
Amerika Serikat akan menarik 5.000 tentara dari Jerman di tengah memanasnya hubungan antara Presiden Donald Trump dan Eropa soal perang Iran. Pentagon menyebut penarikan ini sebagai langkah yang akan mengubah kembali postur pasukan AS di Eropa mendekati tingkat sebelum 2022.
Keputusan itu muncul setelah Trump berselisih dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz. Merz sebelumnya mengatakan pada Senin bahwa Iran sedang mempermalukan AS dalam perundingan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung dua bulan itu.
Ketegangan diplomatik dan respons Pentagon
Seorang pejabat senior Pentagon yang tidak disebutkan namanya menilai pernyataan terbaru dari Jerman tidak pantas dan tidak membantu. Pejabat itu juga mengatakan Trump bereaksi dengan tepat terhadap komentar yang dinilai kontraproduktif tersebut.
Pentagon menyebut penarikan pasukan akan rampung dalam enam hingga 12 bulan ke depan. Menurut pejabat itu, langkah ini akan membawa jumlah pasukan AS di Eropa kembali mendekati level sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.
Dampak langsung di Jerman
Satu tim tempur brigade yang kini ditempatkan di Jerman akan dipindahkan keluar dari negara itu. Satu batalion tembakan jarak jauh yang sebelumnya direncanakan pemerintahan Joe Biden untuk mulai ditempatkan di Jerman pada akhir tahun ini juga tidak akan jadi dikerahkan.
Jerman adalah lokasi penempatan militer terbesar AS di Eropa dengan sekitar 35.000 personel aktif. Negara itu juga berfungsi sebagai pusat pelatihan penting bagi operasi militer Amerika di kawasan.
Latar belakang yang memperlebar jarak
Trump sebelumnya juga menyorot Jerman, meski ia juga keras mengkritik sekutu NATO lain yang tidak mengirim kapal perang untuk membantu membuka Selat Hormuz selama konflik. Jalur air itu merupakan titik sempit penting bagi pengiriman minyak global dan masih nyaris tertutup.
Penutupan itu memicu gejolak pasar dan gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada pasokan energi. Di sisi lain, Merz mengatakan warga Jerman dan Eropa tidak diajak berkonsultasi sebelum AS dan Israel mulai menyerang Iran pada 28 Februari.
Merz juga menyebut dirinya telah menyampaikan langsung keraguannya tentang konflik itu kepada Trump setelahnya. Seorang pejabat senior Pentagon menegaskan bahwa presiden sangat jelas menunjukkan frustrasinya terhadap retorika sekutu dan kegagalan mereka memberi dukungan bagi operasi AS yang juga menguntungkan mereka.









