Perang dengan Iran akan berlanjut sampai Israel dan Amerika Serikat memutuskan untuk mengakhirinya. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menegaskan tidak ada jadwal pasti mengenai kapan konflik ini akan berakhir.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran sebelas hari lalu. Dalam konflik yang terus berkembang, serangan balasan dilakukan oleh Iran dan pertempuran meluas ke Lebanon, di mana Israel berhadapan dengan kelompok Hezbollah.
Keberhasilan Israel dalam Menargetkan Program Nuklir dan Rudal Iran
Menurut Gideon Saar, Israel telah berhasil mengurangi kapasitas program nuklir dan rudal balistik Iran secara signifikan. Keputusan untuk mengakhiri perang akan dilakukan bersama dengan Amerika Serikat setelah berhasil mencapai tujuan strategis. Ia menyatakan, "Kami akan melanjutkan hingga saat yang tepat bagi kami dan mitra kami untuk menghentikan konflik ini."
Israel menginginkan penghancuran program nuklir dan rudal Iran demi menghilangkan ancaman eksistensial. Selain itu, mereka berharap situasi yang tercipta dapat mendukung rakyat Iran dalam mengganti rezim pemerintah yang mereka nilai otoriter.
Proyeksi Waktu dan Pernyataan Pemerintah AS
Pemerintah Amerika Serikat, khususnya di bawah kepemimpinan Donald Trump, memberikan pernyataan yang beragam tentang waktu berakhirnya perang. Trump mengatakan bahwa perang tidak akan selesai dalam waktu dekat, namun ada kemungkinan berakhir cepat. Saar mengambil sikap yang lebih hati-hati tanpa memberikan indikasi waktu, sekaligus menegaskan bahwa Israel tidak menghendaki perang berkepanjangan.
Serangan Terbaru dan Reaksi Iran
Militer Israel baru-baru ini melancarkan serangan lanjutan di Teheran, menyasar apa yang disebut sebagai "target rezim teroris". Iran juga merespons dengan meluncurkan rudal ke wilayah Israel, menunjukkan kemampuan militer Iran masih aktif. Saar menegaskan tujuan Israel adalah menghapus ancaman jangka panjang dari Iran terhadap keamanan Israel.
Peluang Perubahan Politik di Iran
Menteri Saar menyebut ada kesempatan untuk menciptakan kondisi agar rakyat Iran dapat merebut kembali kebebasan mereka. Meskipun peluang ini belum tercapai saat perang berlangsung, dia menilainya bisa terjadi di masa depan. Saar menyoroti bahwa pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, dianggap sebagai figur ekstremis yang menggantikan ayahnya yang tewas di awal perang.
Sikap dan Dukungan Internasional
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa belum ada rencana konkret untuk mengakhiri perang dalam waktu dekat. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul, yang mengunjungi Israel sebagai pejabat tinggi pertama sejak perang berlangsung, yakin bahwa Israel dan AS terbuka pada solusi diplomatik. Namun, solusi ini memerlukan persetujuan dari Iran terkait program nuklir, rudal, dan dukungan Iran pada milisi regional, yang hingga kini belum disetujui Teheran.
Saar juga menyerukan isolasi diplomatik terhadap Iran dengan mendorong negara-negara lain memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran. Israel selama ini menganggap Iran sebagai ancaman eksistensial yang harus ditangani secara serius.
Strategi Militer dan Harapan Masa Depan
Sumber dalam militer Israel mengungkapkan bahwa pasukan Israel berupaya memaksimalkan kerusakan pada sasaran Iran sebelum kesempatan melakukan serangan tambahan tertutup. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa Presiden Trump bisa mengakhiri perang secara tiba-tiba. Meski demikian, perang ini akan berlanjut sampai ada keputusan politik yang menyatakan waktunya berhenti.
Perkembangan konflik ini menunjukkan bagaimana perang modern dipengaruhi oleh keputusan strategis berbagai pihak sekaligus, dan bagaimana diplomasi serta tekanan internasional menjadi faktor penting dalam mengarahkan masa depan daerah yang dilanda konflik.









