Artemis II Menuju Bumi, Detik-Detik Orion Lepas Modul Hingga Splashdown Kilat

Artemis II memasuki fase paling krusial saat kapsul Orion bernama Integrity mulai bersiap meninggalkan lintasan Bulan dan kembali menuju Bumi. Misi berawak NASA ini dijadwalkan berakhir dengan splashdown di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego, pada Jumat, 10 April 2026, atau Sabtu pagi WIB.

Selama hari ke-9 misi, empat astronaut yaitu Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen fokus pada rangkaian persiapan akhir di dalam kabin. Mereka mengamankan peralatan, menata ulang kursi kru, dan memastikan seluruh sistem siap menghadapi fase paling ekstrem dalam perjalanan pulang.

Persiapan sebelum masuk atmosfer

NASA menyebut tahap ini sebagai momen penting karena kapsul akan menempuh kecepatan sangat tinggi saat mendekati Bumi. Karena itu, setiap komponen di kabin harus dipastikan terkunci agar tetap aman ketika Orion mengalami getaran keras dan perubahan gaya gravitasi.

Christina Koch dan Jeremy Hansen membantu mengamankan perlengkapan, melepas jaring kargo, lalu menyesuaikan konfigurasi kursi kru. Tim juga melakukan koreksi lintasan akhir atau trajectory correction burn agar kapsul berada pada jalur pendaratan yang tepat.

Dalam kesempatan terakhir sebelum kembali ke Bumi, para astronaut sempat berbicara singkat dari luar angkasa. Mereka menggambarkan perjalanan ini sebagai pengalaman yang luar biasa sekaligus bersejarah bagi eksplorasi manusia ke Bulan.

Timeline kepulangan Artemis II ke Bumi

Urutan kepulangan Orion berlangsung singkat, tetapi setiap tahap memiliki risiko tinggi. Berdasarkan jadwal NASA dan informasi yang disampaikan dalam referensi, berikut tahapan utamanya pada 10 April 2026 atau Sabtu pagi WIB:

  1. 06.37 WIB atau 7:37 p.m. EDT: Orion melakukan pembakaran penyesuaian lintasan terakhir.
  2. Tak lama kemudian, modul kru terpisah dari modul layanan yang menemani perjalanan sejak peluncuran.
  3. 06.53 WIB atau 7:53 p.m. EDT: Orion memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 38.400 km/jam.
  4. Pada fase ini, suhu di luar kapsul dapat mencapai 2.760 derajat Celcius dan memicu blackout komunikasi sekitar enam menit.
  5. Para astronaut diperkirakan mengalami gaya gravitasi hingga 3,9 G saat kapsul menembus atmosfer.
  6. 07.03 WIB atau 8:03 p.m. EDT: Orion membuka penutup teluk depan dan mengembangkan dua drogue parachutes di ketinggian sekitar 22.000 kaki.
  7. 07.04 WIB atau 8:04 p.m. EDT: Tiga parasut utama mengembang di ketinggian 6.000 kaki untuk memperlambat laju kapsul.
  8. 07.07 WIB atau 8:07 p.m. EDT: Kapsul Integrity dijadwalkan splashdown di Samudra Pasifik.

Apa yang terjadi saat Orion melewati atmosfer

Fase masuk atmosfer menjadi bagian paling dramatis dari seluruh misi karena panas dan tekanan meningkat sangat cepat. Saat melaju puluhan ribu kilometer per jam, permukaan luar kapsul akan mengalami gesekan ekstrem yang membentuk plasma panas di sekitar kendaraan.

NASA menjelaskan bahwa kondisi ini memutus komunikasi radio sementara, sehingga tim kendali misi harus menunggu sampai kapsul melewati titik aman. Di dalam kapsul, keempat astronaut tetap harus menahan tubuh mereka terhadap beban gravitasi yang jauh lebih besar dibandingkan kondisi normal di Bumi.

Situasi tersebut juga menjelaskan mengapa persiapan kabin dilakukan sangat teliti sebelum reentry. Setiap benda lepas bisa menjadi risiko saat kapsul mulai berguncang dan menerima tekanan aerodinamika yang besar.

Tahap pemulihan setelah splashdown

Begitu kapsul menyentuh air, tim pemulihan NASA dan Angkatan Laut AS yang sudah siaga di kapal USS John P. Murtha akan bergerak cepat. Proses evakuasi awal dilakukan menggunakan helikopter dan perahu karet untuk memastikan kru segera keluar dari kapsul dengan aman.

Setelah itu, para astronaut akan menjalani pemeriksaan medis awal di atas kapal. Mereka kemudian akan diterbangkan ke Johnson Space Center di Houston untuk bertemu kembali dengan keluarga dan menjalani pemulihan lebih lanjut.

Mengapa misi ini penting untuk Artemis III

Keberhasilan Artemis II dipandang sebagai ujian besar bagi sistem Orion dan rangkaian prosedur keselamatan NASA. Jika seluruh tahap kepulangan berjalan sesuai rencana, misi ini akan menjadi penguat kepercayaan diri untuk Artemis III yang ditargetkan membawa manusia mendarat di permukaan Bulan.

Artemis II sendiri tidak mendarat di Bulan, tetapi perjalanannya punya nilai strategis karena menguji kemampuan kapsul berawak dalam perjalanan jauh, masuk atmosfer berkecepatan tinggi, dan splashdown di laut. Data dari misi ini akan dipakai untuk menyempurnakan operasi berikutnya saat NASA bersiap membuka babak baru eksplorasi Bulan dengan awak manusia.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id
Exit mobile version