Kapal Bantuan Meksiko yang Sempat Hilang, Kini Terdeteksi Menuju Havana

Dua kapal layar asal Meksiko yang sempat hilang kontak saat mengantar bantuan kemanusiaan ke Kuba akhirnya ditemukan dan telah bersandar dengan selamat di pelabuhan Havana, menurut angkatan laut Meksiko. Kapal bernama “Friendship” dan “Tigermoth” sempat memicu operasi pencarian setelah komunikasi dengan otoritas Meksiko terputus pada hari keberangkatan mereka dilaporkan bermasalah.

Kapal ditemukan lewat pemantauan udara dan radio

Sekretariat Angkatan Laut Meksiko atau SEMAR menyebut kedua kapal itu terdeteksi sekitar 80 mil laut dari Havana menggunakan pesawat militer. Setelah lokasi mereka diketahui, komunikasi dengan awak kapal kembali terjalin melalui radio, dan kapal kemudian melanjutkan pelayaran hingga tiba di pelabuhan.

Misi bantuan kemanusiaan ke Kuba

Kedua yacht itu merupakan bagian dari konvoi Nuestra América, yaitu gerakan bantuan internasional yang dihimpun oleh kelompok dan individu dari Amerika Latin dan Eropa. Konvoi ini berangkat dari Isla Mujeres di kawasan Karibia Meksiko pada Sabtu dan dijadwalkan tiba di Kuba pada rentang akhir pekan berikutnya.

Adnaan Stumo, koordinator konvoi, mengatakan kepada CNN bahwa kedatangan kapal di Havana menjadi penuntasan misi pengiriman bantuan material untuk warga Kuba. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Angkatan Laut Meksiko atas dukungan yang membantu memastikan keselamatan seluruh awak.

Isi bantuan yang dibawa kapal

Konvoi ini mengangkut bantuan kemanusiaan yang ditujukan untuk warga Kuba yang tengah menghadapi tekanan ekonomi dan krisis energi. Dalam gelombang pengiriman sebelumnya, kapal utama konvoi tiba di Havana membawa 14 ton makanan dan obat-obatan, 73 panel surya, serta belasan sepeda.

Berikut ringkasan bantuan yang dilaporkan dalam misi ini:

  1. 14 ton makanan dan obat-obatan
  2. 73 panel surya
  3. Sejumlah sepeda untuk kebutuhan mobilitas
  4. Pengiriman tambahan melalui jalur pesawat pada tahap awal misi

Krisis listrik memperburuk kebutuhan bantuan

Pengiriman bantuan ini berlangsung di tengah kondisi Kuba yang mengalami tekanan berat setelah suplai minyaknya terhambat. Dampaknya terasa langsung pada jaringan listrik tua di negara itu, yang sangat bergantung pada bahan bakar untuk tetap beroperasi.

Pada akhir pekan lalu, Kuba kembali mengalami pemadaman listrik nasional besar-besaran untuk kedua kalinya dalam waktu kurang dari sepekan. Lebih dari 10 juta penduduk sempat kehilangan listrik setelah jaringan kelistrikan mengalami “total disconnection”, menurut laporan yang dikutip.

Konvoi internasional terus bergerak

Konvoi Nuestra América menyebut diri sebagai koalisi internasional yang berfokus pada pengiriman bantuan kemanusiaan penting bagi warga Kuba. Gerakan ini juga terinspirasi oleh Sumud Global Flotilla, yang sebelumnya berupaya mengirim bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Adnaan Stumo menegaskan bahwa pesan solidaritas dalam misi ini tidak berhenti di batas negara. Ia mengatakan bantuan tersebut menjadi simbol dukungan lintas samudra bagi rakyat Kuba yang masih menghadapi kondisi sulit akibat krisis energi dan ekonomi yang berkepanjangan.

Kedatangan “Friendship” dan “Tigermoth” di Havana menutup keresahan soal hilangnya kontak di laut, sekaligus memastikan rangkaian bantuan kemanusiaan itu tetap sampai ke tujuan di tengah situasi yang masih penuh tekanan bagi warga Kuba.

Berita Terkait

Back to top button