U.S. rescue forces berhasil mengevakuasi seorang penerbang militer yang terluka dalam operasi berisiko tinggi di wilayah pegunungan Iran. Presiden Donald Trump kemudian mengeluarkan ancaman keras kepada Teheran agar kembali membuka Selat Hormuz, jalur penting bagi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Peristiwa ini menambah ketegangan perang yang sudah meluas dan memicu kekhawatiran baru di pasar energi global. Di saat yang sama, operasi penyelamatan itu juga menghindarkan Washington dari potensi krisis sandera yang bisa memperburuk sikap publik Amerika terhadap konflik tersebut.
Operasi penyelamatan di dalam wilayah Iran
Trump mengumumkan misi penyelamatan itu pada dini hari lewat unggahan media sosial. Ia menyebut operasi tersebut sebagai salah satu yang paling berani dalam sejarah militer Amerika Serikat.
Penerbang yang diselamatkan adalah petugas senjata dari jet F-15 yang ditembak jatuh pada hari Jumat. Trump mengatakan sang airman terluka, tetapi kondisinya akan baik-baik saja, sementara pilot pesawat itu sudah lebih dulu dievakuasi.
Seorang pejabat Amerika menyebut operasi itu melibatkan puluhan pesawat militer dan mendapat perlawanan sengit dari pasukan Iran. Israel mengatakan pihaknya ikut membantu misi tersebut, meski detail kerja sama itu tidak diungkap secara lengkap.
Taktik pengelabuan CIA ikut dipakai
Seorang pejabat senior pemerintahan di Washington mengatakan CIA menjalankan kampanye penyesatan untuk membuat Iran percaya bahwa pasukan Amerika sudah menemukan airman tersebut. Narasi palsu itu menyebar bahwa korban sedang dipindahkan lewat jalur darat untuk dikeluarkan dari Iran.
Saat pasukan Iran kebingungan, lokasi sang weapons officer akhirnya ditemukan di celah gunung dan ia berhasil diselamatkan. Strategi seperti ini menunjukkan operasi intelijen dan militer berjalan bersamaan dalam misi berisiko tinggi tersebut.
- Pesawat tempur F-15 ditembak jatuh pada hari Jumat.
- Pilot berhasil diselamatkan lebih dulu.
- Weapons officer ditemukan di celah gunung.
- Operasi melibatkan puluhan pesawat militer.
- CIA disebut memakai taktik pengelabuan di dalam Iran.
Ancaman Trump soal Selat Hormuz
Dalam unggahan lain yang sarat kata-kata kasar, Trump mendesak Iran membuka kembali Selat Hormuz paling lambat Selasa. Ia mengancam akan menjatuhkan “hell” kepada Iran jika jalur itu tetap ditutup.
Trump juga menyinggung target infrastruktur energi dan transportasi yang menurut para pengkritik dapat melanggar hukum internasional. Ia bahkan menulis bahwa hari Selasa akan menjadi “Power Plant Day” dan “Bridge Day” di Iran, sebuah sinyal ancaman terhadap fasilitas vital negara itu.
Selat Hormuz menjadi jalur lewatnya sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Sejak perang berlangsung, arus pelayaran di area itu terganggu dan harga minyak mentah sempat melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun, mendekati $120 per barel.
Pesan yang saling bertentangan dari Washington
Di tengah tekanan yang naik, Trump justru memberi sinyal berbeda saat berbicara kepada Fox News. Ia mengatakan Iran sedang bernegosiasi dan kesepakatan mungkin saja tercapai pada hari Senin.
Pernyataan yang berlawanan itu membuat pasar dan pengamat kebingungan. Sikap Washington terlihat keras di satu sisi, tetapi di sisi lain masih membuka ruang diplomasi.
Teheran menuntut agar permusuhan dihentikan dan menolak ancaman Trump. Ketua parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf menyebut presiden Amerika itu tersesat karena dipengaruhi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Dampak regional makin melebar
Konflik ini dimulai dari serangan udara Amerika Serikat dan Israel di Iran, lalu merembet ke Lebanon. Israel kembali menyerang kelompok Hezbollah yang didukung Iran, dan korban jiwa terus bertambah di beberapa wilayah.
Menurut kementerian kesehatan Lebanon, serangan udara Israel pada hari Minggu menewaskan 11 orang. Di Iran dan Lebanon, jumlah korban sudah mencapai ribuan, memperlihatkan skala perang yang semakin luas dan mahal secara kemanusiaan.
Krisis energi dan jalur laut yang belum sepenuhnya tertutup
Iran masih memegang pengaruh besar atas jalur pelayaran sempit di selatan negaranya itu. Teheran mengatakan kapal tanpa hubungan dengan Amerika Serikat atau Israel masih boleh melintas, dan beberapa kapal memang berhasil lewat dalam beberapa hari terakhir.
Berikut rincian kapal yang dilaporkan melintas melalui data pelacakan maritim:
| Jenis kapal | Asal kepemilikan/operasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Tanker | Irak menuju Malaysia | Mengangkut minyak mentah |
| Tanker | Operasi Oman | Melintas dalam beberapa hari terakhir |
| Tanker | Operasi Oman | Melintas dalam beberapa hari terakhir |
| Tanker | Operasi Oman | Melintas dalam beberapa hari terakhir |
| Kapal kontainer | Prancis | Melintas dalam beberapa hari terakhir |
| Kapal gas | Jepang | Melintas dalam beberapa hari terakhir |
Meski beberapa kapal masih dapat lewat, risiko keamanan tetap tinggi. Teheran terus melancarkan serangan rudal dan drone ke Israel, serta menekan sekutu-sekutu Amerika di Teluk yang rentan terhadap serangan ke infrastruktur air, listrik, dan desalinasi.
Serangan balasan dan meningkatnya kerentanan kawasan
Pada hari Minggu, Iran membalas serangan Israel ke fasilitas petrokimia dengan menghantam pabrik petrokimia di Bahrain dan Abu Dhabi. Media negara Iran juga melaporkan serangan drone terhadap kapal yang terafiliasi dengan Israel di Selat Hormuz hingga kapal itu terbakar.
Di Israel utara, tim penyelamat menyisir puing-puing setelah sebuah rudal Iran menghantam bangunan tempat tinggal di Haifa. Paramedis Israel mengatakan sembilan pasien sedang dirawat, menandakan serangan lintas batas masih terus berlanjut dan sulit dikendalikan.
Upaya damai yang dimediasi Pakistan sejauh ini belum membuahkan hasil. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan yang dibutuhkan negaranya adalah syarat untuk mengakhiri perang secara menyeluruh dan permanen, bukan jeda singkat tanpa kepastian.
