan hancur lebur. Serangan ini mengakibatkan lebih dari 200 orang tewas di Lebanon.
Insiden Sekolah Dasar di Minab
Sebuah serangan yang menghantam sekolah dasar putri di kota Minab, Iran, menewaskan setidaknya 168 anak dan 14 guru. Pemerintah AS belum memastikan apakah serangan itu dilakukan oleh militer AS, menurut laporan media resmi Iran.
Respons Regional dan Serangan Balasan
Iran dan Hezbollah meluncurkan serangan gabungan dengan drone dan rudal ke kota Tel Aviv pada Kamis malam. Saudi dan Bahrain juga mengalami serangan drone serta rudal balistik yang berhasil dicegat oleh pertahanan udara mereka. Iran diduga mengincar sistem radar buatan AS untuk melemahkan pertahanan udara di Semenanjung Arab.
Peningkatan Ketegangan di Kawasan Lain
Selain wilayah utama, serangan misil dan drone juga terjadi di Iraq, di mana hotel-hotel di Kurdistan menjadi sasaran kelompok militan pro-Iran. NATO meningkatkan kesiapan militernya setelah insiden rudal yang diduga Iran mengarah ke wilayah udara Turki.
Dampak Sosial dan Kultural
Konflik berdampak pada berbagai sisi kehidupan, termasuk olahraga. Tim nasional sepak bola wanita Iran dipaksa melakukan penghormatan bendera dan lagu kebangsaan beberapa hari setelah mereka menolak melakukan hal tersebut. Iran juga batal mengikuti Paralimpik Musim Dingin karena masalah keamanan atletnya.
Aktivitas Militer di Washington
Perang ini menelan biaya harian sekitar $891,4 juta, dengan upaya meningkatkan produksi senjata oleh kontraktor pertahanan AS. Presiden Trump mengambil peran menentukan dalam kebijakan perubahan rezim dan penyebutan penyerahan tanpa syarat Iran. Namun, kebijakan pembatasan akses wartawan ke medan perang mendapat kritik dari pejabat kehakiman AS yang menilai pentingnya transparansi pada publik selama konflik berlangsung.
Berbagai peristiwa yang terus berkembang memperlihatkan bahwa konflik ini semakin meluas dan melibatkan berbagai pihak di dalam dan luar kawasan Timur Tengah. Ketegangan tidak hanya berdampak pada militer, tetapi juga pada ekonomi global dan kesejahteraan sipil di negara-negara yang terdampak langsung. Situasi terus dimonitor secara ketat oleh komunitas internasional.
