Jumlah korban tewas dalam kecelakaan pesawat militer Kolombia meningkat menjadi 69 orang. Peristiwa tragis ini terjadi setelah pesawat C-130 Hercules milik Angkatan Udara Kolombia mengalami kecelakaan tak lama setelah lepas landas dari Puerto Leguizamo, dekat perbatasan selatan dengan Ekuador dan Peru.
Pesawat yang dibuat oleh Lockheed Martin itu membawa 126 orang saat kecelakaan. Sebanyak 57 orang lain mengalami luka-luka dan segera dilarikan ke beberapa rumah sakit setempat. Jenazah korban langsung dikirim ke ibu kota Bogota untuk proses identifikasi oleh petugas forensik, sebelum diserahkan kepada keluarga.
Kondisi Pesawat dan Kecelakaan
Pesawat Hercules CJ-130 tersebut merupakan sumbangan dari Amerika Serikat pada tahun 2020 melalui kesepakatan kerja sama militer. Presiden Gustavo Petro mengkritik penerimaan pesawat tersebut sebagai "hadiah mahal" yang justru membahayakan nyawa. Ia menyoroti usia pesawat yang sudah mencapai 43 tahun dan biaya perawatannya yang mahal, bahkan lebih tinggi dari harga pesawat baru.
- Pesawat jatuh 1,5 km dari titik lepas landas.
- Akibat benturan dan detonasi amunisi, pesawat terbakar habis.
- Tidak ditemukan indikasi serangan dari kelompok ilegal.
Menteri Pertahanan Pedro Sanchez menyampaikan bahwa kecelakaan ini bukan akibat serangan, melainkan kemungkinan teknis atau faktor lain terkait kondisi pesawat dan bandara.
Respons dan Kontroversi
Petro telah meminta penggantian pesawat Hercules tersebut sejak setahun lalu. Dalam konteks kritikan ini, mantan Presiden Ivan Duque menanggapi dengan keras, menyebut tudingan tersebut tidak tepat dan mengajak melakukan investigasi yang menyeluruh. Duque menekankan pentingnya pemeriksaan terhadap berat muatan dan panjang landasan pacu.
Sementara itu, gubernur wilayah Putumayo, Jhon Molina, mengungkapkan bahwa bandara tempat pesawat lepas landas memiliki banyak masalah infrastruktur dan membutuhkan investasi yang lebih besar untuk meningkatkan keselamatan penerbangan.
Sejarah dan Konteks Operasional
Kolombia pertama kali memperoleh pesawat C-130 Hercules sejak akhir 1960-an. Beberapa unit yang lebih tua telah dimodernisasi dengan model terbaru yang juga berasal dari Amerika Serikat. Namun, insiden ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas dan kondisi armada udara militer Kolombia.
Kasus kecelakaan ini mirip dengan insiden sebelumnya di Amerika Selatan, seperti kecelakaan C-130 milik Angkatan Udara Bolivia bulan lalu yang menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai puluhan lainnya di kota El Alto.
Informasi ini menambah perhatian internasional terhadap keamanan dan kelayakan pesawat militer yang digunakan di wilayah dengan tantangan geografis dan operasional yang tinggi seperti di wilayah Amazon dan perbatasan Kolombia. Pihak berwenang terus melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kejadian dan mencegah tragedi serupa di masa depan.
