Macron Bicara Dengan Presiden Iran Soal Hormuz, Jalur Laut Krusial Di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Presiden Prancis Emmanuel Macron kembali berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan menekankan pentingnya membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam percakapan itu, Macron juga mendorong Teheran untuk mempertimbangkan rencana Prancis dan Inggris membentuk misi internasional guna menyiapkan transit yang aman melalui selat strategis tersebut.

Langkah itu menempatkan Selat Hormuz kembali di pusat perhatian diplomatik, di tengah upaya meredakan ketegangan yang bisa berdampak pada arus pelayaran internasional. Macron mengatakan ia juga berencana membahas isu itu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Di platform X, Macron menyebut telah mengundang presiden Iran untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Pernyataan itu menunjukkan Paris masih berupaya menjaga saluran komunikasi dengan Teheran sambil mendorong mekanisme internasional yang lebih jelas untuk keamanan pelayaran.

Dari sisi Iran, kantor berita negara melaporkan bahwa Pezeshkian menegaskan kesiapan Iran menempuh jalur diplomatik secara serius untuk mengakhiri perang. Ia menyampaikan sikap itu dalam kerangka hukum internasional dan mengaitkannya dengan upaya mewujudkan hak-hak rakyat Iran.

Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa Pezeshkian menyoroti ketidakpercayaan Iran terhadap Amerika Serikat. Menurut laporan itu, ketidakpercayaan tersebut muncul akibat tindakan bermusuhan pihak Amerika, termasuk serangan terbaru terhadap Iran dua kali saat negosiasi berlangsung.

Exit mobile version