Ketegangan antara Anthropic, perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI), dan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mulai memanas pada Januari setelah Anthropic menolak mencabut batasan keamanan pada sistem AI mereka. Pentagon kemudian menilai Anthropic sebagai “risiko rantai pasokan,” yang berpotensi mengancam kontrak pemerintah yang dimiliki perusahaan tersebut.
Anthropic menyatakan bahwa penetapan itu adalah bentuk pembalasan karena mereka menolak teknologi mereka digunakan untuk senjata otonom dan pengawasan domestik. Perusahaan memperingatkan bahwa hal ini bisa memangkas pendapatan mereka hingga miliaran dolar pada tahun 2026. Para pakar hukum pun menilai keputusan Pentagon berpotensi bermasalah karena tidak sesuai dengan hukum yang digunakan dan terdapat indikasi motif negatif daripada pertimbangan keamanan yang obyektif.
Rangkaian Peristiwa Konflik Anthropic dan Pentagon
- Akhir Januari: Konflik bermula ketika Pentagon meminta penghapusan batasan yang menjaga agar teknologi AI Anthropic tidak dipakai untuk senjata otonom dan pengawasan domestik.
- Awal Februari: Pentagon menuntut agar perusahaan AI, termasuk Anthropic, menyediakan teknologi mereka untuk digunakan dalam lingkungan rahasia dengan sedikit pembatasan.
- Pertengahan Februari: Pentagon mulai mempertimbangkan menghentikan kerja sama dengan Anthropic jika syarat penggunaan teknologi militer tidak dipenuhi.
- Akhir Februari: Menteri Pertahanan Pete Hegseth memanggil CEO Anthropic, Dario Amodei, untuk berdiskusi mengenai penggunaan teknologi Claude untuk keperluan militer.
- Akhir Februari: Pentagon memberi ultimatum kepada Anthropic untuk mengizinkan penggunaan teknologi mereka tanpa pembatasan atau menghadapi konsekuensi, termasuk penetapan sebagai risiko rantai pasokan.
- 28 Februari: OpenAI mengumumkan kesepakatan penggunaan teknologinya di jaringan rahasia Pentagon dengan batasan ketat soal pengawasan domestik dan senjata otonom.
- Awal Maret: Beberapa departemen AS mulai menghentikan pemakaian teknologi Anthropic dan kontraktor pertahanan seperti Lockheed Martin mengindikasikan akan menghilangkan penggunaan alat Anthropic dari rantai pasokan mereka.
Dampak dan Tindak Lanjut
Penandaan Anthropic sebagai risiko rantai pasokan oleh Pentagon menyebabkan sejumlah instansi pemerintah dan perusahaan besar mulai mencabut penggunaan teknologi AI dari Anthropic. Menteri Keuangan AS menyatakan akan menghapus Anthropic dari sistem pemerintah dalam beberapa hari ke depan. Amazon juga membantu pelanggannya memindahkan beban kerja dari model Anthropic ke alternatif lain di awan miliknya.
Di sisi lain, kelompok industri teknologi besar menyerukan de-eskalasi konflik, menunjukkan bahwa label risiko rantai pasokan dapat menimbulkan ketidakpastian dan mengancam akses militer ke produk dan layanan terbaik.
Litigasi dan Dukungan Korporasi
Anthropic secara resmi menggugat keputusan Pentagon dengan alasan pelanggaran hak-hak kebebasan ekspresi dan proses hukum yang adil. Mereka juga mengingatkan kemungkinan kerugian pendapatan hingga miliaran dolar pada 2026 dan dampak reputasi yang serius. Microsoft memutuskan mendukung gugatan tersebut dan meminta perintah larangan sementara agar gangguan pasokan tidak terjadi, mengingat ketergantungan produk mereka pada teknologi Anthropic.
Kasus yang terus berkembang ini memperlihatkan ketegangan yang tinggi atas penggunaan teknologi AI dalam bidang militer dan regulasi terkait keamanan. Sengketa ini juga menimbulkan pertanyaan besar tentang batasan etis dan legal kemajuan AI yang dapat berdampak langsung pada keamanan nasional dan privasi warga sipil.
Pemerintah AS kini harus menyeimbangkan kebutuhan keamanan dengan perlindungan hak-hak perusahaan pengembang teknologi dan kepentingan ekonomi yang luas. Sementara itu, Anthropic berjuang mempertahankan prinsip penggunaan teknologi yang etis sekaligus menjaga kelangsungan bisnisnya di tengah tekanan pemerintah.









