Apa yang terjadi di hari ke-35 serangan AS-Israel terhadap Iran?
Serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memasuki hari ke-35 dengan eskalasi yang meluas ke infrastruktur dekat ibu kota Tehran. Laporan dari lapangan menunjukkan serangan udara, serangan drone, tekanan diplomatik, dan dampak regional yang semakin besar di Teluk, Lebanon, Irak, dan Suriah.
Pada saat yang sama, situasi politik dan militer di Washington ikut memanas setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memecat panglima Angkatan Darat AS serta dua perwira senior lainnya. Langkah itu memunculkan dugaan adanya penataan ulang kepemimpinan militer di tengah perang yang terus melebar.
Serangan di Iran makin intens
Serangan gabungan AS dan Israel disebut menyasar sejumlah titik penting di sekitar Tehran dan wilayah lain di Iran. Di antara lokasi yang terkena adalah pusat riset medis Pasteur Institute, pabrik baja, dan sebuah jembatan dekat ibu kota.
Drone juga menghantam gudang bantuan Palang Merah di provinsi Bushehr. Pejabat AS mengatakan jembatan itu digunakan untuk mengangkut material bagi drone militer Iran, tetapi Tehran menegaskan sasaran itu adalah infrastruktur sipil.
Iran membantah narasi tersebut dan menilai jika objeknya benar-benar sipil, maka serangan itu bisa melanggar hukum internasional. Di tengah serangan berlanjut, otoritas Iran menyebut perang akan terus berjalan sampai lawan mereka menghadapi “penghinaan” dan “penyerahan diri”.
Korban sipil dan kerusakan infrastruktur
Dampak kemanusiaan di Iran terus bertambah. Setidaknya 2.076 orang dilaporkan tewas dan 26.500 lainnya terluka sejak perang dimulai, sementara lebih dari 600 sekolah dan pusat pendidikan disebut ikut terdampak.
Kerusakan pada fasilitas publik dan ekonomi juga meluas ke berbagai sektor. Serangan terhadap fasilitas industri, jalur transportasi, dan pusat layanan kemanusiaan membuat kemampuan Iran menjaga layanan dasar di sejumlah wilayah semakin tertekan.
Kabar pesawat tempur AS ditembak jatuh
Media pemerintah Iran melaporkan sebuah jet tempur AS ditembak jatuh pada Jumat di wilayah Iran tengah. Dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya membenarkan laporan itu kepada Reuters, dan militer AS kemudian melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Sejumlah laporan media AS menyebut salah satu awak pesawat berhasil diselamatkan, tetapi nasib awak lainnya belum diketahui. Jika terkonfirmasi penuh, insiden ini akan menjadi salah satu momen paling sensitif dalam eskalasi langsung antara AS dan Iran.
Diplomasi masih bergerak, tetapi jalannya terhambat
Pakistan menyatakan tetap berupaya mendorong Washington dan Tehran menuju penghentian perang, meski mengakui ada banyak hambatan. Pernyataan itu muncul beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan membom Iran jika Tehran tidak menerima syarat-syarat Washington.
Di saat yang sama, Departemen Luar Negeri AS menegaskan Trump tetap membuka pintu diplomasi. Namun Washington masih menuduh Iran berusaha memperoleh senjata nuklir, tuduhan yang terus menjadi pusat ketegangan kedua negara.
Tekanan di Selat Hormuz dan pasar energi
Inggris menggelar pembicaraan dengan sekitar 40 negara untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur itu sangat penting karena sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewatinya.
Blokade Iran terhadap selat tersebut telah menghentikan sebagian besar pengiriman dan mendorong harga minyak menembus di atas 100 dolar AS per barel. Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk bahkan meminta Dewan Keamanan PBB mengizinkan penggunaan kekuatan guna melindungi jalur strategis itu.
Berikut ringkasan dinamika diplomasi dan keamanan yang sedang berlangsung:
- Pakistan masih mendorong dialog Washington-Tehran.
- Inggris mencari dukungan internasional untuk membuka kembali Hormuz.
- AS menatap opsi militer untuk mengamankan jalur pelayaran.
- Rusia dan Turki menyerukan gencatan senjata segera.
- Filipina memperoleh jaminan lewat dari Iran untuk kapal berbendera Filipina.
Situasi di Teluk ikut memburuk
Getaran perang tidak hanya terasa di Iran. Di Uni Emirat Arab, serpihan jatuh dan menewaskan seorang pekerja pertanian asal Bangladesh.
Di Bahrain, sirene berbunyi berulang kali dan warga diminta berlindung. Di Arab Saudi, Kementerian Pertahanan mengatakan berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang masuk.
Kuwait juga melaporkan dampak serangan drone, termasuk kebakaran di Bandara Internasional Kuwait yang sudah padam. Kantor berita resmi Kuwait menyebut serangan lain mengenai kilang Mina al-Ahmadi serta fasilitas listrik dan desalinasi air.
Langkah keamanan baru di Eropa dan Teluk
Inggris mengirim sistem pertahanan drone jarak pendek RapidRanger ke kawasan Teluk. Langkah ini menunjukkan kekhawatiran negara-negara Barat bahwa perang dapat menarik lebih banyak infrastruktur regional ke dalam sasaran serangan.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni juga memulai kunjungan mendadak ke Arab Saudi dalam tur Teluk untuk memperkuat “keamanan energi nasional”. Di Dubai, seluruh misa dibatalkan oleh dua gereja Katolik karena situasi perang yang belum membaik.
Kondisi di Amerika Serikat dan militer
Di Washington, Trump meningkatkan ancaman terhadap Tehran dengan menyebut Iran bisa dibom kembali ke “zaman batu”. Ia juga mengatakan militer AS “bahkan belum mulai” menyasar infrastruktur penting, termasuk jembatan, pembangkit listrik, dan fasilitas energi jika Iran menolak syarat AS.
AS sendiri telah kehilangan 13 personel dalam pertempuran dan dua lainnya karena sebab non-tempur, dengan lebih dari 200 tentara terluka. Di sisi lain, kapal induk USS Gerald R Ford meninggalkan Kroasia setelah lima hari perbaikan pascakebakaran di atas kapal.
Pemecatan Jenderal Randy George, serta dua pejabat senior lain, menambah spekulasi soal perubahan besar dalam struktur komando militer AS. Di tengah perang yang melebar, keputusan itu dipandang sebagai sinyal bahwa Gedung Putih ingin menyelaraskan kepemimpinan militer dengan agenda Trump.
Dampak di Israel, Lebanon, Irak, dan Suriah
Di Israel, sirene serangan udara kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di kawasan Tel Aviv. Sekolah dipindahkan ke sistem daring dan Bandara Ben Gurion beroperasi dengan kapasitas terbatas saat Israel bersiap menghadapi perang yang lebih panjang.
Di front utara, pertempuran dengan Hezbollah tetap intens. Kelompok yang didukung Iran itu mengklaim melakukan 60 operasi militer terhadap Israel dalam satu hari, termasuk tembakan roket dan serangan yang disebut melumpuhkan empat tank Israel.
Militer Israel mengatakan sudah menyerang lebih dari 3.500 target di Lebanon sejak pertempuran dengan Hezbollah kembali memanas. Sementara itu, badan internasional memperingatkan risiko pemindahan penduduk di Lebanon semakin mengkhawatirkan karena desa-desa di selatan disebut hancur berat.
Di Irak, kelompok bersenjata Saraya Awliya al-Dam mengaku melakukan enam serangan terhadap fasilitas militer AS dalam 24 jam. Di Suriah, Israel memperluas serangan ke wilayah selatan, sementara pemerintah Suriah mengatakan berhasil menemukan dan menutup dua terowongan penyelundupan senjata ke Hezbollah.
Apa arti hari ke-35 bagi perang ini
Hari ke-35 menunjukkan bahwa perang tidak lagi terbatas pada Iran dan Israel semata. Rantai dampaknya sudah menyentuh jalur energi global, keamanan maritim, jaringan bantuan sipil, hingga stabilitas politik di beberapa negara kawasan.
Dengan serangan yang terus melebar, diplomasi yang tersendat, dan ancaman balasan yang masih terbuka, tekanan internasional kini berpusat pada apakah jalur Hormuz bisa tetap aman dan apakah ada ruang untuk menghentikan eskalasi sebelum kerusakan regional menjadi lebih besar.









