Rusia Buka Pintu Putaran Baru Damai Ukraina, Menunggu Momentum Dengan Amerika

Rusia menyatakan masih membuka jalur komunikasi dengan Amerika Serikat untuk menggelar putaran baru pembicaraan mengenai penyelesaian damai perang di Ukraina. Кремlin menyebut pertemuan itu diharapkan bisa berlangsung segera setelah kondisi memungkinkan, di tengah mandeknya proses diplomasi yang sudah berjalan dalam beberapa format.

Juru bicara Кремlin Dmitry Peskov menegaskan Moskow belum kehilangan minat terhadap dialog, meski sejumlah isu kunci masih belum menemukan titik temu. Salah satu yang paling sulit adalah soal wilayah, yang selama ini menjadi hambatan utama dalam setiap pembahasan damai antara Rusia dan Ukraina.

Kontak dengan Washington masih terbuka

Peskov mengatakan Rusia tetap berada dalam kontak dengan pihak Amerika Serikat. Ia juga menyampaikan harapan agar putaran perundingan berikutnya bisa digelar begitu situasi dianggap memadai untuk melanjutkan dialog.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Peskov menolak klaim dalam sebuah opini di The New York Times yang menyebut perang Iran telah membuat Presiden Vladimir Putin kehilangan minat untuk membahas akhir konflik Ukraina. Ia menyebut anggapan itu sebagai “invention” yang sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan.

Moskwa klaim ada kemajuan dalam perundingan sebelumnya

Peskov mengatakan pada putaran sebelumnya, termasuk pembicaraan trilateral yang sudah berlangsung, telah ada sejumlah kemajuan menuju penyelesaian. Namun, ia menegaskan bahwa kemajuan itu belum cukup untuk menembus persoalan-persoalan inti yang masih tersisa.

Berikut poin penting yang disampaikan Kremlin terkait proses itu:

  1. Rusia masih berkomunikasi dengan Amerika Serikat.
  2. Moskwa berharap ada putaran baru perundingan sesegera mungkin.
  3. Rusia mengklaim belum kehilangan minat pada pembicaraan damai.
  4. Isu wilayah masih menjadi hambatan utama.
  5. Sejumlah pembicaraan trilateral sebelumnya disebut menghasilkan kemajuan terbatas.

Pengaruh konflik Iran terhadap diplomasi Ukraina

Opini yang dikritik Peskov menyebut dinamika negosiasi sempat berubah ketika ekonomi Rusia melemah lebih awal pada tahun ini. Dalam narasi itu, tekanan ekonomi disebut sempat membuat Putin lebih serius mempertimbangkan penyelesaian atas perang Ukraina.

Namun, penulis opini tersebut, jurnalis Rusia Mikhail Zygar, juga menilai perang Iran membalik keadaan. Menurut pandangan itu, kenaikan harga minyak membantu meringankan tekanan ekonomi terhadap Moskwa, sementara perhatian Amerika Serikat terhadap Ukraina dinilai ikut menurun.

Peran Washington dan jalur pembicaraan tiga pihak

Awal pekan ini, penasihat Кремlin Yuri Ushakov mengatakan Amerika Serikat telah memberi penjelasan kepada Rusia mengenai putaran terbaru pembicaraan Washington dengan delegasi Ukraina di Florida. Pertemuan itu berlangsung pada Sabtu lalu dan menjadi bagian dari rangkaian komunikasi yang terus dijaga di tengah upaya mencari formula damai.

Pembicaraan tiga pihak terakhir antara Rusia, Ukraina, dan Amerika Serikat berlangsung bulan lalu, sebelum pemerintahan Trump dan Israel mulai melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari. Urutan peristiwa itu menjadi salah satu latar yang kini membentuk kembali kalkulasi diplomatik di kawasan dan dalam hubungan Moskwa-Washington.

Mengapa pembahasan ini masih sulit bergerak

Masalah wilayah tetap menjadi titik paling sensitif dalam setiap negosiasi. Bagi Rusia, pengaturan status wilayah yang sudah dikuasai menjadi bagian sentral dari tuntutan politik, sementara Ukraina menolak kompromi yang dianggap mengorbankan kedaulatan dan integritas territorialnya.

Di sisi lain, Washington terus menjalankan komunikasi paralel dengan Moskwa dan Kyiv untuk menjaga ruang diplomasi tetap terbuka. Selama belum ada kesepakatan atas poin-poin inti, terutama wilayah dan jaminan keamanan, peluang putaran baru perundingan kemungkinan besar akan tetap bergantung pada perubahan kondisi politik dan militer di lapangan.

Berita Terkait

Back to top button