Hungaria dan Ukraina kembali saling tuding setelah dua ransel berisi bahan peledak dilaporkan ditemukan di dekat jalur pipa gas di Serbia utara, hanya beberapa hari sebelum pemilihan penting di Hungaria. Temuan itu segera memicu spekulasi politik, karena jalur tersebut memasok gas Rusia ke Hungaria dan berada di kawasan yang sensitif secara energi maupun keamanan.
Presiden Serbia Aleksandar Vučić mengatakan perangkat itu ditemukan pada hari Minggu di Kanjiza, sekitar beberapa ratus meter dari pipa gas. Ia menyebut isi ransel berupa “dua paket besar bahan peledak dengan detonator” dan menambahkan bahwa temuan itu bisa membahayakan banyak nyawa serta menimbulkan kerusakan besar pada infrastruktur kritis.
Ketegangan Politik Menjelang Pemilu
Isu keamanan itu langsung masuk ke arena politik Hungaria yang sedang memanas. Sekutu Perdana Menteri Viktor Orbán, Balázs Orbán, mengaitkan insiden tersebut dengan rangkaian peristiwa lain, termasuk penutupan jalur minyak dan serangan Nord Stream pada 2022, lalu menulis bahwa itu hanyalah “serangkaian kebetulan”.
Ia juga menuduh Ukraina ingin memaksa Hungaria meninggalkan posisi pro-perdamaian dan mendukung perang. Pemerintah Ukraina membantah keras tuduhan itu dan menyatakan tidak memiliki kaitan dengan temuan di Serbia.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, mengatakan di X bahwa upaya mengaitkan Ukraina dengan insiden tersebut adalah keliru. Ia menambahkan bahwa peristiwa ini kemungkinan besar merupakan operasi false-flag Rusia sebagai bagian dari campur tangan Moskow dalam pemilu Hungaria.
Respons dari Partai Oposisi
Pemimpin oposisi Tisza, Péter Magyar, juga menanggapi temuan itu dengan curiga. Ia menyebut ada orang-orang yang lebih dulu mengatakan sesuatu akan “secara kebetulan” terjadi di pipa gas di Serbia menjelang pemilu Hungaria.
Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana isu energi dan keamanan kini bercampur dengan pertarungan politik domestik. Dalam kampanye yang ketat, setiap perkembangan di kawasan perbatasan dapat dipakai untuk memperkuat narasi masing-masing kubu.
Mengapa Pipa Gas Ini Sangat Sensitif
Serbia dan Hungaria masih sangat bergantung pada pasokan energi dari Rusia. Ketergantungan itu membuat keduanya kerap berbeda pandangan dengan sejumlah negara Eropa lain yang berupaya mengurangi impor energi Rusia.
Berikut beberapa faktor yang membuat kasus ini sensitif:
- Pipa itu membawa gas Rusia menuju Hungaria.
- Temuan terjadi dekat perbatasan dan jalur pasokan strategis.
- Serbia dan Hungaria sama-sama menjaga hubungan erat dengan Moskow.
- Isu energi langsung berkelindan dengan kampanye pemilu Hungaria.
Menteri Luar Negeri Hungaria Péter Szijjártó membandingkan temuan ransel itu dengan serangan Nord Stream yang ia tuduhkan kepada Ukraina. Kyiv berulang kali membantah terlibat dalam serangan bawah laut tersebut, yang memicu kebocoran besar pada pipa gas penghubung Rusia dan Jerman di Laut Baltik.
Serbia, Hungaria, dan Kedekatan dengan Moskow
Vučić dan Orbán dikenal memiliki hubungan dekat dengan Rusia. Bulan lalu, Serbia bahkan mendapatkan tambahan pasokan gas Rusia selama tiga bulan setelah pembicaraan antara Vučić dan Presiden Vladimir Putin.
Orbán juga kerap mengeluhkan bahwa Ukraina membatasi aliran minyak Hungaria melalui jalur pipa Rusia yang melewati wilayah Ukraina. Pada akhir pekan, ia memposting video yang memperingatkan bahwa “krisis energi berat sedang mendekat, dan semakin cepat dari hari ke hari,” sambil mendesak Uni Eropa menangguhkan sanksi atas impor energi Rusia.
Hungaria sendiri memanfaatkan pengecualian dari sanksi Uni Eropa untuk memperdalam ketergantungan pada bahan bakar fosil Rusia. Situasi ini membuat isu energi tetap menjadi bagian penting dalam strategi politik Orbán, terutama saat ia berusaha memperpanjang kekuasaan yang sudah berjalan selama 16 tahun.
Peta Persaingan Pemilu Hungaria
Menurut jajak pendapat yang dirilis pekan lalu, partai Fidesz pimpinan Orbán tertinggal dari Tisza yang berhaluan tengah-kanan. Meski demikian, masih ada porsi pemilih yang belum menentukan pilihan, sehingga hasil akhir belum sepenuhnya pasti.
Orbán juga berusaha menggambarkan lawannya sebagai pihak yang dekat dengan Brussels dan Kyiv. Narasi itu digunakan untuk meyakinkan pemilih bahwa dukungan kepada Tisza sama dengan membuka jalan bagi perang, sebuah pesan yang terus diulang di tengah kampanye yang makin keras.
Fakta Utama yang Menonjol dari Insiden Ini
- Dua ransel berisi bahan peledak ditemukan di Kanjiza, Serbia utara.
- Lokasinya berada beberapa ratus meter dari pipa gas menuju Hungaria.
- Otoritas Serbia menyebut ada detonator di dalam paket tersebut.
- Pemerintah Hungaria dan Ukraina saling menolak tuduhan.
- Oposisi Hungaria menilai insiden itu bisa saja dimanfaatkan untuk kepentingan elektoral.
- Isu ini muncul saat survei menempatkan Fidesz di bawah Tisza.
Di tengah kampanye yang semakin tajam, temuan bahan peledak di dekat jalur gas itu menambah lapisan baru pada perselisihan yang sudah lama berlangsung antara Hungaria, Ukraina, dan para sekutu politik masing-masing. Dengan emosi politik yang tinggi dan energi yang masih sangat bergantung pada Rusia, setiap perkembangan di perbatasan kini dapat berdampak jauh lebih luas daripada sekadar masalah keamanan lapangan.
