Dua pilot tewas setelah pesawat Air Canada bertabrakan dengan truk pemadam kebakaran di landasan pacu Bandara LaGuardia, New York. Kecelakaan tersebut terjadi pada Minggu malam dan menyebabkan penghentian sementara semua penerbangan di bandara yang merupakan salah satu pusat transportasi utama di kota tersebut.
Pesawat Bombardier CRJ-900 yang dioperasikan oleh Jazz Aviation ini datang dari Montreal sebagai Penerbangan 8646. Saat mendarat keras, pesawat menabrak truk pemadam yang sedang menyeberang landasan pacu untuk merespons insiden lain. Tabrakan tersebut membuat pesawat terjungkal ke belakang dengan kokpit yang hancur, sementara kendaraan darurat juga mengalami kerusakan parah.
Menurut otoritas penerbangan AS dan Kanada yang tengah menyelidiki kejadian ini, inilah kecelakaan fatal pertama di LaGuardia sejak 1992. Rekaman audio dari menara pengawas menunjukkan adanya komunikasi darurat yang mendesak agar truk segera berhenti. Namun, tabrakan tak terhindarkan dan alarm langsung berbunyi setelah benturan terjadi.
Lebih dari 40 penumpang dan awak pesawat dibawa ke rumah sakit, meski banyak yang telah diperbolehkan pulang pada Senin siang. Dua orang yang berada di dalam truk diharapkan segera pulih. Kepala Federal Aviation Administration, Bryan Bedford, menyampaikan bahwa kedua pilot laki-laki muda itu berada di awal karier mereka, sehingga kecelakaan ini menjadi suatu tragedi besar.
Seorang penumpang yang berada di pesawat, Jack Cabot, mengingat momen panik setelah tabrakan. Ia menyebut semua orang berteriak dan berlindung sementara kokpit sudah rusak berat. Akhirnya, penumpang memutuskan untuk menggunakan pintu keluar darurat dan melompat keluar pesawat tanpa instruksi dari pilot.
Presiden AS pada saat itu menyebut kecelakaan itu sebagai “mengerikan” dan mengakui risiko pekerjaan pilot. Sementara Perdana Menteri Kanada menyatakan kesedihan mendalam dan memastikan bahwa pejabat Kanada dan AS bekerja sama dalam proses penyelidikan. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga mereka.
Meski beredar rumor tentang kekurangan staf pengawas lalu lintas udara di menara, Sekretaris Transportasi AS menegaskan bahwa LaGuardia adalah bandara yang sangat terorganisir dan memiliki staf lengkap. Namun, masalah kekurangan pengawas lalu lintas udara memang menjadi perhatian nasional dan pemerintah tengah meningkatkan proses perekrutan.
Akibat kecelakaan ini, ratusan penerbangan di LaGuardia dibatalkan atau mengalami penundaan signifikan. Banyak penumpang terpaksa menunggu berjam-jam dan beberapa bahkan tidur di dalam terminal bandara. LaGuardia sendiri merupakan bandara tersibuk ketiga di New York, dengan 33,5 juta penumpang setiap tahun.
Sejak wilayah ini menyelesaikan proyek renovasi besar bernilai 8 miliar dolar yang memperbarui terminal dan infrastruktur jalan, insiden fatal seperti ini sangat jarang terjadi. Namun, kecelakaan pesawat yang menimbulkan banyak korban jiwa tetap menjadi tantangan tersendiri dalam dunia penerbangan Amerika Serikat.
Beberapa insiden udara besar di AS terbaru meliputi tabrakan antara pesawat penumpang dan helikopter militer dekat Washington yang menewaskan 67 orang. Investigasi terhadap kecelakaan di LaGuardia terus berlanjut untuk memastikan penyebab utama dan mencari langkah pencegahan di masa depan.
