Sebuah konvoi bantuan kemanusiaan yang diorganisasi Kedutaan Vatikan untuk sebuah kota Kristen yang terkepung di لبنان selatan terpaksa berbalik akibat bombardemen di wilayah tersebut. Seorang pastor di Debel mengatakan kepada Reuters bahwa iring-iringan itu sudah hampir tiba sebelum tembakan artileri memaksa mereka menghentikan misi pada menit-menit akhir.
Warga Kristen di sejumlah kota di لبنان selatan masih bertahan di rumah mereka meski pertempuran antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah terus meningkat. Namun, serangan di desa-desa sekitar membuat perjalanan keluar-masuk wilayah itu makin berbahaya, sementara pasokan makanan, air, dan obat-obatan kian menipis.
Bantuan yang tertahan di jalur menuju Debel
Pastor Fadi Falfil mengatakan konvoi bantuan itu awalnya dijadwalkan tiba pada Minggu Paskah, tetapi tembakan hebat membuat pengiriman ditunda hingga Selasa. Menurut dia, bantuan itu tinggal sekitar lima menit lagi dari Debel ketika situasi keamanan memburuk dan konvoi harus mundur.
Falfil menyebut kebutuhan paling mendesak di kota itu adalah obat-obatan dasar dan air minum. Ia mengatakan, “Kami tidak punya obat dasar seperti insulin, bahkan air minum pun tidak ada,” menggambarkan tekanan yang dihadapi warga sipil yang tetap tinggal di area konflik.
Pengawalan UNIFIL ikut terdampak
Misi bantuan itu juga melibatkan Pasukan Penjaga Perdamaian PBB di لبنان, atau UNIFIL. Juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, mengatakan misi harus dipersingkat karena bombardemen di area sekitar dan beberapa penjaga perdamaian mengalami cedera ringan akibat dampak ledakan di dekat mereka.
Kepada Reuters, Falfil mengatakan ia menerima pengarahan bahwa tembakan Israel terhadap militan Hezbollah di dekat lokasi telah menggagalkan pengiriman tersebut. Hingga laporan itu disusun, belum ada tanggal baru yang ditetapkan untuk upaya pengiriman berikutnya.
Versi pihak militer dan tanggapan pihak terkait
Pihak militer Israel menyatakan telah mengorganisasi konvoi 15 truk bantuan untuk dikirim ke desa Kristen Ain Ebel, yang berada di dekat Debel. Dalam pernyataannya, pihak militer mengatakan tidak ada aktivitas militer Israel di area itu dan menuduh Hezbollah menembakkan roket dari desa-desa regional ketika konvoi melintas di dekatnya.
Militer juga mengatakan mereka tetap berkomunikasi dengan perwakilan Vatikan yang memimpin konvoi serta pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ikut mendampingi misi tersebut. Hezbollah dan juru bicara Kedutaan Vatikan di لبنان tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.
Kondisi warga sipil di desa-desa Kristen selatan لبنان
Laporan Reuters menggambarkan bagaimana ribuan warga Kristen di beberapa kota selatan لبنان memilih bertahan di rumah dengan harapan wilayah mereka tidak terseret lebih jauh dalam konflik. Pilihan itu kini menghadapi tekanan berat karena serangan di sekitar permukiman membuat akses logistik semakin sulit.
Berikut situasi utama yang dilaporkan di lapangan:
- Pasokan makanan mulai menipis di kota-kota yang terisolasi.
- Air minum bersih sulit diperoleh oleh warga.
- Obat-obatan penting, termasuk insulin, tidak tersedia memadai.
- Perjalanan bantuan berisiko tinggi karena bombardemen di sekitar jalur distribusi.
- Pengawalan internasional pun ikut terdampak oleh kondisi keamanan.
Lebanese broadcaster MTV melaporkan konvoi bantuan terdiri dari tiga truk yang membawa kebutuhan pokok, termasuk roti dan sayuran. Bagi warga Debel, bantuan semacam ini menjadi penopang utama di tengah situasi yang terus memburuk, sementara ancaman serangan di sekitar wilayah itu belum menunjukkan tanda mereda.
Falfil menegaskan bahwa sebagian warga memilih tetap tinggal karena ikatan iman dan sejarah dengan tanah mereka. Ia berkata mereka bertahan bukan karena mudah, melainkan karena merasa kehadiran itu sendiri menjadi pesan di tengah perang yang mengepung kehidupan sehari-hari.
