
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, terlihat mengamati uji coba peluncuran rudal jelajah strategis bersama putrinya yang masih remaja. Aktivitas ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat akibat latihan militer gabungan Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Menurut laporan media resmi Korea Utara, Kim dan putrinya, yang diduga bernama Kim Ju Ae dan berusia sekitar 13 tahun, menyaksikan uji rudal yang ditembakkan dari kapal perang Choe Hyon yang baru berusia satu tahun. Foto-foto resmi menunjukkan keduanya berada di ruang konferensi melihat layar yang menampilkan peluncuran senjata tersebut.
Kim Jong Un Tegaskan Pentingnya Deterrence Nuklir
Dalam pengamatannya pada hari Selasa, Kim menegaskan perlunya mempertahankan "peredam perang nuklir yang kuat dan dapat diandalkan," seperti dikutip oleh Korean Central News Agency (KCNA). Meski laporan tersebut tidak secara eksplisit menyebutkan kehadiran putrinya, Kim Ju Ae telah beberapa kali terlihat menemani sang ayah dalam acara besar, termasuk parade militer dan peluncuran senjata sejak akhir tahun lalu.
Agensi intelijen Korea Selatan memperkirakan bahwa Kim Jong Un mempertimbangkan untuk menetapkan Kim Ju Ae sebagai penerusnya. Kehadiran putrinya pada uji coba rudal kali ini semakin menguatkan spekulasi tersebut.
Uji Rudal dari Kapal Perang Choe Hyon
KCNA melaporkan bahwa rudal yang diuji berhasil mengenai pulau-pulau target di lepas pantai barat Korea Utara. Kim Jong Un menyatakan bahwa peluncuran ini bertujuan menunjukkan sikap ofensif strategis angkatan laut negaranya sekaligus mengenalkan para prajurit dengan prosedur tembakan senjata yang baru.
Beberapa hari sebelumnya, Kim juga mengamati uji coba rudal dari kapal perang yang sama secara langsung, namun saat itu putrinya tidak terlihat mendampingi.
Respon terhadap Latihan Militer AS-Korea Selatan
Uji coba rudal tersebut dilakukan bertepatan dengan awal latihan militer gabungan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan yang disebut Freedom Shield. Latihan ini berlangsung selama sebelas hari dan merupakan kombinasi antara simulasi komando komputer dan program pelatihan lapangan. Korea Utara secara konsisten menganggap latihan ini sebagai latihan invasi yang mengancam keamanan negaranya.
Kim Yo Jong, saudara perempuan Kim Jong Un sekaligus pejabat senior, mengecam latihan militer tersebut dengan menyebutnya sebagai bukti "ketidaksukaan mendalam" Amerika Serikat dan Korea Selatan terhadap Korea Utara. Ia menegaskan bahwa negara tersebut akan membuktikan kekuatan pencegah perangnya kepada musuh yang mencoba mengancam kedaulatannya.
Pentingnya Penguatan Militer Korea Utara
Uji peluncuran rudal jelajah dari kapal perang Choe Hyon menegaskan ambisi Korea Utara dalam memperkuat kemampuan angkatan lautnya di tengah tekanan internasional. Langkah ini menunjukkan fokus strategis yang tidak hanya mempertahankan armada kapal perang, tetapi juga mengintegrasikan kemampuan rudal canggih ke dalam pertahanan nasionalnya.
Kim Jong Un yang terus menampilkan sisi kepemimpinan militernya sekaligus memperkenalkan penerus di mata publik dimungkinkan untuk memperkokoh legitimasi keluarga dinasti tersebut dalam menghadapi berbagai tekanan global.
Secara keseluruhan, pengamatan uji coba rudal bersama putrinya mencerminkan kedekatan penguasa Korea Utara dengan masa depan rezim dan sikap tegasnya terhadap ancaman eksternal melalui pengembangan kekuatan militer yang dinamis.









