Iran’s Islamic Revolutionary Guard Corps atau IRGC mengklaim telah melancarkan serangan rudal dan drone ke fasilitas aluminium di Bahrain dan Uni Emirat Arab. Dalam pernyataan yang disiarkan media negara Iran, IRIB, IRGC menyebut target pada Sabtu itu terkait dengan militer Amerika Serikat.
Klaim tersebut segera memicu kekhawatiran baru di Teluk, terutama karena fasilitas yang diserang berhubungan dengan industri strategis dan rantai pasok global. Alba di Bahrain menyebut dua karyawannya terluka, sementara Emirates Global Aluminium atau EGA mengatakan salah satu fasilitasnya di Abu Dhabi mengalami kerusakan besar dan enam orang terluka.
Apa yang diklaim IRGC
IRGC menyatakan serangan itu merupakan balasan atas serangan AS-Israel terhadap infrastruktur industri Iran yang disebut diluncurkan dari pangkalan militer yang menampung pasukan AS di negara-negara Teluk. Klaim ini memperlihatkan bagaimana konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat meluas ke wilayah sekitar Teluk Persia.
Pernyataan itu juga menambah tekanan pada negara-negara Teluk yang selama beberapa pekan terakhir kerap berada di sekitar jalur konflik. Meski begitu, belum ada konfirmasi independen yang merinci secara penuh skala serangan maupun hubungan langsung fasilitas yang terkena dengan operasi militer AS.
Dampak ke fasilitas aluminium di Bahrain dan UEA
Alba menyebut dua pekerjanya mengalami luka dalam serangan terhadap fasilitasnya. EGA kemudian melaporkan bahwa situsnya di Abu Dhabi rusak parah dan enam orang terluka, menandakan serangan itu tidak hanya simbolik tetapi juga menimbulkan dampak operasional dan keselamatan kerja.
Sektor aluminium menjadi sorotan karena kawasan Teluk memegang peran penting dalam pasokan global. Al Jazeera, mengutip Zein Basravi yang melaporkan dari Dubai, menyebut estimasi menunjukkan sekitar 4 sampai 9 persen pasokan aluminium dunia berasal dari kawasan ini, sehingga gangguan di titik produksi dapat memengaruhi pasar internasional.
Kekhawatiran meluas ke jalur perdagangan dan energi
Serangan ke fasilitas industri di Bahrain dan UEA menambah daftar insiden yang mengganggu stabilitas logistik di Teluk. Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar biasanya memantau risiko pada pelabuhan, pabrik, jalur pelayaran, dan infrastruktur energi yang saling terhubung.
Berikut ringkasan insiden yang dilaporkan dalam rangkaian kejadian terbaru di kawasan Teluk:
- Fasilitas aluminium di Bahrain diserang dan dua pekerja terluka.
- Situs milik EGA di Abu Dhabi rusak berat dan enam orang terluka.
- Seorang pekerja di Oman terluka akibat serangan drone di Pelabuhan Salalah.
- Maersk menghentikan sementara operasi di pelabuhan itu setelah insiden terjadi.
- Arab Saudi mengintersepsi dan menghancurkan 10 drone.
- Kuwait menembak jatuh empat drone setelah sirene serangan udara berbunyi.
Reaksi negara-negara Teluk
Oman melalui Kementerian Luar Negeri mengecam serangan di wilayahnya dan menyebut tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab. Otoritas setempat juga menyatakan masih menyelidiki sumber dan motif serangan, tanpa memberi rincian lanjutan.
Di sisi lain, Arab Saudi dan Kuwait mengumumkan langkah pertahanan udara untuk mencegah ancaman drone masuk lebih jauh ke wilayah mereka. Rentetan intersepsi ini menunjukkan negara-negara Teluk meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan lintas batas yang sulit diprediksi.
Mengapa serangan ini penting secara geopolitik
Konflik yang memburuk di kawasan ini tidak lagi hanya menyasar tujuan militer, tetapi juga infrastruktur sipil dan industri strategis. Kondisi tersebut meningkatkan risiko perhitungan salah, karena setiap serangan balasan bisa memicu serangan berikutnya di wilayah yang lebih luas.
Zein Basravi dari Al Jazeera menilai pola serangan yang saling dibalas sangat mengkhawatirkan, terutama ketika jumlah serangan terhadap Iran terus naik dan konflik makin eskalatif. Ia juga menekankan bahwa jika eskalasi di Iran terus berlanjut, eskalasi di negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk atau GCC hampir tak terhindarkan.
Poin penting dari laporan ini
| Peristiwa | Keterangan |
|---|---|
| Klaim serangan IRGC | Rudal dan drone ke fasilitas aluminium di Bahrain dan UEA |
| Alasan yang diklaim | Balasan atas serangan AS-Israel terhadap infrastruktur industri Iran |
| Dampak di Bahrain | Dua pekerja terluka di fasilitas Alba |
| Dampak di UEA | Fasilitas EGA di Abu Dhabi rusak berat, enam orang terluka |
| Dampak regional | Serangan drone dan intersepsi di Oman, Arab Saudi, dan Kuwait |
Dampak lanjutan yang dipantau pasar
Jika gangguan terhadap fasilitas aluminium dan pelabuhan terus berlanjut, pasar akan melihat tekanan pada biaya logistik, asuransi pengiriman, dan keamanan rantai pasok regional. Situasi ini juga bisa memengaruhi sentimen investor terhadap sektor industri dan transportasi di negara-negara Teluk, terutama bila serangan serupa kembali terjadi dalam waktu dekat.
Di tengah ketegangan yang masih tinggi, perhatian kini tertuju pada langkah Iran, respons keamanan Bahrain dan UEA, serta upaya negara-negara Teluk menjaga jalur perdagangan dan fasilitas industri tetap beroperasi di bawah ancaman serangan drone dan rudal.









