Majid Khademi, Sosok Sunyi Di Balik Intelijen IRGC Yang Tewas Dihantam Serangan AS-Israel

Mayjen Seyyed Majid Khademi menjadi sorotan setelah media pemerintah Iran mengonfirmasi kematiannya dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Teheran pada Senin, 6 April 2026. Pria yang menjabat sebagai Kepala Organisasi Intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC itu disebut sebagai salah satu figur paling penting dalam struktur keamanan internal Iran.

Khademi tewas di tengah eskalasi konflik yang terus meningkat antara Iran di satu sisi dan AS-Israel di sisi lain. Sejumlah laporan menyebut ia bukan komandan tempur yang kerap tampil di depan publik, melainkan pejabat intelijen karier yang bekerja di balik layar untuk menjaga loyalitas internal, memantau ancaman infiltrasi, dan mengawasi operasi keamanan domestik.

Siapa Majid Khademi

Khademi berasal dari Fasa, Provinsi Fars, meski sumber-sumber Iran kerap menuliskan namanya dengan beberapa variasi, termasuk Majid Khademi dan Majid Hosseini. Perbedaan penyebutan ini mencerminkan sifat tertutup yang melekat pada pejabat intelijen senior di Iran.

Ia meniti karier melalui jalur keamanan internal, bukan melalui reputasi di medan perang. Dalam laporan Iran International, Khademi digambarkan sebagai insider yang naik jabatan lewat sistem kontraintelijen Iran yang sangat rahasia dan ketat.

Jejak karier di tubuh keamanan Iran

Khademi mulai menempati posisi penting pada 2018 saat diangkat sebagai Kepala Organisasi Perlindungan Intelijen Kementerian Pertahanan Iran. Pada 2022, ia naik lagi menjadi Kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC setelah tubuh Garda Revolusi itu diguncang kegagalan keamanan dan dugaan penetrasi agen Israel.

Promosi paling penting datang pada Juni 2025 setelah pendahulunya, Mohammad Kazemi, dilaporkan tewas dalam serangan Israel. Setelah itu, Khademi memimpin Organisasi Intelijen IRGC secara penuh, lembaga yang bertanggung jawab atas pengawasan internal dan sejumlah operasi keamanan yang sangat sensitif.

Departemen Keuangan AS sebelumnya menyebut organ intelijen itu berperan penting dalam penindasan brutal terhadap pengunjuk rasa, termasuk lewat kekerasan massal, penahanan sewenang-wenang, dan intimidasi. Penilaian tersebut memperkuat pandangan Washington bahwa jaringan intelijen Iran tidak hanya bergerak dalam ranah kontraintelijen, tetapi juga dalam kontrol domestik yang keras.

Mengapa Khademi dianggap penting

Seorang pejabat senior Israel yang dikutip Fox News menyebut Khademi sebagai “nomor dua yang efektif” di dalam IRGC. Pejabat yang sama juga mengatakan Khademi termasuk sedikit komandan senior yang berhasil lolos dari beberapa gelombang penargetan Israel dan Amerika selama setahun terakhir.

Laporan itu menyebut Khademi terus berpindah tempat untuk menghindari serangan, tetapi akhirnya tetap diburu dan dilenyapkan. Israel juga menuduhnya terlibat dalam upaya penetrasi sistem AS, termasuk percobaan menerobos Pentagon, serta berkoordinasi dengan Rusia secara luas.

Angkatan Bersenjata Israel dalam pernyataan di platform X bahkan menuduh Khademi terlibat dalam mendorong serangan terhadap Israel dan sasaran Yahudi di berbagai negara. Israel juga menuding ia mengawasi pengawasan terhadap warga sipil Iran sebagai bagian dari represi internal rezim.

Nama Khademi sudah masuk radar AS

Jauh sebelum kematiannya, Khademi telah dipantau oleh intelijen Barat. Pada Maret 2026, program Rewards for Justice milik pemerintah AS menawarkan hadiah hingga US$ 10 juta bagi siapa pun yang memberi informasi tentang dirinya dan sejumlah pejabat senior IRGC lainnya.

Langkah itu menunjukkan bahwa Washington memandang Khademi bukan sekadar pejabat administratif, melainkan target intelijen bernilai tinggi. Dalam konteks konflik terbuka dan perang bayangan yang berlangsung lama, figur seperti Khademi sering ditempatkan di daftar prioritas karena aksesnya pada struktur keamanan internal Iran.

Dampak kematian Khademi bagi IRGC

Kematian Khademi menjadi pukulan lanjutan bagi IRGC setelah beberapa pejabat tinggi mereka dilaporkan tewas sejak serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari 2026. Jerusalem Post melaporkan bahwa hingga pengumuman kematiannya, Khademi termasuk salah satu dari tiga pejabat IRGC paling senior yang masih hidup.

Dalam serangan yang sama, IDF juga mengumumkan kematian komandan operasi khusus Pasukan Quds, Asghar Bagheri. Rangkaian kehilangan ini menambah tekanan pada struktur komando Iran yang bergantung pada kerahasiaan, loyalitas, dan kontinuitas jaringan internal.

Gulf News menulis bahwa kematian Khademi kemungkinan berdampak operasional, terutama dalam koordinasi intelijen dan pengawasan keamanan internal di tengah konflik aktif. Dampak itu tidak hanya menyangkut hilangnya satu pejabat senior, tetapi juga terganggunya mekanisme kontrol yang selama ini menjaga sistem keamanan Iran tetap berfungsi.

Fakta penting tentang Seyyed Majid Khademi

  1. Nama lengkap yang sering dipakai: Seyyed Majid Khademi.
  2. Asal wilayah: Fasa, Provinsi Fars, Iran.
  3. Jabatan terakhir: Kepala Organisasi Intelijen IRGC.
  4. Jabatan sebelumnya: Kepala Organisasi Perlindungan Intelijen Kementerian Pertahanan Iran dan IRGC.
  5. Tahun promosi penting: 2018, 2022, dan 2025.
  6. Status internasional: masuk radar AS dan menjadi target bernilai tinggi.
  7. Kematian: tewas dalam serangan udara gabungan AS-Israel di Teheran pada 6 April 2026.

Sosok Khademi memperlihatkan bagaimana perang Iran dengan AS dan Israel tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga di ranah intelijen, infiltrasi, dan pemburuan pejabat keamanan tingkat tinggi. Kematian seorang tokoh sekelas Khademi menegaskan bahwa struktur intelijen IRGC kini berada di bawah tekanan besar, baik dari serangan eksternal maupun dari rapuhnya keamanan internal yang selama ini menjadi tulang punggung kekuasaan Iran.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button