Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un terlihat mengelus anak anjing dan anak kucing saat meninjau distrik perumahan baru di Pyongyang bersama putrinya, Ju Ae, menurut laporan media pemerintah. Kunjungan itu menyoroti upaya rezim Pyongyang menampilkan fasilitas gaya hidup baru di kawasan Hwasong, yang berkembang cepat melalui proyek pembangunan perumahan berskala besar.
Distrik Hwasong berdiri di atas lahan yang sebelumnya didominasi pertanian dan kini memuat sekitar 40.000 unit rumah dari rangkaian proyek yang dimulai atas perintah Kim sejak masa lalu. Kantor berita resmi KCNA menyebut jalan-jalan di kawasan itu dipenuhi “kegembiraan dan antusiasme” warga yang menempati rumah baru, sementara berbagai fasilitas layanan lain juga dipersiapkan untuk dibuka.
Kunjungan ke toko hewan peliharaan jadi sorotan
Kim dan Ju Ae mengunjungi sebuah toko hewan peliharaan di distrik tersebut, tempat Kim mengatakan jumlah keluarga yang memelihara hewan di ibu kota dan daerah lain kini semakin meningkat. Ia juga menyebut toko baru itu dibangun untuk menjual hewan peliharaan, aksesori, dan menyediakan layanan khusus bagi pemilik hewan.
Foto yang dirilis media pemerintah memperlihatkan Ju Ae tampak gembira saat melihat kucing, bahkan mengelus seekor kucing yang berada di atas menara permainan. Dalam gambar lain, Kim menggendong seekor anak anjing putih sementara para pejabat berdiri di sekitarnya dengan senyum lebar, dan Ju Ae duduk di sampingnya sambil menyaksikan.
Pesan politik di balik fasilitas gaya hidup
Dalam laporan KCNA, Kim menekankan perlunya meningkatkan produksi berbagai perlengkapan perawatan hewan, pakan, dan obat hewan. Ia juga meminta langkah-langkah untuk menaikkan produksi di masa depan, yang menunjukkan bahwa sektor kecil seperti perlengkapan hewan peliharaan turut masuk dalam agenda pembangunan yang dipamerkan negara.
Kunjungan itu tidak berhenti di toko hewan peliharaan. Kim dan putrinya juga mampir ke toko alat musik, dengan citra resmi yang memperlihatkan mereka tengah melihat gitar dan saksofon, lalu ke salon rambut sebagai bagian dari rangkaian peninjauan fasilitas layanan di distrik baru itu.
Fasilitas publik dan citra “peradaban sosialis”
Kim mengatakan pengelolaan fasilitas rekreasi yang baik akan menjadi fondasi berharga bagi perkembangan “peradaban sosialis”. Ia juga menyebut fasilitas kesejahteraan penting untuk menciptakan lingkungan budaya dan higienis serta ruang hidup yang lebih beradab di kawasan perkotaan.
Berikut poin utama yang disorot media pemerintah dalam peninjauan tersebut:
- Toko hewan peliharaan baru di kawasan Hwasong.
- Penekanan pada peningkatan produksi pakan, alat perawatan, dan obat hewan.
- Toko alat musik untuk kebutuhan hiburan warga.
- Salon rambut sebagai bagian dari fasilitas layanan perkotaan.
- Pesan resmi tentang pembangunan “gaya hidup” dan “budaya layanan” ala Korea Utara.
Pembangunan kawasan Hwasong menjadi bagian dari dorongan konstruksi yang lebih luas di Pyongyang dan wilayah lain, di tengah negara yang lama terisolasi secara diplomatik dan tetap menghadapi dampak sanksi Barat serta kebijakan ekonomi yang sangat dikendalikan negara. Pemerintah Korea Utara berupaya menampilkan proyek-proyek perumahan dan layanan publik itu sebagai bukti peningkatan kesejahteraan, meski kondisi ekonomi nasional masih dinilai sulit.
Ju Ae kembali tampil di acara publik berprofil tinggi
Kehadiran Ju Ae dalam kunjungan ini kembali menarik perhatian karena dinas intelijen nasional Korea Selatan sebelumnya menyebut Pyongyang tampak mulai memprosesnya sebagai penerus Kim. Penilaian itu diperkuat oleh serangkaian penampilan publiknya dalam beberapa acara penting, termasuk saat menyaksikan uji peluncur roket berkemampuan nuklir, menembakkan pistol, dan mencoba tank baru Korea Utara dalam latihan militer berskala besar.
Kim memerintahkan toko-toko di kawasan itu dibuka untuk Day of the Sun, yaitu peringatan kelahiran Kim Il Sung, pendiri negara dan kakek Kim, pada pertengahan April. Pembukaan fasilitas di distrik baru Pyongyang itu memperlihatkan bagaimana Korea Utara memadukan pesan pembangunan kota, layanan warga, dan simbol politik dalam satu panggung publik yang sangat terkontrol.









