Artemis II Pulang ke Bumi, Link Live Streaming Saat Kapsul Menembus Api Atmosfer

Kepulangan Artemis II ke Bumi menjadi momen penting dalam sejarah eksplorasi antariksa karena misi ini telah membawa empat astronaut melintasi lebih dari 380.000 kilometer dari Bumi. Kapsul Orion bernama Integrity dijadwalkan menjalani fase masuk atmosfer dan pendaratan di Samudra Pasifik pada 10 April 2026 waktu Indonesia Barat.

Bagi pembaca yang mencari link live streaming kepulangan Artemis II ke Bumi, siaran langsung dapat disaksikan melalui kanal YouTube NASA mulai pukul 05.30 WIB. Tayangan ini akan menampilkan seluruh rangkaian akhir misi, mulai dari manuver sebelum masuk atmosfer hingga penyambutan tim pemulihan di laut.

Link live streaming dan waktu siaran

NASA menyiapkan siaran langsung untuk publik agar proses pulang Orion bisa dipantau secara real time. Kanal YouTube NASA menjadi salah satu platform utama yang menayangkan momen tersebut sejak pukul 05.30 WIB.

Berikut panduan waktu penting yang perlu diperhatikan:

  1. 05.30 WIB: siaran live streaming diperkirakan mulai.
  2. 06.37 WIB: Orion melakukan pembakaran penyesuaian lintasan terakhir.
  3. 06.53 WIB: kapsul memasuki atmosfer Bumi.
  4. 07.03 WIB: drogue parachutes terbuka untuk menstabilkan kapsul.
  5. 07.04 WIB: tiga parasut utama mengembang.
  6. 07.07 WIB: splashdown di Samudra Pasifik, lepas pantai San Diego.

Siaran ini penting karena fase kepulangan Artemis II berlangsung sangat cepat dan punya risiko tinggi. Publik dapat mengikuti ketegangan misi sejak Orion mulai menuruni lintasan pulang hingga mendarat di laut.

Apa yang terjadi saat Orion kembali ke Bumi

Kepulangan Artemis II menempuh tahapan teknis yang dirancang ketat oleh NASA. Setelah manuver akhir, modul kru Orion akan berpisah dari modul layanan yang selama ini mendukung perjalanan mereka.

Saat memasuki atmosfer, kapsul akan melaju sekitar 38.400 km/jam. Pada fase ini suhu permukaan luar Orion diperkirakan mencapai 2.760 derajat Celcius dan memicu blackout komunikasi selama kurang lebih enam menit.

Kondisi itu masih dianggap normal dalam misi antariksa berawak. NASA menyebut fase ini sebagai bagian tersulit karena kapsul harus bertahan dari panas ekstrem sekaligus mempertahankan lintasan yang aman menuju laut.

Di dalam kapsul, para astronaut akan merasakan tekanan gravitasi hingga 3,9 G. Mereka adalah Reid Wiseman sebagai komandan, Victor Glover sebagai pilot, Christina Koch sebagai spesialis misi, dan Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency sebagai spesialis misi.

Mengapa misi ini menjadi perhatian besar

Artemis II bukan sekadar penerbangan ulang-alik biasa karena misi ini menandai perjalanan manusia melintasi deep space dengan jarak yang belum pernah ditempuh misi berawak modern. Jarak lebih dari 380.000 kilometer dari Bumi membuat misi ini sejajar dengan capaian historis Apollo 8 pada 1968.

NASA menempatkan misi ini sebagai langkah penting sebelum pendaratan manusia kembali ke Bulan dalam program Artemis. Selama perjalanan, kru juga menjalankan tugas ilmiah dengan fokus pengamatan visual terhadap permukaan Bulan.

Pengamatan langsung itu memberi nilai tambahan bagi misi, karena astronaut dapat melihat fitur geologis Bulan tanpa bergantung sepenuhnya pada instrumen otomatis. Data dan pengalaman ini akan membantu NASA menyusun misi berawak berikutnya dengan tingkat kesiapan yang lebih tinggi.

Urutan pemulihan setelah splashdown

Sesudah kapsul menyentuh air, tim pemulihan langsung bergerak untuk mengamankan para astronaut. NASA dan Angkatan Laut AS menyiagakan kapal USS John P. Murtha, helikopter, dan perahu karet untuk mengevakuasi kru secepat mungkin.

Langkah pemulihan biasanya dilakukan secara bertahap untuk memastikan keselamatan awak dan kondisi kapsul. Prosedur ini juga membantu tim teknis mengevaluasi performa Orion setelah melewati fase paling kritis dalam penerbangan.

Jika Anda ingin mengikuti setiap detik momen pulang Artemis II, kanal YouTube NASA menjadi rujukan paling mudah diakses. Siaran langsung tersebut akan memperlihatkan saat-saat penting ketika Orion melewati atmosfer, membuka parasut, lalu mendarat kembali di laut dengan membawa empat astronaut ke Bumi.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id
Terkait