Pulau Kharg menjadi pusat utama ekspor minyak Iran, menampung sekitar 90% dari total pengiriman minyak negara tersebut. Serangan militer yang dilakukan oleh pasukan AS menghancurkan sejumlah target militer di pulau ini, yang sebelumnya telah lama dianggap sebagai titik rentan bagi Iran.
Presiden Amerika Serikat menyatakan bahwa semua target militer di Pulau Kharg telah diluluhlantakkan sepenuhnya. Dia juga memperingatkan bahwa infrastruktur minyak lainnya bisa dijadikan sasaran jika Iran terus mengganggu pengiriman kapal di Selat Hormuz.
Iran secara konsisten mengirim minyak dengan volume antara 1,1 hingga 1,5 juta barel per hari, meski ketegangan meningkat. Data dari TankerTracker.com dan Kpler menunjukkan bahwa produksi minyak Iran meningkat sebelum konflik yang melibatkan Israel dan AS dimulai.
Pasar global sangat waspada terhadap potensi kerusakan pada jaringan pipa, terminal, dan tangki penyimpanan minyak di Pulau Kharg. Gangguan kecil saja dapat memperketat pasokan minyak dunia dan meningkatkan volatilitas harga yang sudah tidak stabil.
Menurut Dan Pickering, Kepala Investasi Pickering Energy Partners, menghancurkan infrastruktur di Pulau Kharg sama dengan menghilangkan dua juta barel per hari dari pasokan minyak global secara permanen. Dampak ini tidak akan berkurang sampai masalah di Selat Hormuz terselesaikan.
Militer Iran menegaskan bahwa setiap serangan terhadap infrastruktur energi mereka akan dibalas dengan serangan pada fasilitas energi milik perusahaan minyak yang bekerja sama dengan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Pernyataan ini disampaikan melalui media Iran sebagai peringatan tegas.
Analis energi Patrick De Haan dari GasBuddy menyatakan bahwa situasi ini berpotensi meningkatkan eskalasi konflik. Iran yang merasa terpojok cenderung bertindak lebih berani, sehingga ketegangan di kawasan semakin meningkat.
Iran sejauh ini hampir menutup total pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, jalur vital yang menyalurkan 20% arus minyak dunia. Mayoritas minyak yang melewati jalur ini ditujukan untuk pasar Asia, terutama China.
Pulau Kharg terletak sekitar 26 kilometer dari pantai Iran dan sekitar 483 kilometer dari Selat Hormuz. Lokasi ini strategis karena perairannya cukup dalam untuk menampung kapal tanker ukuran besar yang tidak bisa bersandar di perairan dangkal pesisir daratan utama.
Sebagian besar minyak yang dikirim melalui Pulau Kharg menuju China, importir minyak mentah terbesar di dunia. China sendiri mengambil langkah seperti pelarangan ekspor bahan bakar olahan untuk menjaga ketersediaan pasokan di tengah ketegangan di Timur Tengah.
Menurut data Kpler, minyak Iran menyumbang 11,6% dari total impor minyak laut China tahun ini. Mayoritas pembeli minyak Iran adalah penyuling independen yang tertarik dengan harga minyak yang relatif murah akibat sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.
Iran telah mengekspor sekitar 1,7 juta barel per hari sepanjang tahun ini, dengan 1,55 juta barel per hari berasal dari pengiriman melalui Pulau Kharg. Pada Februari, sebelum konflik memuncak, ekspor minyak Iran mencapai puncak tertinggi sekitar 2,17 juta barel per hari.
Data Kpler juga mencatat rekor pengiriman mingguan hingga 3,79 juta barel per hari pada pertengahan Februari. Kapasitas penyimpanan minyak di Pulau Kharg diperkirakan mencapai 30 juta barel, dengan cadangan sekitar 18 juta barel pada awal Maret, menurut laporan JP Morgan.
Gambar satelit yang dianalisis oleh TankerTrackers.com pada Rabu menunjukkan beberapa kapal tanker besar sedang memuat minyak di Pulau Kharg. Hal ini menegaskan aktivitas ekspor yang masih berlangsung meskipun ada serangan.
Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di OPEC dengan kontribusi sekitar 4,5% dari pasokan minyak global. Produksi Iran meliputi sekitar 3,3 juta barel minyak mentah dan 1,3 juta barel kondensat serta cairan lain setiap hari.









