Houthis Masuk Perang, AS Kerahkan Kekuatan Tambahan ke Timur Tengah

Houthis masuk ke medan konflik

Konflik antara Iran dan Israel memasuki hari ke-29 dengan eskalasi baru yang memperluas perang ke lebih banyak titik di Timur Tengah. Kelompok Houthi di Yaman, yang didukung Iran, menyatakan telah meluncurkan dua serangan rudal balistik ke Israel hanya dalam hitungan jam.

Keterlibatan Houthi membuat risiko konflik naik karena kelompok itu punya kemampuan mengancam jalur pelayaran penting di Laut Merah. Bab al-Mandab, selat sempit yang menghubungkan Laut Merah dan Samudra Hindia, menjadi titik strategis yang dapat terdampak langsung jika serangan saling balas terus meluas.

Kapal perang AS dan penumpukan kekuatan militer

Di saat ketegangan meningkat, kapal USS Tripoli yang membawa 3.500 pelaut dan Marinir AS tiba di Timur Tengah. Kehadiran kapal itu memberi Pentagon lebih banyak opsi saat Washington menimbang langkah berikutnya dalam perang yang masih bergerak cepat.

Sumber militer menyebut satuan seperti ini kerap dipakai untuk berbagai skenario, termasuk evakuasi skala besar dan operasi amfibi. Pada saat yang sama, pejabat AS mengatakan pengerahan tambahan dilakukan agar Presiden AS siap menghadapi “multiple contingencies” tanpa mengirim pasukan darat.

Serangan ke infrastruktur meluas

Serangan udara dan rudal juga menyasar infrastruktur di Iran dan kawasan Teluk Persia. Israel menyatakan telah menyerang dua fasilitas nuklir di Iran, yaitu pabrik uranium di Yazd dan reaktor Arak yang tidak aktif, serta dua pabrik baja.

Badan Energi Atom Internasional atau IAEA menyebut tidak ada risiko radiasi yang dilaporkan setelah serangan itu. Di sisi lain, sebuah perusahaan aluminium besar internasional mengatakan fasilitas smelternya mengalami kerusakan “signifikan” akibat serangan rudal dan drone Iran di Abu Dhabi, sementara kebakaran besar terjadi di Bandara Internasional Kuwait setelah serangan drone menghantam tangki bahan bakar.

Dampak kemanusiaan terus memburuk

Korban sipil dan petugas kesehatan terus bertambah seiring perang melebar. Organisasi Kesehatan Dunia menyebut sembilan paramedis tewas dan tujuh lainnya terluka dalam lima serangan terpisah Israel di Lebanon selatan, memperburuk krisis layanan kesehatan di wilayah itu.

WHO juga melaporkan empat rumah sakit dan lebih dari 50 pusat layanan kesehatan primer terpaksa tutup, sementara fasilitas lain beroperasi dengan kapasitas terbatas karena rusak. Di Lebanon, kementerian kesehatan mencatat 1.189 orang tewas, sedangkan Palang Merah Iran mengatakan lebih dari 1.900 orang telah tewas di Iran sejak perang dimulai.

Peta serangan dan respons regional

Berikut rangkuman perkembangan penting yang muncul pada hari ke-29 konflik:

  1. Houthi mengeklaim dua serangan rudal ke Israel.
  2. USS Tripoli tiba di Timur Tengah membawa 3.500 personel.
  3. Israel menyerang fasilitas nuklir dan industri di Iran.
  4. Serangan drone dan rudal menghantam Abu Dhabi, Kuwait, dan Oman.
  5. Serangan di Lebanon menewaskan tenaga medis dan wartawan.
  6. Pakistan bergerak sebagai mediator dan membuka jalur diplomasi dengan Iran.

Serangan di Lebanon juga menewaskan seorang reporter yang bekerja untuk jaringan milik Hizbullah, di tengah tuduhan Israel bahwa dia adalah “teroris” yang menyamar sebagai wartawan. Presiden Lebanon menyebut serangan itu sebagai “kejahatan terang-terangan”, memperkuat sorotan internasional terhadap risiko bagi jurnalis di zona perang.

Upaya diplomasi masih berjalan

Di tengah eskalasi militer, Pakistan tetap mendorong jalur diplomatik. Perdana Menteri Shehbaz Sharif dilaporkan berbicara selama satu jam dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Teheran menekankan pentingnya membangun kepercayaan untuk memudahkan dialog dan mediasi.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar juga mengatakan Iran akan mengizinkan 20 kapal Pakistan melintas di Selat Hormuz. Pakistan dijadwalkan menjadi tuan rumah pertemuan yang dihadiri para menteri luar negeri dari sejumlah kekuatan regional, langkah yang menunjukkan diplomasi masih dipertahankan meski medan perang terus meluas.

Sikap Washington dan kalkulasi berikutnya

Donald Trump menyebut perang dengan Iran “belum selesai” dan mengatakan AS masih punya ribuan target di Iran. Ia juga mendesak lebih banyak negara Timur Tengah bergabung ke Abraham Accords, sembari memberi sinyal bahwa NATO bisa menanggung beban yang lebih kecil jika aliansi itu enggan terlibat.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, mengatakan ia berharap pertemuan dengan Iran bisa berlangsung dalam pekan ini. Namun, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Washington belum menerima jawaban lengkap atas proposal 15 poin yang diajukan untuk mengakhiri perang, sementara media negara Iran melaporkan Teheran telah menolak tawaran itu.

Perang yang melebar ini sekarang tidak hanya soal serangan Israel dan Iran, tetapi juga soal ancaman terhadap pelayaran global, fasilitas energi, dan stabilitas kawasan yang semakin rapuh. Dengan Houthi masuk ke konflik, tambahan pasukan AS tiba di wilayah itu, dan serangan ke infrastruktur terus terjadi, arah perang dalam beberapa hari ke depan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan militer, tekanan diplomatik, dan kemampuan negara-negara regional menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.

Berita Terkait

Back to top button