Iran membangun salah satu instalasi militer paling tertutup dan sulit dijangkau di kawasan Timur Tengah melalui Pangkalan Udara Oghab 44, yang juga dikenal sebagai Elang 44. Fasilitas ini berdiri di kedalaman Pegunungan Zagros dan dirancang sebagai benteng udara bawah tanah yang bisa melindungi armada tempur Iran dari serangan udara musuh, termasuk ancaman Amerika Serikat.
Keberadaan Oghab 44 menjadi sorotan karena lokasinya dekat dengan Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Dari posisi itu, Iran memiliki ruang manuver strategis untuk menjaga aset militernya sekaligus menempatkan kekuatan udara lebih dekat ke titik-titik konflik potensial di Teluk Persia.
Apa itu Oghab 44
Oghab 44 adalah pangkalan udara bawah tanah yang dibangun Iran di dalam kawasan pegunungan yang keras dan berbatu. Fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat persembunyian pesawat, tetapi juga sebagai pangkalan operasional penuh untuk mendukung kesiapan tempur Angkatan Udara Iran.
Dalam laporan yang dikutip dari Wionews dan dirilis pada 15 April 2026, fasilitas ini disebut berada ratusan meter di bawah permukaan gunung. Iran memadukan teknik penggalian tradisional yang terinspirasi dari sistem qanat dengan teknologi militer modern untuk membentuk kompleks yang sulit ditembus serangan udara.
Fasilitas yang disiapkan di dalam gunung
Kompleks Oghab 44 disebut memiliki infrastruktur yang jauh lebih lengkap dibandingkan depot senjata bawah tanah biasa. Di dalamnya terdapat pusat komando, depot bahan bakar, hanggar perawatan pesawat, hingga jalur terowongan panjang yang memungkinkan pesawat bergerak di area tertutup.
Berikut ringkasan fungsi utama yang dikaitkan dengan Oghab 44:
- Perlindungan pesawat tempur dari serangan udara langsung.
- Penyimpanan bahan bakar dan amunisi dalam ruang tertutup.
- Pemeliharaan pesawat di hanggar bawah tanah.
- Pusat komando yang mendukung koordinasi operasi udara.
- Jalur terowongan untuk mobilitas pesawat di dalam kompleks.
Video resmi dari media pemerintah Iran yang dirilis pada Februari 2023 sempat memperlihatkan kendaraan dan pesawat yang masuk melalui pintu anti-ledakan besar menuju area inti pangkalan. Rekaman itu memicu perhatian analis pertahanan Barat karena menunjukkan bahwa Iran tidak hanya membangun tempat penyimpanan, tetapi juga sistem operasi yang aktif.
Mengapa lokasinya dianggap penting
Provinsi Hormozgan, tempat pangkalan ini dilacak oleh analis sumber terbuka, berada sekitar 120 kilometer barat laut Bandar Abbas. Posisi itu membuat Oghab 44 berada tidak jauh dari Selat Hormuz, wilayah yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dari Teluk.
Kedekatan geografis itu memberi nilai strategis besar bagi Iran. Dalam situasi konflik, pesawat yang keluar dari pangkalan ini dapat bergerak cepat ke kawasan laut vital tanpa harus menempatkan alutsista di pangkalan terbuka yang rawan dihancurkan pada gelombang serangan pertama.
Mengapa Iran memilih fasilitas bawah tanah
Iran punya pengalaman panjang menghadapi ancaman serangan dari udara. Karena itu, Teheran menilai landasan pacu terbuka terlalu berisiko untuk menempatkan pesawat tempur bernilai tinggi, terutama jika lawan memiliki superioritas teknologi dan kemampuan intelijen satelit.
Pangkalan bawah tanah seperti Oghab 44 memberi tiga keuntungan utama. Pesawat bisa disembunyikan dari pengintaian, dipertahankan dari serangan presisi, dan tetap siap operasi meski situasi keamanan memburuk.
Struktur beton, pintu ledakan, dan lapisan pelindung di dalam kompleks juga dirancang untuk mengurangi dampak gelombang kejut. Dalam narasi resmi Iran, fasilitas seperti ini disiapkan agar dapat bertahan dari senjata konvensional, kimia, bahkan ancaman nuklir.
Kaitan dengan Su-35 Rusia
Salah satu alasan Oghab 44 menarik perhatian adalah kaitannya dengan jet tempur Su-35 buatan Rusia. Berdasarkan informasi yang beredar, Iran menyiapkan fasilitas ini untuk melindungi armada Su-35 yang akan memperkuat kemampuan tempurnya di masa depan.
Citra satelit yang dibaca oleh analis juga disebut memperlihatkan maket pesawat mirip Flanker Rusia di area perluasan pangkalan. Temuan itu memunculkan dugaan bahwa Oghab 44 memang disiapkan sebagai rumah aman untuk pesawat tempur generasi lebih modern yang ingin diproteksi dari serangan udara lawan.
Faktor Selat Hormuz dalam kalkulasi militer Iran
Selat Hormuz selalu menjadi titik sensitif dalam peta keamanan global. Jalur sempit ini menjadi urat nadi ekspor minyak dunia, sehingga setiap eskalasi di kawasan tersebut langsung berdampak pada pasar energi internasional dan kalkulasi militer negara-negara besar.
Dengan menempatkan pangkalan strategis di dekat jalur itu, Iran memperoleh kemampuan respons cepat. Jika konflik meningkat, armada udara yang beroperasi dari kedalaman gunung dapat bergerak untuk mencegat sasaran di laut atau memberi perlindungan terhadap aset Iran di kawasan pesisir.
Teknologi lama yang dimodernisasi
Iran kerap menonjolkan warisan teknik bawah tanah kuno yang disebut qanat sebagai bagian dari keunggulan rekayasa mereka. Sistem ini awalnya digunakan untuk menyalurkan air di wilayah kering Persia, tetapi pendekatan penggalian dan pemanfaatan ruang bawah tanah itu kini dikembangkan untuk kebutuhan militer.
Penggunaan pola tersebut menunjukkan bagaimana Iran menggabungkan pengetahuan lokal dengan kebutuhan pertahanan modern. Hasilnya adalah fasilitas yang tidak hanya tersembunyi, tetapi juga fungsional sebagai pangkalan operasional penuh.
Mengapa Oghab 44 menyita perhatian Barat
Bagi pengamat militer Barat, Oghab 44 menjadi simbol perubahan cara Iran membangun deterrence. Jika dulu perhatian lebih banyak tertuju pada silo rudal dan depot senjata tersembunyi, kali ini Iran menampilkan pangkalan udara bawah tanah yang bisa menghidupkan operasi tempur dari balik gunung.
Pendekatan itu membuat setiap rencana serangan terhadap Iran menjadi lebih rumit. Lawan tidak hanya harus menemukan lokasi target, tetapi juga harus menembus perlindungan alami Pegunungan Zagros dan struktur pertahanan berlapis yang ada di dalamnya.
Bahwa Oghab 44 muncul berdekatan dengan rencana penguatan armada udara dan isu pembelian jet tempur baru menunjukkan Iran ingin menjaga daya pukulnya tetap hidup di bawah tekanan sanksi dan ancaman regional. Dalam konteks itu, pangkalan ini bukan sekadar konstruksi militer, melainkan pernyataan bahwa Iran ingin tetap mampu bertahan dan membalas, terutama di kawasan yang paling sensitif seperti Selat Hormuz.
Source: www.suara.com