Tragedi Hercules C-130 Tergelincir Saat Lepas Landas, 66 Prajurit Tewas dan 4 Hilang Misterius

Sebanyak 66 orang tewas akibat kecelakaan pesawat militer Kolombia saat lepas landas di Puerto Leguizamo, dekat perbatasan dengan Peru. Pesawat Lockheed Martin Hercules C-130 itu mengangkut 128 penumpang, termasuk personel Angkatan Udara, Angkatan Darat, dan Polisi Nasional.

Korban hilang masih empat orang, sementara 57 lainnya selamat dan telah dibawa ke rumah sakit di sekitar lokasi. Dari jumlah tersebut, 30 korban berada dalam kondisi tidak serius di sebuah klinik militer, menurut Kepala Angkatan Bersenjata Kolombia, Hugo Alejandro Lopez.

Pesawat diduga mengalami benturan di ujung landasan saat lepas landas. Sebuah sayap pesawat menyentuh pohon dan menyebabkan pesawat terbakar serta meledakkan barang berbahaya di dalamnya. Warga lokal menjadi penyelamat pertama dengan membawa para korban dengan sepeda motor menuju fasilitas medis terdekat.

Lokasi kecelakaan yang sulit dijangkau memperlambat upaya penyelamatan. Kendaraan militer baru kemudian tiba di lokasi untuk membantu evakuasi, namun medan yang berat tetap menjadi tantangan utama tim penyelamat.

Presiden Kolombia, Gustavo Petro, mengecam birokrasi yang menghambat modernisasi militer. Dia menegaskan bahwa keterlambatan harus diakhiri demi keselamatan personel militer. “Saya tidak akan memberikan toleransi lagi terhadap hal ini,” katanya melalui platform media sosial X.

Jenis pesawat Hercules C-130 telah digunakan sejak tahun 1950-an dan Kolombia mulai mengoperasikan sejak akhir 1960-an. Pemerintah telah menerima pesawat tambahan dari Amerika Serikat sebagai bagian dari program pengalihan peralatan militer bekas.

Pesawat ini sangat penting dalam mendukung operasi militer Kolombia di tengah konflik internal selama enam dekade yang telah menewaskan lebih dari 450 ribu jiwa. Kecelakaan baru-baru ini terjadi pada salah satu pesawat yang paling baru diterima dari AS.

Kecelakaan tragis ini memicu seruan dari sejumlah kandidat presiden yang akan berlaga dalam pemilu mendatang untuk melakukan investigasi menyeluruh. Pihak Lockheed Martin juga menyatakan komitmennya membantu proses penyelidikan atas insiden tersebut.

Sebelumnya, kecelakaan serupa terjadi pada akhir Februari di Bolivia dengan jenis pesawat yang sama. Kecelakaan di El Alto menewaskan lebih dari 20 orang dan menyebabkan bentrokan antara warga dan aparat keamanan akibat uang kertas yang bertebaran dari kargo.

Peristiwa ini menyoroti risiko tinggi operasional pesawat militer yang sudah berusia dan kebutuhan mendesak bagi kolombia untuk memperbarui armada dan meningkatkan keselamatan penerbangan militernya. Operasi militer yang terus berlangsung membutuhkan dukungan alat yang modern serta prosedur keselamatan yang lebih baik.

Berita Terkait

Back to top button