Hujan lebat disertai angin kencang mengguyur Karachi, kota terbesar di Pakistan, sepanjang malam, menyebabkan setidaknya 15 korban meninggal dan sejumlah orang mengalami luka-luka. Kerusakan parah terjadi akibat dinding dan atap bangunan yang roboh di berbagai lokasi, menurut informasi dari layanan darurat dan pejabat rumah sakit setempat.
Badai ini bermula pada Rabu malam dan berlanjut hingga pagi di Karachi, ibu kota provinsi Sindh bagian selatan. Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tidak melakukan perjalanan yang tidak penting demi menghindari risiko kecelakaan akibat kondisi cuaca buruk.
Dampak Korban dan Kerusakan
Setidaknya 15 jenazah telah dibawa ke rumah sakit utama kota ini. Selain itu, lebih dari dua puluh orang menerima perawatan medis akibat berbagai insiden yang dipicu oleh cuaca ekstrem tersebut. Kepala forensik kepolisian, Summaiya Tariq, bersama petugas darurat memastikan angka ini terus diperbarui seiring penanganan situasi.
Angin kencang dan hujan deras berhasil merobohkan pohon-pohon besar di tepi jalan dan menghambat arus lalu lintas. Para petugas penyelamat dan aparat kepolisian bekerja keras untuk membersihkan ruas jalan yang tertutup reruntuhan dan memastikan keselamatan warga.
Informasi dari Badan Meteorologi
Menurut laporan Pakistan Meteorological Department, kecepatan angin mencapai hingga 90 kilometer per jam selama beberapa jam. Wali Kota Karachi, Murtaza Wahab, menegaskan pentingnya warga untuk tetap di dalam rumah dan menghindari aktivitas di luar yang tidak mendesak karena kondisi lingkungan masih berbahaya akibat pohon tumbang dan gangguan lainnya.
Para ahli cuaca memperingatkan bahwa curah hujan dan badai disertai angin kencang serta kemungkinan hujan es sporadis masih dapat terjadi di Karachi dan wilayah Sindh lainnya. Hal ini disebabkan oleh sistem cuaca barat yang masih bergerak melintasi kawasan tersebut.
Situasi di Wilayah Lain
Wilayah lain di Pakistan juga mengalami dampak serupa dengan hujan dan badai yang melanda berbagai daerah. Layanan darurat mencatat banyaknya tempat yang terdampak, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kerusakan dan korban di masa mendatang.
Secara keseluruhan, pemerintah dan petugas penyelamat terus berupaya memulihkan kondisi setelah bencana ini dengan mempercepat evakuasi dan penanganan darurat di titik-titik terdampak. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca ekstrim terutama di wilayah urban padat penduduk seperti Karachi.









