Sri Lanka Bebaskan 22 Awak Kapal Iran Selamat Dari Serangan Kapal Selam AS, Konflik Global Meningkat di Perairan Internasional

Rumah sakit di Sri Lanka baru saja memulangkan 22 anggota kru kapal Iran yang berhasil diselamatkan setelah kapal perang mereka, IRIS Dena, ditenggelamkan oleh kapal selam Amerika Serikat. Para kru tersebut menjalani perawatan intensif di RS Karapitiya di kota pelabuhan selatan Galle usai kejadian yang terjadi di perairan lepas wilayah teritorial Sri Lanka.

Serangan torpedo terhadap IRIS Dena ini menjadi aksi militer pertama yang berlangsung jauh dari Timur Tengah sejak konflik antara AS dan Israel melawan Iran dimulai pekan lalu. Hingga kini, sekitar 60 orang dari kapal tersebut masih dinyatakan hilang, sementara 10 lainnya masih mendapatkan perawatan medis.

Penanganan Korban dan Tindakan Sri Lanka

Para korban yang sudah pulih dipindahkan ke sebuah resor pantai dalam wilayah distrik yang sama. Sementara itu, pihak Angkatan Laut Sri Lanka telah menutup operasi pencarian korban tambahan. Selain itu, rumah sakit Karapitiya juga menampung 84 jenazah warga Iran yang berhasil ditemukan di Samudra Hindia.

Pemerintah Sri Lanka menegaskan bahwa mereka tidak menerima tekanan dari Amerika Serikat terkait penanganan awak kapal Iran. Mereka menegaskan akan mematuhi hukum internasional serta regulasi domestik dalam proses pemulangan para korban.

Kru korban diselamatkan dan diperlakukan sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional. Sri Lanka juga telah menghubungi Komite Palang Merah Internasional untuk memberikan bantuan guna memastikan kelancaran proses ini.

Status Kapal dan Kru IRIS Bushehr

Selain IRIS Dena, Sri Lanka juga memberikan perlindungan terhadap 219 awak dari kapal Iran lain, IRIS Bushehr, yang diizinkan masuk wilayah perairan Sri Lanka setelah kejadian tenggelamnya kapal Dena. Awak kapal Bushehr saat ini dipindahkan ke markas Angkatan Laut Sri Lanka di Welisara, dekat ibu kota Colombo, sementara kapal mereka diambil alih oleh angkatan laut setempat.

Rencana pemindahan kapal Bushehr ke pelabuhan Trincomalee di bagian timur laut Sri Lanka belum terlaksana akibat gangguan teknis dan administratif, termasuk kerusakan mesin kapal yang menyebabkan keterlambatan.

Dukungan Internasional dan Konteks Regional

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa penanganan awak kapal Bushehr dan kru Iran yang diselamatkan merupakan prerogatif Sri Lanka, dan AS menghormati kedaulatan Sri Lanka dalam proses ini.

Sementara itu, India telah mengizinkan kapal perang Iran ketiga, IRIS Lavan, untuk bersandar di pelabuhan Kochi atas dasar kemanusiaan setelah melaporkan masalah mesin. Menteri Luar Negeri India menjelaskan bahwa keputusan ini dilandasi oleh pertimbangan kemanusiaan, di mana banyak anggota kapal tersebut merupakan kadet muda yang sudah dipindahkan ke fasilitas terdekat.

Ketiga kapal Iran ini sebelumnya ikut berpartisipasi dalam latihan naval multinasional yang digelar oleh India sebelum konflik di Timur Tengah pecah.

Dampak Lingkungan dan Upaya Penanggulangan

Kejadian tenggelamnya kapal ini menyebabkan tumpahan minyak di sekitar kawasan resor pantai Hikkaduwa yang terdekat. Otoritas Maritim Sri Lanka telah mengerahkan sekitar 50 pekerja dan relawan untuk pembersihan area terdampak. Perahu patroli juga dikerahkan untuk mendeteksi adanya pencemaran lebih lanjut di sekitar lokasi.

Menurut Ketua Marine Environment Protection Authority (MEPA), Samantha Gunasekara, sejumlah barang seperti pelampung, tong pelumas, dan alas kaki yang rusak ditemukan terdampar di pantai. Pihak berwenang saat ini tengah menelusuri apakah barang-barang tersebut berasal dari kapal yang tenggelam, IRIS Dena.

Situasi ini memperlihatkan kompleksitas penanganan krisis kemanusiaan dan lingkungan yang terjadi akibat insiden militer di perairan internasional, di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya.

Berita Terkait

Back to top button