Penyelidikan Kebakaran Maut Hong Kong Dimulai, Terungkap Kegagalan Sistem dan Dugaan Penyelundupan Tanggung Jawab

Komite independen yang menyelidiki kebakaran paling mematikan di Hong Kong dalam beberapa dekade mulai menggelar sidang untuk mengungkap penyebab bencana tersebut. Kebakaran hebat pada 2025 ini melahap tujuh gedung dan menewaskan 168 orang di Wang Fuk Court, sebuah komunitas padat penduduk di distrik Tai Po.

Mantan penghuni dan keluarga korban telah menantikan kejelasan sejak kebakaran terjadi. Dalam pernyataan pembuka, pengacara komite Victor Dawes menyebut penyebab utama kemungkinan berasal dari pembakaran puntung rokok yang mengenai material di sebuah platform ruang ventilasi antara dua unit rendah di Wang Cheong House.

Dawes menemukan bekas pembakaran kotak karton dan puntung rokok di lokasi tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya pelanggaran aturan karena orang merokok di area terlarang. Saat kejadian, gedung sedang dalam tahap perbaikan dengan pemasangan scaffolding di luar bangunan.

Meski begitu, Dawes mengakui tidak ada bukti langsung yang mengkonfirmasi rokok sebagai penyebab kebakaran. Investigasi menunjukkan sejumlah faktor ikut berkontribusi, seperti alarm kebakaran dan selang pemadam yang dimatikan. Penggunaan jaring scaffolding yang tidak tahan api dan penutupan jendela tangga dengan papan busa juga menambah risiko.

Jendela tangga darurat yang diblokir dengan papan kayu membuat asap dan api menyebar ke jalur evakuasi. Dawes menegaskan, hampir semua sistem keamanan kebakaran yang seharusnya melindungi nyawa gagal berfungsi karena kelalaian manusia saat itu.

Pengawasan Pemerintah Dipertanyakan

Dalam sidang, Dawes memaparkan rekaman CCTV, dokumen, serta pesan teks untuk mendukung argumennya. Departemen tenaga kerja ternyata telah menerima pengaduan soal pekerja konstruksi yang merokok di lokasi proyek. Namun, setelah inspeksi, tidak ditemukan aktivitas merokok sehingga pengaduan dianggap tidak terbukti.

Pengaduan itu kemudian diteruskan ke departemen pemadam kebakaran, tetapi mereka menyatakan pengawasan merokok bukan bagian dari tugas mereka. Penggunaan jaring scaffolding yang tidak tahan api oleh perusahaan kontraktor juga baru terungkap dalam investigasi ini, padahal sebelumnya belum diketahui oleh pihak berwenang.

Dawes mengkritik keputusan departemen perumahan yang memberi tahu kontraktor perbaikan tentang waktu inspeksi. Selain itu, departemen tenaga kerja juga gagal menyadari bahwa laporan ketahanan api yang digunakan kontraktor sudah kedaluwarsa.

Yip Ka-kui, yang kehilangan istrinya akibat kebakaran, menyebut informasi yang terungkap sangat mengejutkan. Ia menilai ada indikasi saling menutupi dan kurangnya akuntabilitas antar instansi terkait.

Dampak Tragis Kebakaran

Kebakaran terjadi pada tanggal 26 November dan menyebar dengan cepat ke tujuh dari delapan gedung di kompleks apartemen. Dawes menyebut ada 37 keluarga yang kehilangan dua atau lebih anggota keluarganya dalam tragedi tersebut. Salah satu petugas pemadam kebakaran juga tewas diduga karena jatuh saat berusaha menyelamatkan diri.

Pihak kepolisian telah menangkap 38 orang terkait kasus ini dengan tuduhan termasuk pembunuhan dan penipuan. Dari jumlah tersebut, sembilan sudah dijerat dengan dakwaan. Selain itu, lembaga anti-korupsi menangkap 23 individu atas dugaan suap dan konspirasi penipuan.

Komite investigasi yang dipimpin oleh seorang hakim dan dibentuk sejak Desember, juga menjajaki kemungkinan ada praktik kecurangan sistematik seperti pengaturan tender dalam proyek pemeliharaan gedung besar tersebut. Pemerintah memperkirakan penyelidikan ini akan berlangsung sembilan bulan.

Sidang selanjutnya akan menghadirkan kesaksian dari para saksi termasuk mantan penghuni Wang Fuk Court. Berbagai departemen pemerintah juga terlibat dalam proses pemeriksaan. Banyak korban kebakaran kini menempati hunian sementara di berbagai lokasi kota.

Pemerintah Hong Kong sempat mengusulkan untuk membeli kembali hak kepemilikan rumah dari para korban berdasarkan survei preferensi penduduk, yang mengecewakan bagi mereka yang berharap membangun kembali rumah di lokasi terdampak. Ketua eksekutif Hong Kong John Lee mengumumkan rencana agar korban dapat mengunjungi apartemen rusak dan mengambil barang-barang milik mereka mulai April.

Sidang komite penyelidikan ini menjadi langkah penting untuk mengungkap penyebab utama dan kegagalan pengawasan yang melekat dalam tragedi kebakaran terburuk Hong Kong dalam puluhan tahun terakhir. Temuan dari proses ini diharapkan bisa mendorong perbaikan regulasi dan pencegahan bencana serupa di masa depan.

Berita Terkait

Back to top button