Israel kembali menyerang fasilitas petrokimia Iran di kawasan South Pars, Assaluyeh, pada Senin (6/4/2026), dan langkah ini langsung memicu kekhawatiran baru atas stabilitas energi di Timur Tengah. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengonfirmasi operasi tersebut dan menyebut target itu sebagai salah satu aset strategis paling penting milik Iran di sektor petrokimia.
Katz mengatakan serangan itu menghantam fasilitas petrokimia terbesar di Iran dan berkontribusi besar terhadap produksi nasional. Iran juga telah mengakui adanya serangan, tetapi belum merinci tingkat kerusakan maupun apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Target Energi Strategis di South Pars
South Pars di Assaluyeh dikenal sebagai salah satu pusat energi paling vital di Iran karena menopang produksi gas dan petrokimia negara itu. Wilayah ini menjadi tulang punggung industri energi Iran, sehingga serangan ke lokasi tersebut berpotensi mengganggu rantai pasok domestik dan ekspor.
Dalam pernyataannya, Katz menyebut fasilitas itu bertanggung jawab atas sekitar 50% produksi petrokimia Iran. Jika angka itu benar, dampaknya bisa meluas ke sektor industri, penerimaan negara, dan aktivitas perdagangan bahan kimia olahan.
Dampak terhadap Ketegangan Regional
Serangan terbaru ini menambah panjang daftar aksi saling balas antara Israel dan Iran dalam beberapa bulan terakhir. Ketegangan meningkat sejak serangan pada Maret 2026 yang juga menyasar fasilitas serupa dan memicu respons besar dari Iran ke infrastruktur minyak dan gas di sejumlah negara Teluk Arab.
Pola serangan dan pembalasan tersebut membuat situasi keamanan di kawasan kian rentan. Para pengamat menilai setiap eskalasi baru berisiko memperluas konflik dari ranah militer menjadi krisis energi regional.
Risiko bagi Pasar Minyak Dunia
South Pars memegang peran besar dalam pengamanan pasokan energi Iran, sementara kawasan Teluk tetap menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia. Karena itu, serangan ke fasilitas petrokimia di wilayah itu segera memunculkan kekhawatiran tentang pasokan energi global, terutama bila serangan berlanjut atau meluas.
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga memperbesar risiko karena jalur itu menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak internasional. Gangguan di area tersebut dapat memicu lonjakan harga energi, memperketat logistik, dan menambah tekanan pada pasar global yang sensitif terhadap gejolak geopolitik.
Fakta Penting Serangan Israel ke South Pars
- Israel mengklaim menyerang fasilitas petrokimia terbesar Iran di Assaluyeh.
- Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut target itu menyumbang sekitar 50% produksi petrokimia Iran.
- Iran mengakui serangan terjadi, tetapi belum merilis detail kerusakan atau korban.
- South Pars merupakan salah satu pusat energi terpenting Iran.
- Ketegangan ini berpotensi berdampak pada stabilitas pasokan energi global.
Kondisi terbaru ini menunjukkan bahwa konflik Israel-Iran kini semakin menyentuh jantung ekonomi energi kawasan, bukan hanya instalasi militer. Dengan belum adanya rincian resmi dari Tehran soal tingkat kerusakan fasilitas, perkembangan berikutnya di South Pars akan menjadi perhatian utama pasar, pemerintah kawasan Teluk, dan pengamat keamanan internasional.





