Kim Tegaskan Dukungan untuk Kebijakan Rusia, Pyongyang Kian Erat di Tengah Perang Ukraina

Author: Qoo Media

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menyatakan negaranya akan terus mendukung kebijakan Rusia, menurut laporan media negara KCNA. Pernyataan itu muncul saat Kim membahas situasi politik internasional dengan Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov.

Laporan KCNA menyebut delegasi Rusia hadir dalam upacara penyelesaian memorial untuk menghormati tentara Korea Utara yang tewas saat bertempur di wilayah Kursk, Rusia. Wilayah itu menjadi lokasi serangan pasukan Ukraina pada 2024, sementara perang Rusia di Ukraina masih terus berlangsung sejak invasi besar-besaran Moskow pada Februari 2022.

Dukungan Pyongyang untuk Moskow

Kim menegaskan bahwa pemerintah Korea Utara akan terus memberikan dukungan penuh kepada kebijakan Rusia dalam mempertahankan kedaulatan, integritas wilayah, dan kepentingan keamanannya. Pernyataan itu disampaikan dalam rangkaian pertemuan yang memperlihatkan kedekatan politik kedua negara.

Menurut KCNA, Kim juga bertemu dengan Vyacheslav Volodin, ketua parlemen Rusia sekaligus sekutu dekat Presiden Vladimir Putin. Dalam pertemuan itu, keduanya kembali menegaskan niat untuk memperdalam hubungan bilateral sesuai dengan perjanjian kemitraan strategis komprehensif.

Peringatan bagi tentara yang gugur di Kursk

Upacara memorial yang dihadiri delegasi Rusia itu menjadi simbol terbaru dari penguatan hubungan militer dan politik Pyongyang-Moskow. Korea Utara disebut telah mengirim sekitar 14.000 tentara untuk membantu pasukan Rusia di Kursk setelah kedua negara menyepakati pakta pertahanan bersama.

Pejabat Korea Selatan, Ukraina, dan Barat menyebut lebih dari 6.000 tentara Korea Utara tewas dalam pertempuran tersebut. Kim sendiri disebut semakin sering menempatkan pasukan yang bertempur untuk Rusia sebagai lambang pengorbanan dan loyalitas melalui upacara negara dan proyek memorial.

Pesan dari Putin dan penegasan hubungan dua negara

KCNA juga melaporkan bahwa Putin mengirim surat pada kesempatan penyelesaian memorial itu. Dalam surat tersebut, Putin menyampaikan bahwa melalui upaya bersama, Rusia dan Korea Utara akan terus memperkuat kemitraan strategis komprehensif mereka.

Pada upacara itu, Kim menulis pesan tangan yang menyebut “jiwa-jiwa yang gugur akan hidup selamanya dengan kehormatan besar yang mereka bela.” Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana Pyongyang terus membangun narasi resmi tentang pengorbanan pasukannya di konflik yang berkaitan dengan Rusia.

Hubungan Korea Utara dan Rusia kini tidak hanya ditandai oleh kerja sama diplomatik, tetapi juga oleh dukungan militer dan penghormatan simbolik terhadap tentara yang terlibat dalam perang di Kursk. KCNA menggambarkan langkah-langkah itu sebagai bagian dari penguatan kemitraan strategis yang terus didorong oleh kedua pihak.

Terbaru