Serangan udara besar yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel kembali menghantam sejumlah wilayah di Iran, termasuk Tehran dan Isfahan, saat otoritas Iran tetap menunjukkan sikap menantang dan menolak tekanan untuk mundur. Di tengah eskalasi itu, para komandan Garda Revolusi Iran atau IRGC memperingatkan bahwa mereka siap menghadapi perang atrisi, termasuk kemungkinan serangan darat dari AS.
Gelombang serangan terbaru memicu kerusakan di kawasan industri, fasilitas listrik, dan sejumlah titik strategis lain. Pemerintah Iran menyebut lebih dari 2.000 orang telah tewas sejak konflik dimulai, sementara puluhan infrastruktur sipil dan fasilitas penting ikut terdampak.
Serangan meluas ke Tehran, Isfahan, dan wilayah industri
Laporan dari lapangan menyebut serangan udara terjadi sebelum dan sesudah tengah malam, lalu berlanjut secara berkala sepanjang hari berikutnya. Ledakan juga memicu pemadaman listrik di beberapa area setelah serpihan dan gelombang kejut merusak jalur transmisi utama, meski gangguan itu kemudian dipulihkan dalam hitungan jam.
Di sekitar Karaj dan kota-kota lain di sekitarnya, kawasan industri ikut diserang. Militer Israel juga merilis peta udara baru untuk memperingatkan warga agar menjauhi area Vardavard di barat Tehran, yang dikenal sebagai lokasi beberapa perusahaan farmasi.
Fasilitas farmasi dan nuklir ikut jadi sasaran
Otoritas Iran melaporkan kerusakan berat pada perusahaan farmasi besar Tofigh Darou. Perusahaan itu disebut termasuk produsen penting bahan baku obat, termasuk obat kanker dan obat imunomodulator untuk pasien multiple sclerosis.
Iran memproduksi lebih dari 90 persen obatnya secara domestik akibat sanksi AS, sehingga serangan pada sektor farmasi berpotensi memperlemah rantai pasok kesehatan nasional. Selain itu, pesawat tempur AS dan Israel juga membom beberapa situs nuklir sipil, produsen baja utama, sumber listrik pendukungnya, serta pabrik petrokimia di berbagai titik.
Di Tehran, Iran University of Science and Technology juga disebut terkena serangan, padahal kampus itu pernah mengembangkan satelit pencitraan. Seorang profesor yang disebut ikut membantu program rudal Iran dilaporkan dibunuh bersama dua anaknya di rumah mereka di Tehran utara pekan lalu.
Isfahan diguncang ledakan besar
Di Iran bagian tengah, warga Isfahan melaporkan dentuman besar setelah sejumlah bom bunker-buster dijatuhkan di kawasan pegunungan dekat kota itu. Ledakan susulan menghasilkan cahaya terang di langit malam dan suara keras yang terdengar hingga ke berbagai penjuru kota.
Serangan tersebut menjadi salah satu ledakan terbesar yang dicatat sejak perang berlangsung lebih dari sebulan lalu. Dampaknya memunculkan kekhawatiran baru terhadap infrastruktur militer yang diduga disasar di wilayah padat penduduk.
Zanjan melaporkan korban jiwa
Di Zanjan, barat laut Iran, media lokal menayangkan gambar kerusakan besar setelah sebuah bangunan yang disebut sebagai departemen administratif dari Hosseinieh Azam terkena serangan. Pemerintah setempat menyebut sedikitnya empat orang tewas dan lainnya luka-luka.
Nama korban belum diumumkan secara rinci oleh otoritas daerah. Namun insiden itu menambah daftar lokasi sipil dan semi-sipil yang ikut terdampak dalam gelombang serangan lintas wilayah.
IRGC tetap menolak mundur
Meski tekanan militer meningkat, pimpinan IRGC terus menyampaikan pernyataan keras melalui media negara. Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya menyebut musuh Iran “dipermalukan dan berada di jalur kehancuran”, seraya menanggapi wacana serangan darat AS di pulau-pulau strategis di selatan Iran.
Ebrahim Zolfaghari juga mengatakan bahwa upaya merebut dominasi Selat Hormuz lewat serangan militer adalah “keinginan yang akan mereka bawa ke kubur”. Pernyataan itu muncul saat sebuah serangan drone Iran memicu kebakaran pada kapal tanker Kuwait di Pelabuhan Dubai.
Pernyataan pejabat dan manuver militer Iran
IRGC juga menayangkan rekaman rudal balistik yang ditembakkan ke Israel dan wilayah lain di kawasan, bersama klaim penembakan jatuh dua drone canggih MQ-9 Reaper milik militer AS. Kelompok itu mengatakan serangan balasan juga akan diarahkan ke perusahaan teknologi yang memiliki hubungan dengan AS dan Israel di kawasan.
Di televisi negara, sejumlah analis malah menyebut invasi darat justru bisa memberi keuntungan militer bagi Iran karena pasukan AS akan menghadapi posisi pertahanan IRGC yang sudah diperkokoh. Ali Fadavi, salah satu komandan senior IRGC, menyebut kapal-kapal Amerika sebagai titik paling rentan pihak lawan.
Fadavi juga menuduh kapal perang AS mengirim “sinyal palsu” dari transponder mereka dan berada lebih jauh dari pantai Iran daripada yang ditampilkan. Menurut dia, kondisi itu menunjukkan kesiapan penuh pasukan Iran.
Daftar perkembangan utama yang dilaporkan
- Serangan AS dan Israel menghantam Tehran, Isfahan, Zanjan, dan kawasan industri lain.
- Listrik di beberapa area Tehran sempat padam akibat kerusakan jalur transmisi utama.
- Fasilitas farmasi Tofigh Darou dilaporkan mengalami kerusakan berat.
- Serangan bunker-buster di sekitar Isfahan memicu ledakan susulan besar.
- Sedikitnya empat orang tewas dalam serangan terhadap bangunan di Zanjan.
- IRGC menolak ancaman AS dan menyatakan siap menghadapi eskalasi lebih jauh.
Pemerintah Iran perketat tekanan di dalam negeri
Di tengah perang, otoritas Iran juga meningkatkan tekanan terhadap suara-suara yang dianggap membangkang. Pengadilan mengonfirmasi dua eksekusi baru pada pagi hari, dengan tuduhan bahwa keduanya adalah anggota bersenjata dari kelompok Mojahedin-e-Khalq atau MEK.
Langkah itu menyusul eksekusi lain dalam beberapa pekan terakhir, termasuk yang dikaitkan dengan gelombang protes nasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok hak asasi menuduh pemerintah melakukan penindasan besar-besaran terhadap demonstran damai, sementara otoritas Iran menyalahkan “teroris” dan “perusuh” yang disebut didukung AS dan Israel.
Indikasi represi dan tuduhan kolaborasi
Juru bicara kehakiman Iran, Alireza Jahangir, mengatakan dakwaan baru telah dijatuhkan terhadap 200 orang yang dituduh membantu AS dan Israel. Mereka disebut mengirim rekaman serangan udara ke media berbasis luar negeri dalam pembangkangan terhadap pemerintah teokratis.
Kehakiman juga menegaskan bahwa hukuman untuk kasus keamanan nasional dapat mencakup penyitaan total aset dan hukuman mati. Sejumlah selebritas dan pebisnis Iran di dalam maupun luar negeri sebelumnya juga dilaporkan kehilangan aset karena dianggap menentang Republik Islam.
Pemerintah Pezeshkian mulai bergerak di tengah perang
Kabinet Presiden Masoud Pezeshkian menggelar rapat pertama sejak perang dimulai, dengan foto pertemuan menunjukkan lokasi sementara yang disamarkan dan didekorasi kain biru. Pertemuan itu memperlihatkan upaya pemerintah menjaga kesinambungan administrasi di tengah situasi keamanan yang memburuk.
Media Israel Channel 14 melaporkan bahwa Pezeshkian disebut mendorong jalur negosiasi dengan AS, sementara Donald Trump mengklaim pembicaraan telah maju. Namun laporan yang sama menyebut kepala IRGC Ahmad Vahidi menolak memberi konsesi kepada AS dan Israel, sedangkan Iran belum menanggapi laporan tersebut.
Dalam rapat kabinet itu, Pezeshkian dikutip mengatakan setiap keputusan untuk mengakhiri perang akan diambil dengan mempertimbangkan seluruh kondisi dan kerangka yang menjamin martabat, keamanan, serta kepentingan bangsa Iran. Otoritas Iran sendiri menuntut jaminan dan reparasi sebagai bagian dari syarat yang mereka ajukan dalam situasi konflik yang terus memanas.









