Serangan rudal yang diluncurkan ke wilayah Israel pada Senin (16/3) menyebabkan serpihan jatuh di sekitar Kompleks Masjid Al Aqsa, kawasan Kota Tua Yerusalem. Menurut laporan KAN News, serpihan tersebut diduga berasal dari rudal Iran yang ditembakkan ke wilayah tersebut.
Di kota Safed, satu rudal pencegat berhasil dijatuhkan dan menimbulkan kekhawatiran akan kebocoran bahan berbahaya. Namun, polisi segera menegaskan tidak ada risiko kimia, sehingga situasi dinyatakan terkendali.
Kerusakan akibat serpihan rudal tercatat di 10 lokasi, terutama di wilayah Rishon LeZion, Lod, dan Shoham. Kerusakan ini melibatkan properti warga dan infrastruktur akibat pecahan amunisi maupun serpihan rudal yang berhasil dicegat.
Tim penyelamat dan petugas darurat aktif melakukan pencarian di gedung-gedung di Shoham dan Rishon LeZion. Juru bicara Distrik Pusat Amit Malul Rozenblat menyatakan bahwa kekhawatiran terkait orang-orang yang terjebak telah diatasi dan tidak ditemukan korban terperangkap.
Menurut Komite Pertahanan Dalam Negeri Shoham, pecahan rudal jatuh di halaman rumah warga hingga menyebabkan kerusakan properti. Petugas keamanan mendesak warga untuk tetap berada di dalam rumah agar tidak mengganggu proses evakuasi dan penanganan di lapangan.
Seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun mengalami luka ringan akibat serpihan rudal dan langsung dievakuasi ke Pusat Medis Shamir di Tzrifin. Petugas pertama di lokasi, Sheldon Levin, menyatakan korban selamat karena berhasil berlindung di tempat perlindungan bom saat serangan terjadi.
Pihak kepolisian Israel mengimbau masyarakat untuk menjauh dari lokasi jatuhnya pecahan rudal dan tidak menyentuh serpihan yang belum diamankan. United Hatzalah turut melaporkan adanya serpihan rudal pencegat tambahan di wilayah utara Israel dan Yerusalem tanpa korban jiwa.
Di Safed, serangkaian residu bahan bakar jet berwarna kuning terlihat keluar dari pecahan rudal yang jatuh. Otoritas setempat memastikan bahwa tidak ada indikasi penggunaan senjata kimia meski penyelidikan lebih lanjut masih berlangsung.
Pemerintah kota sempat menginstruksikan warga di jalan-jalan tertentu untuk tetap tinggal dalam rumah dan menutup jendela demi menjaga keselamatan. Kementerian Perlindungan Lingkungan memastikan bahwa kebakaran yang terjadi disebabkan oleh sisa bahan bakar jet, bukan oleh bahan kimia berbahaya.
Selain itu, di Yavne terjadi kebakaran di tempat perlindungan gedung perumahan yang menyebabkan tiga warga mengalami luka ringan akibat menghirup asap. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut, yang saat ini dianggap tidak terkait langsung dengan pecahan rudal.
Insiden lain terjadi di Kiryat Gat, ketika seorang pejalan kaki berusia sekitar 50 tahun terluka serius setelah tertabrak kendaraan saat berusaha menuju tempat perlindungan karena bunyi sirene serangan udara. Menurut United Hatzalah, korban mengalami cedera kepala dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Dalam 24 jam terakhir, sedikitnya 27 orang mengalami luka-luka saat berusaha mencapai tempat perlindungan selama serangan berlangsung. Pihak berwenang hingga kini masih memantau kondisi keamanan dan mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti instruksi pertahanan sipil demi keselamatan bersama.
Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com




