Paus Leo XIV pada Minggu menyerukan agar pihak-pihak yang memiliki kuasa untuk memicu perang “memilih perdamaian” dalam berkat Paskah pertamanya sebagai paus, ketika konflik di Timur Tengah terus meluas. Seruan itu muncul saat umat Kristen di berbagai negara merayakan Paskah di bawah bayang-bayang perang yang memicu kekhawatiran baru bagi kawasan dan ekonomi global.
Di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Leo XIV memperingatkan bahwa dunia semakin terbiasa dengan kekerasan dan mulai kebal terhadap penderitaan. Ia menyebut manusia “menjadi terbiasa dengan kekerasan, menyerah pada itu, dan menjadi acuh tak acuh,” serta menyoroti ribuan korban jiwa dan dampak kebencian yang terus menumbuhkan perpecahan.
Seruan damai dari Vatikan
Paus baru itu menempatkan pesan damai sebagai inti perayaan Paskah tahun ini. Ia juga mengajak umat mengikuti doa vigil di Vatikan pada 11 April, sebagai bagian dari upaya mendorong solidaritas dan refleksi di tengah perang yang masih berlangsung.
Leo XIV, yang terpilih pada Mei 2025, juga memberi penghormatan kepada pendahulunya, Paus Fransiskus, yang tampil di depan publik terakhir kali pada Minggu Paskah tahun lalu, hanya beberapa jam sebelum wafat. Dalam pidatonya, ia berbicara tentang “dunia yang dirusak oleh perang dan ditandai oleh kebencian serta ketidakpedulian yang membuat kita merasa tak berdaya menghadapi kejahatan.”
Berikut poin penting dari pesan Paskah Vatikan:
- Paus mendesak para pemimpin yang punya kuasa memulai perang untuk memilih jalan damai.
- Ia menyoroti bahaya ketidakpedulian terhadap korban sipil.
- Vatikan menyerukan doa vigil untuk memperkuat solidaritas dan harapan.
- Leo XIV kembali menegaskan fokusnya pada perdamaian di Timur Tengah.
Jerusalem sepi dan akses ibadah dibatasi
Di Yerusalem, suasana Paskah terasa jauh dari ramai. Gang-gang Kota Tua terlihat lengang karena konflik di Gaza dan perang kawasan yang lebih luas, sementara otoritas Israel membatasi akses ke Gereja Makam Kudus dengan alasan keamanan.
Di beberapa ruas jalan menuju gereja, polisi memeriksa sejumlah kecil peziarah yang diizinkan mendekat. Semua toko di area itu tutup, sehingga suasana kosong semakin terasa, termasuk bagi umat yang datang dari luar negeri dan mendapati tempat ibadah favorit mereka tak bisa diakses seperti biasa.
Christina Toderas, warga Rumania berusia 44 tahun, mengatakan situasinya sangat berat karena hari raya justru diwarnai kondisi tertutup dan sunyi. Otmar Wassermann, 65 tahun, juga gagal masuk ke Gereja Makam Kudus dan mengaku kecewa karena perayaan Paskah biasanya berlangsung lebih meriah setiap tahun.
Tegangan di Tanah Suci dan kritik terhadap pembatasan
Kardinal Pierbattista Pizzaballa, Patriark Latin Yerusalem, menyampaikan dalam homili Vigili Paskah bahwa “pintu-pintu masih tertutup.” Ia juga menuturkan bahwa keheningan di Yerusalem nyaris total, hanya terputus oleh jauh dekatnya suara perang yang terus membayangi tanah suci itu.
Pizzaballa sebelumnya sempat dicegah polisi Israel untuk memimpin misa di gereja tersebut pada Minggu sebelumnya, sebuah peristiwa yang memicu kemarahan internasional. Insiden itu memperlihatkan bagaimana situasi keamanan terus menekan ruang ibadah dan pertemuan umat pada salah satu momen paling penting dalam kalender Kristen.
Dampak perang meluas ke komunitas Kristen regional
Di Lebanon selatan, komunitas Kristen ikut merasakan dampak langsung dari baku tembak antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Di Debel, dekat perbatasan Israel, warga merayakan Paskah di tengah suara bombardemen yang terus terdengar dan membuat wilayah itu hampir terisolasi dari dunia luar.
Tokoh setempat Joseph Attieh menggambarkan situasi di desa itu sebagai tragis. Ia mengatakan warga ketakutan karena suara tembakan dan ledakan tidak berhenti sejak malam sebelumnya, sementara bantuan menjadi satu-satunya sumber kebutuhan dasar bagi mereka yang bertahan di sana.
Di kawasan lain Timur Tengah, pembatasan juga terjadi. Di Dubai, misa dibatalkan hingga pemberitahuan lebih lanjut sebagai langkah pengamanan, sedangkan di Damaskus otoritas Katolik membatasi perayaan Paskah hanya pada misa, menyusul serangan terhadap sebuah kota Kristen di Suriah tengah.
Pesan yang terus ditegaskan Leo XIV
Dalam beberapa kesempatan, Leo XIV telah berulang kali menyerukan perdamaian di Timur Tengah. Pekan ini, ia juga mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencari “off-ramp” atau jalan keluar dari eskalasi konflik.
Paus itu menempatkan tragedi perang sebagai peringatan moral bagi dunia, bukan hanya bagi kawasan yang terlibat langsung. Dengan situasi di Yerusalem, Lebanon, Suriah, dan titik lain di wilayah itu masih tegang, pesan Paskah dari Vatikan tahun ini terdengar sebagai ajakan untuk menghentikan siklus balas dendam dan membuka ruang bagi dialog sebelum kekerasan semakin menelan lebih banyak korban.









