Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan harapan agar tim nasional Iran bisa datang ke Amerika Serikat untuk tampil di Piala Dunia FIFA 2026. Pernyataan itu disampaikan di tengah hubungan Washington dan Teheran yang masih tegang, namun rencana keikutsertaan Iran disebut tetap berjalan dalam pembahasan otoritas terkait.
Informasi ini muncul dari laporan Politico yang mengutip Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih, Andrew Giuliani. Ia mengatakan bahwa Trump telah mengundang tim Iran secara langsung untuk hadir di Amerika Serikat, dan pemerintah kini menyiapkan sejumlah langkah teknis terkait kedatangan mereka.
Rencana Kedatangan Iran ke Amerika Serikat
Giuliani menyebut pemerintah Amerika Serikat tidak ingin berandai-andai soal keputusan tim Iran, tetapi ia menegaskan adanya sinyal kuat dari Gedung Putih. Menurut dia, Trump telah menyampaikan undangan kepada Iran, sementara FIFA juga memberi gambaran bahwa tim tersebut akan tampil di turnamen itu.
"Saya tidak akan berbicara atas nama tim Iran, tetapi saya bisa mengatakan bahwa presiden, ketika saya berbicara dengannya, telah mengundang tim Iran ke sini," kata Giuliani kepada media pada Kamis, 16 April.
Ia juga menambahkan bahwa Presiden FIFA Gianni Infantino telah memberi pernyataan serupa. "Presiden FIFA juga menyampaikan pernyataan, saya pikir, kemarin, bahwa mereka akan datang. Jadi kami mengharapkan mereka hadir," ujarnya.
Iran Sudah Menyusun Agenda di AS
Dalam laporan yang sama, Iran disebut dijadwalkan tiba di Amerika Serikat pada 10 Juni 2026 untuk menjalani latihan di Tucson, Arizona. Setelah itu, tim Merah Putih Asia itu akan menuju Los Angeles untuk bertanding melawan Selandia Baru dan Belgia, lalu ke Seattle untuk menghadapi Mesir.
Rencana perjalanan itu menunjukkan bahwa federasi sepak bola dan panitia penyelenggara sudah mulai mengatur logistik tim, meski hubungan politik kedua negara belum sepenuhnya normal. Selain itu, kelompok kerja yang membahas Piala Dunia juga disebut mempertimbangkan laga persahabatan Iran melawan Puerto Riko sebelum turnamen dimulai.
Sinyal FIFA dan Posisi AS
Pemerintah AS tampak ingin memastikan tidak ada hambatan administratif bagi Iran untuk datang ke turnamen. Menurut Giuliani, pembahasan ini selaras dengan pernyataan FIFA yang memberi sinyal positif terhadap partisipasi Iran di Piala Dunia 2026.
Laporan CBS News pada Maret sebelumnya juga menyebut Trump telah memberi tahu perwakilan FIFA bahwa Iran akan diizinkan berpartisipasi dalam turnamen yang digelar di Amerika Serikat. Informasi itu memperkuat arah kebijakan bahwa unsur politik tidak akan menghalangi kehadiran timnas Iran di ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.
Piala Dunia 2026 dan Kepentingan Besarnya
Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi pertama dengan 48 tim peserta. Turnamen ini akan digelar bersama oleh Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, dengan jadwal pertandingan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
Bagi Amerika Serikat, kehadiran Iran bukan hanya soal kompetisi olahraga, tetapi juga ujian diplomasi di tengah situasi geopolitik yang masih sensitif. Di sisi lain, FIFA berkepentingan menjaga agar turnamen berjalan inklusif dan semua tim lolos ke panggung dunia tanpa gangguan politik yang berlebihan.
- Jumlah peserta Piala Dunia 2026: 48 tim.
- Tuan rumah bersama: Amerika Serikat, Meksiko, Kanada.
- Jadwal turnamen: 11 Juni sampai 19 Juli 2026.
- Rencana kedatangan Iran: 10 Juni 2026.
- Lokasi latihan awal Iran: Tucson, Arizona.
Di tengah persiapan itu, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana pemerintah AS akan mengatur kehadiran timnas Iran di wilayahnya, sekaligus memastikan seluruh rangkaian Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai jadwal. Bagi FIFA dan panitia, kelancaran partisipasi Iran akan menjadi salah satu indikator penting bahwa turnamen ini benar-benar mampu melampaui batas politik internasional.
Source: mediaindonesia.com






