Ukraina dan Suriah sepakat memperkuat kerja sama keamanan dalam pembicaraan di Damaskus, saat Kyiv makin aktif menawarkan pengalaman militernya ke kawasan Timur Tengah. Presiden Volodymyr Zelenskiy menyampaikan kesepakatan itu setelah bertemu Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dan membahas isu pertahanan, energi, infrastruktur, serta stabilitas regional.
Zelenskiy menulis di Telegram bahwa kedua pihak sepakat untuk bekerja sama demi memberikan lebih banyak keamanan dan peluang pembangunan bagi masyarakat mereka. Dalam rangkaian kunjungan ke Timur Tengah, langkah ini menandai upaya Ukraina memperluas diplomasi pertahanan di tengah situasi kawasan yang masih dipengaruhi ketegangan terkait Iran.
Fokus pembahasan keamanan dan pertahanan
Pertemuan di Damaskus tidak hanya membahas hubungan bilateral, tetapi juga dinamika keamanan yang lebih luas di kawasan. Zelenskiy mengatakan diskusi berlangsung secara menyeluruh dan mencakup kondisi regional akibat perkembangan di sekitar Iran, selain persoalan pertahanan dan keamanan.
Dalam unggahan lanjutannya, Zelenskiy menyebut ada pembicaraan tiga pihak yang turut melibatkan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan. Kehadiran Turki menunjukkan bahwa kerja sama ini diposisikan sebagai bagian dari pembicaraan regional yang lebih luas, bukan sekadar hubungan dua negara.
Pengalaman Ukraina di pertahanan udara menjadi nilai tawar
Ukraina selama perang panjangnya dengan Rusia mengembangkan keahlian untuk menghadapi serangan drone dan rudal. Pengalaman itu kini ditawarkan Kyiv kepada negara-negara Timur Tengah yang menghadapi ancaman serupa dari aktor-aktor yang terkait dengan Iran.
Beberapa pekan terakhir, Zelenskiy memang aktif mengunjungi negara-negara di kawasan tersebut. Pemerintah Ukraina melihat ruang untuk memperluas kerja sama pertahanan, terutama karena banyak negara di Timur Tengah mulai mencari sistem perlindungan yang lebih efektif terhadap ancaman udara modern.
Alasan strategi Ukraina di Timur Tengah
Pendekatan Kyiv ke kawasan ini memiliki beberapa tujuan yang saling terkait. Berikut poin utamanya:
- memperluas dukungan diplomatik di luar Eropa
- menawarkan keahlian pertahanan udara yang sudah teruji
- membuka kerja sama energi dan infrastruktur
- memperkuat posisi Ukraina dalam isu keamanan regional
- membangun hubungan ekonomi jangka panjang dengan mitra baru
Strategi ini juga memperlihatkan bahwa Ukraina tidak hanya fokus pada medan perang di Eropa Timur, tetapi juga mencoba membangun kemitraan yang lebih luas untuk menopang ketahanan nasionalnya.
Suriah dan kebutuhan perlindungan udara
Zelenskiy menyebut Suriah tidak dikenal memiliki pertahanan udara yang mampu menghadapi drone atau rudal Iran. Pernyataan itu menegaskan bahwa kerja sama keamanan dengan Ukraina berpotensi memiliki nilai praktis bagi Damaskus, terutama jika ancaman udara kembali meningkat di kawasan.
Suriah selama ini berada dalam posisi sensitif karena menjadi rumah bagi dua pangkalan militer besar Rusia. Ahmed al-Sharaa sebelumnya menyatakan bahwa Suriah ingin mengubah keberadaan fasilitas itu menjadi pusat pelatihan militer, yang menunjukkan adanya perubahan arah kebijakan keamanan di negara tersebut.
Pangan, energi, dan infrastruktur ikut dibahas
Selain keamanan, Zelenskiy juga menyoroti kontribusi Ukraina terhadap ketahanan pangan Timur Tengah. Sebagai salah satu produsen biji-bijian utama dunia, Ukraina menawarkan diri sebagai pemasok yang dapat diandalkan bagi Suriah dan kawasan yang lebih luas.
Dalam pembicaraan itu, kedua pihak juga membahas peluang memperkuat keamanan pangan regional. Topik lain yang ikut mengemuka adalah kerja sama energi dan infrastruktur, dua sektor yang bisa menjadi fondasi hubungan jangka panjang di luar isu militer.
Rangkaian kunjungan Zelenskiy di kawasan
Kunjungan ke Suriah merupakan bagian dari perjalanan diplomatik Zelenskiy ke beberapa negara Timur Tengah. Di Turki sehari sebelumnya, ia menyampaikan telah mencapai langkah baru kerja sama keamanan dengan Presiden Tayyip Erdogan dan membahas proyek infrastruktur gas serta pengembangan ladang gas.
Ia juga menandatangani kesepakatan kerja sama militer jangka panjang dengan Arab Saudi dan Qatar pada pekan yang sama. Zelenskiy bahkan menyebut kesepakatan serupa sudah dekat dengan Uni Emirat Arab, yang menandakan percepatan diplomasi Ukraina di kawasan Teluk dan Levant.
Isyarat baru dalam hubungan Ukraina-Suriah
Pertemuan di Damaskus menjadi kunjungan pertama Zelenskiy ke Suriah sejak hubungan diplomatik dipulihkan pada September setelah jatuhnya Bashar al-Assad pada akhir tahun lalu. Momen itu memberi bobot politik tambahan bagi pertemuan kedua pemimpin, karena hubungan bilateral sebelumnya sempat terhenti oleh perubahan besar di Suriah.
Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyebut kunjungan tersebut sebagai “milestone” dan mengatakan pembicaraan dengan pejabat Suriah dan Turki mencakup keamanan serta perdagangan maritim. Dengan agenda yang mencakup pertahanan, pangan, energi, dan jalan keluar ekonomi, hubungan Ukraina dan Suriah kini bergerak ke arah kerja sama yang lebih pragmatis di tengah perubahan peta keamanan kawasan.









