Harga bahan bakar di Jerman melonjak tajam ketika konflik geopolitik di Timur Tengah mendorong krisis energi global. Di saat yang sama, kepolisian setempat melaporkan pencurian bahan bakar meningkat tiga kali lipat dan menimbulkan kerugian miliaran rupiah.
Data terbaru dari klub otomotif ADAC menunjukkan harga solar di Jerman mencapai 2,44 euro per liter atau sekitar Rp48 ribu, level tertinggi yang pernah tercatat. Untuk bensin Super E10, harganya juga naik ke 2,19 euro per liter atau sekitar Rp43 ribu, sehingga beban transportasi rumah tangga dan dunia usaha ikut tertekan.
Lonjakan harga energi memicu efek berantai
Kenaikan harga minyak dunia langsung terasa di tingkat konsumen karena Jerman sangat bergantung pada pasokan energi impor. Tekanan ini membuat aktivitas harian ikut mahal, mulai dari perjalanan kerja, logistik barang, hingga operasional kendaraan proyek.
Dalam situasi seperti ini, pencurian bahan bakar menjadi lebih menguntungkan bagi pelaku kejahatan. Selisih harga yang tinggi membuat solar dan bensin menjadi target yang mudah dijual kembali atau dipakai sendiri.
Kasus pencurian naik tajam di sejumlah wilayah
Laporan Kantor Berita DPA menyebut Saxony-Anhalt di wilayah timur Jerman sebagai salah satu area paling terdampak. Kantor Polisi Kriminal Saxony-Anhalt mencatat 95 kasus kejahatan terkait energi sepanjang Maret, naik tiga kali lipat dari 30 kasus pada Februari.
Kerugian finansial juga membengkak. Polisi memperkirakan total kerugian pada Maret mencapai 189.000 euro atau sekitar Rp3,75 miliar, jauh di atas kerugian Februari yang berada di angka 65.000 euro.
Aksi pencurian menyasar proyek hingga SPBU
Laporan Bild menyebut libur Paskah dimanfaatkan pelaku untuk mencuri solar dalam jumlah besar. Di Baden-Wuerttemberg, sekitar 6.000 liter solar digasak dari dua lokasi berbeda, termasuk 4.000 liter dari lokasi konstruksi di Pforzheim dan 2.000 liter dari wilayah Calw.
Di Pforzheim, polisi telah memproses sedikitnya 29 laporan pengurasan tangki bahan bakar sejak Maret. Selain lokasi proyek, ada pula 20 kasus lain yang menyasar stasiun pengisian bahan bakar umum.
Berikut jenis sasaran yang paling sering muncul:
- Lokasi konstruksi dan proyek infrastruktur
- Tangki penyimpanan solar milik kontraktor
- SPBU dan fasilitas pengisian bahan bakar
- Kendaraan operasional dengan tangki besar
Aturan harga harian belum cukup menahan tekanan
Pemerintah Jerman sudah mencoba menahan gejolak pasar dengan aturan baru yang membatasi perubahan harga pom bensin hanya sekali per hari. Namun, kebijakan itu belum mampu meredam beban finansial para pengemudi karena harga dasar energi tetap tinggi.
Kondisi ini membuat masalah keamanan dan ekonomi saling terkait. Saat harga naik, risiko pencurian bertambah, dan saat pencurian meningkat, pelaku usaha kembali menanggung biaya tambahan untuk pengamanan.
Dampak terasa di dunia usaha dan keamanan publik
Kontraktor mengeluhkan pencurian solar karena alat berat tak bisa beroperasi jika stok bahan bakar hilang. Kepolisian dan pelaku usaha kini diminta memperkuat proteksi, termasuk kamera pengawas, penjagaan tambahan, dan pengamanan tangki penyimpanan.
Pemerintah Jerman juga menghadapi tekanan untuk mencari solusi yang lebih konkret. Di tengah harga energi yang belum stabil, masyarakat berharap ketegangan geopolitik segera mereda agar pasar minyak dunia kembali tenang dan gelombang pencurian bahan bakar tidak meluas ke wilayah lain.
