Pelabuhan Ust-Luga di wilayah Baltik Rusia kembali mengalami kerusakan setelah serangan drone Ukraina pada Minggu, menurut pejabat Rusia. Api sempat muncul di area pelabuhan, tetapi otoritas setempat menyebut kebakaran itu kemudian berhasil dikendalikan.
Serangan ini menambah tekanan pada koridor energi barat Rusia setelah sejumlah fasilitas di Ust-Luga dan Primorsk juga menjadi sasaran pada pekan sebelumnya. Gangguan tersebut memicu kebakaran tangki penyimpanan dan membuat aktivitas pemuatan minyak serta produk minyak sempat dihentikan.
Kerusakan kembali terjadi di salah satu hub ekspor utama Rusia
Ust-Luga merupakan salah satu pelabuhan ekspor petrokimia dan minyak terbesar Rusia di Laut Baltik. Pelabuhan ini dikelola oleh monopoli jalur pipa minyak Rusia, Transneft, dan menangani sekitar 700.000 barel per hari ekspor minyak.
Menurut sumber yang dikutip Reuters, pelabuhan itu juga mengirim 32,9 juta metrik ton produk minyak pada 2025. Posisi tersebut membuat Ust-Luga sangat penting bagi arus ekspor energi Rusia, terutama saat negara itu menghadapi tekanan pada infrastruktur logistiknya.
Gubernur wilayah Leningrad, Alexander Drozdenko, mengatakan pemadam kebakaran dari wilayah Leningrad dan St. Petersburg ikut dikerahkan. Ia menyebut dua kereta pemadam juga dilibatkan untuk memadamkan api di pelabuhan.
Apa yang terjadi di lapangan
Drozdenko mengatakan serangan drone terjadi dalam beberapa gelombang. Ia menyampaikan bahwa api di pelabuhan dan lokasi di sekitarnya sudah berhasil dikendalikan pada hari yang sama.
Berikut rangkuman fakta penting dari peristiwa ini:
- Ust-Luga kembali diserang drone Ukraina.
- Kebakaran sempat terjadi di area pelabuhan dan lokasi sekitar.
- Pemadam kebakaran setempat dan bantuan tambahan dikerahkan.
- SBU, badan keamanan Ukraina, menyebut drone jarak jauh menghantam terminal minyak di Ust-Luga.
- Ukraina mengklaim serangan itu menimbulkan “kerusakan serius” dan memicu kebakaran.
Seorang warga di permukiman dekat lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan pada rumahnya. Reuters menyebut belum dapat memverifikasi secara langsung skala kerusakan yang terjadi.
Dampak pada jalur energi Rusia
Serangan terbaru ini memperlebar gangguan pasokan minyak Rusia, yang merupakan eksportir minyak terbesar kedua di dunia. Situasi tersebut menjadi sensitif karena pasar energi global juga tengah bergerak naik setelah harga minyak sempat menembus 100 dolar AS per barel akibat perang Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, serangan drone terhadap fasilitas energi Rusia meningkatkan risiko operasional di jalur ekspor barat. Ust-Luga dan Primorsk sama-sama berada di jalur penting pengiriman minyak Rusia ke pasar luar negeri.
Mengapa Ust-Luga menjadi sasaran penting
Ust-Luga punya peran strategis karena menjadi titik pengiriman utama bagi minyak mentah dan produk olahan Rusia. Gangguan di pelabuhan ini dapat memengaruhi jadwal pengiriman, kapasitas ekspor, dan stabilitas pendapatan energi Rusia.
Dalam konteks perang yang masih berlangsung, fasilitas energi sering menjadi target karena memiliki nilai ekonomi dan logistik yang tinggi. Serangan terhadap infrastruktur seperti pelabuhan, terminal, dan tangki penyimpanan juga bisa menimbulkan efek berantai pada rantai pasok.
Fakta utama insiden Ust-Luga
| Elemen | Informasi |
|---|---|
| Lokasi | Pelabuhan Ust-Luga, wilayah Baltik Rusia |
| Jenis serangan | Drone Ukraina jarak jauh |
| Dampak utama | Kebakaran dan kerusakan fasilitas |
| Status api | Sudah dikendalikan menurut pejabat Rusia |
| Operator pelabuhan | Transneft |
| Kapasitas ekspor | Sekitar 700.000 barel per hari |
| Produk yang dikirim | 32,9 juta metrik ton pada 2025 |
Laporan Reuters menyebut pihaknya belum dapat memastikan sejauh mana kerusakan fisik di pelabuhan tersebut. Namun, rangkaian serangan yang berulang menunjukkan bahwa infrastruktur energi Rusia masih berada dalam tekanan tinggi dan dapat kembali terganggu kapan saja jika serangan lanjutan terjadi.









