Prins Harry Di Kyiv, Desak Putin Hentikan Perang Dan Tuntut Kepemimpinan AS

Pangeran Harry melakukan kunjungan tak diumumkan ke Kyiv dan menyerukan langsung kepada Presiden Rusia Vladimir Putin agar menghentikan perang. Seruan itu ia sampaikan setelah serangan udara besar Rusia ke Ukraina dan di tengah tekanan baru agar negara-negara Barat menunjukkan peran yang lebih tegas.

Dalam pidatonya di forum keamanan di Kyiv, Harry menegaskan bahwa tidak ada bangsa yang diuntungkan dari berlanjutnya korban jiwa. Ia mengatakan, “Masih ada waktu — sekarang — untuk menghentikan perang ini,” sambil meminta jalan yang dapat mencegah penderitaan lanjutan bagi warga Ukraina dan Rusia.

Seruan untuk Putin dan Washington

Harry tidak hanya menyasar Moskow, tetapi juga menyorot Washington. Ia meminta Amerika Serikat menunjukkan kepemimpinan untuk membantu mengakhiri konflik dan menegaskan pentingnya memenuhi kewajiban perjanjian internasional.

Ia menyebut ini sebagai “momen bagi kepemimpinan Amerika” dan menambahkan bahwa Eropa sudah menunjukkan dukungan yang kuat. Menurut Harry, tantangan berikutnya adalah menyelaraskan daya tahan dengan kecepatan, solidaritas dengan skala, serta komitmen dengan konsistensi.

Pesan dari seorang veteran militer

Sebagai veteran Angkatan Darat Inggris yang pernah bertugas di Afghanistan, Harry berbicara dengan nada yang lebih tajam daripada pernyataan anggota keluarga kerajaan Inggris pada umumnya. Tradisi keluarga kerajaan biasanya menghindari komentar politik, meski Raja Charles dan sejumlah bangsawan senior kerap menyatakan dukungan kepada Ukraina.

Harry mengatakan dirinya hadir bukan sebagai politisi, melainkan sebagai prajurit yang memahami arti pengabdian, sebagai kemanusiaan yang melihat langsung biaya manusia dari perang, dan sebagai teman Ukraina. Ia juga memperingatkan agar dunia tidak terbiasa dengan perang ini atau menjadi kebal terhadap dampaknya.

Apresiasi untuk ketahanan Ukraina

Dalam pidatonya yang mendapat tepuk tangan besar, Harry memuji keteguhan rakyat Ukraina. Ia juga menyoroti kemampuan inovatif militer Ukraina, termasuk pengembangan drone yang dinilai semakin maju dalam menghadapi serangan Rusia.

Kunjungan dua hari itu juga mencakup agenda lain yang berkaitan dengan kerja kemanusiaan dan pemulihan korban perang. Menurut ITV Inggris, Harry dijadwalkan mengunjungi badan amal penjinak ranjau HALO Trust, yang didukung mendiang ibunya Diana, Princess of Wales, serta bertemu peserta Ukraina dari Invictus Games Foundation yang ia dirikan untuk membantu veteran terluka pulih melalui olahraga.

Pernyataan Harry di Kyiv menambah sorotan internasional terhadap perang yang terus menimbulkan korban dan kerusakan di Ukraina. Seruannya menempatkan fokus pada tekanan diplomatik yang masih diperlukan agar konflik dapat diarahkan ke jalan berbeda.

Exit mobile version