Oman Dan Iran Cari Jalan Aman Di Selat Hormuz, Arus Minyak Dunia Dipertaruhkan

Oman dan Iran membahas opsi untuk memastikan lalu lintas kapal tetap lancar di Selat Hormuz, menurut Kementerian Luar Negeri Oman. Pembahasan itu digelar di tingkat wakil menteri luar negeri dan melibatkan spesialis dari kedua pihak.

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di jalur pelayaran paling sensitif di dunia itu. Selat Hormuz menjadi rute penting bagi pengiriman minyak dan gas dari Teluk ke pasar global, sehingga setiap gangguan langsung memicu kekhawatiran di pasar energi.

Pembahasan teknis di tengah situasi yang tegang

Kementerian Luar Negeri Oman menyebut pertemuan digelar pada Sabtu dan dihadiri pejabat dari kedua kementerian serta para ahli. Dalam unggahan di X pada Minggu, kementerian itu mengatakan kedua pihak membahas “kemungkinan opsi” untuk menjamin penyeberangan yang mulus melalui Selat Hormuz dalam kondisi regional saat ini.

Masih menurut pernyataan itu, sejumlah pakar dari kedua sisi menyampaikan berbagai pandangan dan usulan. Usulan tersebut akan dipelajari lebih lanjut sebagai bagian dari upaya menjaga arus kapal tetap berjalan.

Pentingnya Selat Hormuz bagi energi dunia

Selat Hormuz adalah titik sempit strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global. Jalur ini juga menjadi koridor utama bagi pengiriman gas alam cair dan minyak mentah menuju Asia dan Eropa.

Gangguan di selat itu dapat segera memicu volatilitas harga energi dan mendorong negara pengimpor mencari sumber alternatif. Karena itu, setiap pembicaraan yang mengarah pada perlindungan jalur pelayaran selalu mendapat perhatian luas dari pelaku pasar dan pemerintah.

Paparan situasi di lapangan

Data pelacakan yang dipantau Lloyd’s List pada Minggu menunjukkan tiga kapal Oman tampak melintas di Selat Hormuz di luar “koridor yang disetujui” Iran dekat Pulau Larak. Konvoi itu disebut terdiri dari dua supertanker minyak besar dan satu kapal pengangkut gas alam cair, yang berlayar sangat dekat ke pesisir Oman.

Pergerakan tersebut menyoroti betapa rumitnya kondisi navigasi di selat itu saat ini. Jalur pelayaran yang semestinya menjadi penghubung perdagangan energi justru berada di bawah tekanan keamanan dan politik yang tinggi.

Langkah Iran dan dampak pada pelayaran

Seorang pejabat Iran pada Kamis mengatakan Teheran sedang menyusun protokol bersama Oman untuk memantau lalu lintas di selat tersebut. Iran membatasi secara ketat pergerakan kapal sebagai respons atas perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan Israel, menurut informasi yang dikutip dalam laporan itu.

Sejak perang dimulai pada 28 Februari, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC disebut telah mengizinkan sebagian kapal melintas. Kapal yang diizinkan antara lain yang terkait Pakistan, Prancis, dan Turki, tetapi sekitar 3.000 kapal lainnya masih terjebak.

Dampak regional dan tekanan diplomatik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada akhir pekan juga memberi peringatan keras melalui media sosial jika selat itu tidak dibuka pada Senin. Pernyataan tersebut menambah tekanan politik di tengah upaya regional untuk mencegah eskalasi lebih jauh.

Di sisi lain, Mesir melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Badr Abdelatty melakukan panggilan terpisah untuk membahas de-eskalasi regional dengan utusan khusus Amerika Serikat Steve Witkoff dan mitra kawasan, termasuk Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Serangkaian kontak diplomatik ini menunjukkan bahwa banyak pihak mencoba menahan dampak konflik agar tidak meluas ke jalur energi internasional.

Apa yang menjadi perhatian utama pasar dan pemerintah

  1. Kelancaran transit kapal di Selat Hormuz.
  2. Keselamatan pengiriman minyak dan gas ke pasar Asia dan Eropa.
  3. Risiko eskalasi militer yang dapat mengganggu perdagangan global.
  4. Upaya diplomatik Oman, Iran, dan pihak regional lain untuk menjaga stabilitas.

Amin Saikal, profesor emeritus di Australian National University, menilai perlu ada penyelesaian lewat negosiasi karena perluasan perang akan menjadi bencana bagi kawasan. Ia juga mengatakan ruang untuk solusi diplomatik saat ini sangat sempit, kecuali ada keinginan kuat dari Washington untuk mencari kompromi dengan Teheran.

Di tengah situasi itu, peran Oman sebagai mediator dan pembicaraan teknis dengan Iran menjadi penting karena stabilitas Selat Hormuz masih menjadi penentu utama bagi arus energi global dan ketenangan pasar internasional.

Berita Terkait

Back to top button