China dan Pakistan menyerukan gencatan senjata segera di Teluk dan kawasan Timur Tengah, sembari mendesak dimulainya pembicaraan damai secepatnya. Dua negara itu juga menekankan perlunya mengembalikan navigasi normal di Selat Hormuz, jalur laut strategis yang menjadi titik penting bagi perdagangan energi global.
Seruan itu disampaikan saat para menteri luar negeri kedua negara bertemu di Beijing. Dalam pernyataan bersama, China dan Pakistan menilai dialog serta diplomasi sebagai satu-satunya cara yang layak untuk menyelesaikan konflik, di tengah perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang sudah memasuki minggu kelima.
Dorongan untuk jalur damai
China dan Pakistan mengajukan inisiatif lima poin yang menekankan pentingnya negosiasi dan penyelesaian sengketa secara damai. Keduanya juga meminta semua pihak menghormati kedaulatan, integritas wilayah, kemerdekaan nasional, dan keamanan Iran serta negara-negara Teluk.
Inisiatif itu turut menegaskan perlunya perlindungan terhadap warga sipil, infrastruktur sipil, dan fasilitas nuklir yang bersifat damai. Pesan ini muncul ketika ketegangan kawasan meningkat dan risiko meluasnya dampak konflik semakin besar bagi jalur perdagangan internasional.
Selat Hormuz jadi perhatian utama
Menteri Luar Negeri China Wang Yi dan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar juga menyoroti keamanan jalur pelayaran di sekitar Selat Hormuz. Mereka menyampaikan bahwa kapal dan awak yang terjebak di dalam maupun sekitar selat itu harus dipastikan aman.
China dan Pakistan meminta agar kapal sipil dan niaga dapat melintas dengan aman sesegera mungkin. Keduanya juga mendorong pemulihan navigasi normal di selat tersebut dalam waktu dekat, mengingat kawasan itu kini berada di pusat kekhawatiran energi dan pelayaran dunia.
Peran Pakistan sebagai mediator
Pakistan muncul sebagai salah satu pihak yang mencoba mendorong jalur diplomasi di tengah konflik. Negara itu diketahui memiliki perbatasan lebih dari 900 kilometer dengan Iran, serta hubungan yang sudah lama terbangun dengan Teheran.
Islamabad juga sebelumnya menyatakan siap memfasilitasi pembicaraan damai antara Washington dan Teheran. Posisi itu membuat Pakistan dipandang sebagai mediator yang relatif netral, meski tetap harus menjaga keseimbangan hubungan dengan berbagai pihak di kawasan.
Poin penting dari pernyataan China dan Pakistan
- Segera lakukan gencatan senjata di Teluk dan Timur Tengah.
- Mulai pembicaraan damai tanpa menunda.
- Jaga kedaulatan dan keamanan Iran serta negara-negara Teluk.
- Lindungi warga sipil, infrastruktur sipil, dan fasilitas nuklir damai.
- Pulihkan pelayaran normal di Selat Hormuz secepatnya.
Pernyataan itu juga datang setelah Pakistan menggelar pembicaraan dengan Turkiye, Mesir, dan Arab Saudi pada hari sebelumnya. Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump disebut melontarkan ancaman terhadap instalasi minyak dan listrik Iran jika Teheran tidak membuka Selat Hormuz.
China dukung upaya mediasi Pakistan
Wang Yi menyambut baik upaya Pakistan dalam mendorong mediasi. Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, Beijing mendukung dan berharap Pakistan bisa memainkan peran penting untuk meredakan ketegangan dan membantu menghidupkan kembali proses perundingan damai.
Wang juga menyatakan China siap bekerja bersama Pakistan untuk mengatasi hambatan dan menghentikan pertempuran secepat mungkin. Ia menambahkan bahwa kedua negara ingin menciptakan peluang bagi perdamaian dan membuka kembali ruang bagi pembicaraan yang lebih luas.
Selat Hormuz sendiri tetap menjadi titik krusial bagi pasokan energi dan arus perdagangan dunia, sehingga setiap gangguan di kawasan itu langsung memicu perhatian pasar dan pemerintah berbagai negara. Dalam situasi yang masih rapuh, dorongan China dan Pakistan untuk gencatan senjata dan kelancaran navigasi menempatkan diplomasi sebagai opsi paling mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.
