Pengadilan di Azerbaijan menjatuhkan hukuman penjara selama 10 tahun kepada seorang warga Prancis atas tuduhan spionase. Martin Ryan, yang ditangkap pada Desember 2023, dinyatakan bersalah karena mengumpulkan informasi rahasia militer Azerbaijan terkait kerja sama dengan Turki dan Pakistan.
Ryan juga didakwa membantu merekrut warga Azerbaijan berbahasa Prancis untuk bekerja sama dengan badan intelijen Prancis. Sebelum penangkapan, Ryan bekerja di sebuah perusahaan impor makanan yang juga menyediakan layanan konsultasi di Azerbaijan.
Selain Ryan, seorang warga Azerbaijan bernama Azad Mammadli diadili bersama dan menerima hukuman penjara selama 12 tahun. Mammadli dituduh melakukan kontak dengan intelijen Prancis, tetapi dia membantah semua tuduhan saat persidangan berlangsung.
Kasus ini menambah ketegangan hubungan antara Baku dan Paris yang sudah lama terjadi. Hubungan kedua negara memburuk terutama karena dukungan Prancis terhadap Armenia, pihak yang berkonflik dengan Azerbaijan selama puluhan tahun.
Prancis dikenal memiliki komunitas Armenia yang besar serta memasok persenjataan ke Armenia. Faktor ini memperumit kerja sama politik dan keamanan antara Azerbaijan dan Prancis dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, pada Mei lalu, Azerbaijan membebaskan warga Prancis lain bernama Theo Hugo Clerc yang dijatuhi hukuman tiga tahun penjara karena membuat grafiti di stasiun metro Baku. Kasus Clerc dan Ryan menunjukkan berbagai tingkat ketegangan dua negara.
Berikut poin penting dalam kasus Martin Ryan dan Azad Mammadli:
1. Ryan ditangkap karena spionase untuk Prancis terkait rahasia militer Azerbaijan.
2. Dia bekerja di perusahaan impor makanan dan konsultasi.
3. Mammadli terbukti membantu intelijen Prancis, dihukum 12 tahun.
4. Hubungan Baku-Paris memburuk akibat dukungan Prancis ke Armenia.
5. Kasus ini menunjukkan aspek keamanan dan politik yang sensitif antara kedua negara.
Kasus pengadilan ini berpotensi memperpanjang ketegangan diplomatik antara Azerbaijan dan Prancis. Pihak berwenang Azerbaijan menegaskan tindakan tegas terhadap upaya spionase yang dianggap membahayakan keamanan nasional. Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Prancis terkait vonis tersebut.
Peristiwa ini menjadi indikator penting dinamika geopolitik di kawasan Kaukasus Selatan, di mana konflik dan persaingan antarnegara terus berlangsung. Azerbaijan terus mengawasi hubungan internasionalnya dengan ketat terutama yang menyangkut keamanan dan kedaulatan wilayahnya.









