Tiongkok Desak Trump Hentikan Serangan ke Iran, Ketegangan Selat Hormuz Meningkat

Tiongkok kembali mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghentikan operasi militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Beijing menilai serangan dan ancaman eskalasi dari Washington tidak akan menyelesaikan masalah, justru berisiko memperluas konflik dan mengganggu stabilitas kawasan.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menyampaikan seruan itu dalam konferensi pers di Beijing, Kamis (2/4). Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang berkonflik harus segera menghentikan operasi militer agar ruang diplomasi tetap terbuka.

Tiongkok soroti dampak eskalasi militer

Beijing menyebut operasi militer justru menjadi sumber ketegangan yang memperburuk situasi di kawasan Teluk. Dalam pernyataannya, Tiongkok menilai langkah militer ilegal AS-Israel terhadap Iran telah menciptakan gangguan besar bagi stabilitas regional.

Mao Ning mengatakan penghentian aksi militer akan membantu memulihkan perdamaian dan stabilitas di Teluk. Ia juga menyoroti pentingnya jalur pelayaran internasional yang aman dan tetap terbuka bagi perdagangan global.

Trump mengancam serangan lebih keras

Di sisi lain, Donald Trump menyatakan negaranya akan memberi tekanan lebih besar kepada Iran. Ia bahkan menyinggung kemungkinan serangan yang lebih keras dalam dua hingga tiga pekan ke depan, meski tidak merinci bentuk operasi yang dimaksud.

Trump juga mengklaim telah melakukan pembicaraan dengan Iran mengenai kemungkinan kesepakatan antara kedua negara. Pernyataan itu muncul di saat ketegangan politik dan militer antara Washington dan Teheran kembali menjadi perhatian utama dunia.

Mengapa Selat Hormuz menjadi sorotan

Selat Hormuz memegang peran penting dalam distribusi energi dan perdagangan internasional. Jalur sempit itu menjadi salah satu titik paling sensitif di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dan komoditas global.

Tiongkok menilai setiap peningkatan konflik di sekitar Selat Hormuz dapat memicu dampak luas terhadap ekonomi dunia. Berikut poin yang menjadi perhatian utama dalam situasi ini:

  1. Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan energi global.
  2. Gangguan di kawasan itu bisa memengaruhi harga minyak dunia.
  3. Eskalasi militer berpotensi menghambat arus pelayaran internasional.
  4. Stabilitas kawasan Teluk sangat berpengaruh pada rantai pasok global.

Posisi Beijing dalam konflik Iran-AS

Tiongkok secara konsisten menyerukan penyelesaian lewat dialog dan penahanan diri dari semua pihak. Dalam situasi terbaru, Beijing menempatkan operasi militer sebagai faktor yang memperbesar risiko konflik dan bukan solusi atas ketegangan yang ada.

Pernyataan Mao Ning juga memperlihatkan kekhawatiran Tiongkok terhadap dampak langsung dan tidak langsung dari konflik tersebut. Selain menyangkut keamanan regional, ketegangan di sekitar Selat Hormuz dapat memicu gejolak pasar energi yang dirasakan banyak negara, termasuk Tiongkok sendiri.

Dampak yang dipantau dunia internasional

Ketegangan AS-Iran selalu menjadi perhatian komunitas internasional karena berhubungan dengan keamanan regional, pasokan energi, dan stabilitas perdagangan. Jika eskalasi berlanjut, negara-negara lain berpotensi ikut terdampak melalui kenaikan biaya logistik, tekanan harga minyak, hingga ketidakpastian pasar.

Dalam konteks itu, seruan Tiongkok agar Trump menghentikan operasi militer mencerminkan upaya mendorong deeskalasi sebelum situasi berkembang lebih jauh. Beijing menilai menjaga perdamaian di Teluk jauh lebih penting daripada mempertahankan tekanan militer yang berisiko memicu konflik lebih besar.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button