Dinamika Khamenei Baru dan Lonjakan Harga Minyak Global, Konflik Iran-AS-Israel Memasuki Fase Perang Panjang dan Dampak Ekonomi Mengerikan

Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memasuki hari ke-10 dengan ketegangan yang kian meningkat dan dampak ekonomi yang meluas di wilayah Timur Tengah serta pasar global. Iran telah menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru pengganti ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam konflik ini, sementara Amerika Serikat dan sekutunya terus melancarkan serangan di berbagai titik strategis Iran dan sekutunya.

Dukungan Kuat untuk Pemimpin Baru Iran
Mojtaba Khamenei dengan cepat mendapatkan dukungan dari pusat-pusat kekuatan utama Iran, termasuk Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilai pengangkatan Mojtaba sebagai “kesalahan besar,” karena analis internasional menilai hal tersebut memperkuat kebijakan garis keras yang selama ini dianut oleh ayahnya. Presiden Rusia Vladimir Putin pun mengekspresikan dukungan kepada Mojtaba, menegaskan solidaritas Moskow di tengah ketegangan yang semakin meningkat. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel mengisyaratkan bahwa status Mojtaba sebagai target belum dapat dipastikan.

Dampak Ekonomi dan Energi yang Meningkat
Harga minyak dunia melonjak melewati 100 dolar AS per barel untuk pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina. Ketegangan di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak global, mendorong ketidakpastian dan kekhawatiran gangguan pasokan. Beberapa negara seperti Korea Selatan memberlakukan pembatasan harga bahan bakar untuk pertama kalinya dalam hampir tiga dekade, sementara Pakistan menerapkan langkah penghematan bahan bakar secara ekstrem. Presiden Trump sempat mempertimbangkan langkah untuk menguasai Selat Hormuz, meskipun Iran mengancam akan menyerang kapal-kapal yang mencoba melewatinya.

Persiapan Untuk Perang Berkepanjangan
Kamal Kharazi, penasihat kebijakan luar negeri pemimpin tertinggi Iran, menyatakan bahwa negara siap menghadapi perang berkepanjangan dengan Amerika Serikat. Diplomasi dinyatakan tidak mungkin terjadi dalam situasi saat ini. Kharazi menegaskan Iran akan terus menyerang negara-negara Arab di sepanjang Teluk Persia sebagai bagian dari strategi perangnya.

Serangan dan Respons Militer di Kawasan
Israel melakukan sejumlah serangan udara di Beirut dan wilayah Iran, sementara Iran membalas dengan peluncuran misil. NATO juga melaporkan telah menembak jatuh satu misil balistik Iran yang masuk ke wilayah udara Turki. Serangan drone Iran melanda Bahrain, menyebabkan sedikitnya 32 orang terluka dan menimbulkan kebakaran besar di pabrik minyak BAPCO, yang kemudian menetapkan force majeure pada operasinya. Konflik ini menewaskan sedikitnya 1.700 orang di Timur Tengah, termasuk 1.205 warga sipil akibat serangan gabungan AS-Israel di Iran, dan 486 korban jiwa di kampanye Israel di Lebanon.

Situasi di Wilayah Iran dan Pengaruh Sosial
Ribuan warga Iran berkumpul dalam aksi dukungan publik untuk Mojtaba Khamenei. Seorang pejabat senior Iran menegaskan bahwa perang telah memasuki “fase baru,” dengan ancaman serangan balasan terhadap infrastruktur energi. Warga di Tehran merasakan tekanan yang berat akibat serangan yang semakin intensif, termasuk serangan terbesar sejak awal konflik terhadap depot bahan bakar. Di tengah kekacauan ini, lima anggota tim sepak bola wanita Iran yang berlaga di Piala Asia Wanita di Australia melarikan diri dan kini mencari suaka guna menghindari kemungkinan penganiayaan jika kembali ke Iran.

Respons Amerika Serikat dan Dampaknya
Pejabat pemerintah AS berusaha meredakan kekhawatiran masyarakat terkait kenaikan harga bahan bakar, yang melonjak hampir 50 sen per galon atau sekitar 17% sejak peperangan dimulai. Sekretaris Pers Gedung Putih menggambarkan kenaikan ini sebagai gangguan sementara, namun Senator Chuck Schumer mendesak pemerintah agar menggunakan Cadangan Minyak Strategis untuk menstabilkan harga energi. Presiden Trump menyatakan bahwa keputusan akhir soal kapan perang berakhir akan diambil bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, meski AS tetap memegang kendali utama.

Identifikasi Korban Jiwa dari AS
Militer Amerika mengumumkan identifikasi tentara AS ketujuh yang gugur dalam konflik ini, yaitu Sersan Benjamin Pennington, yang meninggal akibat luka-luka di Pangkalan Udara Prince Sultan.

Perang yang terus berlangsung antara AS, Israel, dan Iran saat ini tidak hanya menimbulkan kerugian besar di lapangan, tetapi juga mengancam stabilitas regional dan pasar energi global. Dengan risiko eskalasi yang terus meningkat, berbagai pihak masih memonitor perkembangan konflik ini dengan cermat.

Terkait