
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengkritik keputusan penyelenggara Wireless Festival di London yang memboyong Kanye West sebagai penampil utama. Ia menilai langkah itu “sangat mengkhawatirkan” karena West memiliki riwayat pernyataan antisemit dan sempat merilis lagu berjudul “Heil Hitler.”
West, yang kini lebih dikenal sebagai Ye, dijadwalkan tampil selama tiga malam dalam ajang rap dan R&B itu pada musim panas ini. Penampilan tersebut menjadi bagian dari tur Eropa yang sudah memicu kontroversi di sejumlah kota.
Starmer Soroti Dampak Pernyataan Kebencian
Dalam wawancara dengan The Sun, Starmer menegaskan bahwa antisemitisme dalam bentuk apa pun tidak bisa ditoleransi. Ia menilai sikap itu harus dihadapi secara tegas karena berpotensi memperburuk iklim kebencian di ruang publik.
Pernyataan Starmer muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap promotor festival. Sejumlah kelompok komunitas Yahudi dan Wali Kota London Sadiq Khan juga sebelumnya menyuarakan kritik atas keputusan mengundang West.
Sponsor Ikut Terseret Kontroversi
Pepsi, yang semula tercatat sebagai sponsor utama Wireless Festival, mengatakan telah memutuskan menarik dukungannya dari acara tersebut. Namun, pada laman festival masih tercantum nama Pepsi sebagai sponsor utama ketika laporan itu beredar.
BBC News melaporkan bahwa situs festival juga masih menampilkan keterangan kerja sama jangka panjang dengan Pepsi MAX. Pihak PepsiCo, perusahaan induknya, belum segera menanggapi permintaan komentar dari AFP.
Riwayat Kontroversi Kanye West
Kontroversi ini tidak berdiri sendiri karena West sudah lama dikritik akibat ucapan antisemitiknya. Dalam beberapa kesempatan, ia pernah menyatakan penyesalan dan menyalahkannya pada gangguan bipolar yang dialaminya, tetapi pernyataan dan tindakannya terus menuai kecaman.
Berikut adalah rangkaian peristiwa penting yang memicu sorotan publik terhadap dirinya:
- West beberapa kali mengeluarkan komentar antisemit yang memicu kecaman luas.
- Ia merilis lagu “Heil Hitler” pada Mei untuk menandai 80 tahun kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.
- Lagu itu kemudian dilarang oleh sejumlah platform streaming besar.
- Kehadirannya di Wireless Festival langsung ditentang oleh tokoh masyarakat dan organisasi Yahudi.
Gelombang Penolakan Meluas di Eropa
Penolakan terhadap West juga muncul di luar Inggris karena tur Eropanya ikut terseret kontroversi. Wali Kota Marseille di Prancis mengatakan West “tidak diterima” untuk tampil di kota tersebut pada Juni.
Sikap para pejabat lokal dan nasional menunjukkan bahwa polemik seputar West sudah melampaui urusan musik. Kasus ini kini menjadi perdebatan tentang batas etika promotor, tanggung jawab sponsor, dan dampak figur publik yang pernah terkait dengan ujaran kebencian.









