AS Lumpuhkan MT Hasna di Teluk Oman, Blokade Iran Masuk Fase Paling Tajam

Ketegangan di sekitar Selat Hormuz kembali meningkat setelah militer Amerika Serikat melumpuhkan kapal tanker berbendera Iran, M/T Hasna, yang disebut berupaya bersandar ke pelabuhan Iran di Teluk Oman. Insiden itu terjadi saat AS menegaskan blokade terhadap kapal-kapal yang bergerak menuju dan dari pelabuhan Iran masih berlaku penuh.

Komando Pusat AS atau Centcom menyebut operasi itu melibatkan jet tempur F/A-18 yang lepas landas dari kapal induk USS Abraham Lincoln. Pesawat tersebut melepaskan beberapa tembakan dari meriam 20 mm ke arah kemudi kapal setelah kru kapal mengabaikan peringatan untuk berhenti.

Kronologi di sekitar Selat Hormuz

Centcom menjelaskan bahwa M/T Hasna terdeteksi tengah bergerak ke pesisir Iran di sisi timur Selat Hormuz. Dalam keterangan resminya, kapal itu tidak sedang melintas di jalur perairan internasional, melainkan mencoba merapat ke pelabuhan Iran yang berada dalam larangan blokade.

Tindakan militer tersebut menambah tekanan di kawasan yang sejak lama sensitif secara keamanan. Selat Hormuz juga dikenal sebagai jalur penting bagi arus pasokan minyak dunia, sehingga setiap gangguan di wilayah ini kerap memicu perhatian internasional.

Blokade tetap diberlakukan penuh

AS menegaskan kebijakan blokade tidak mengalami perubahan meski ada upaya diplomatik yang sedang berjalan. Presiden Donald Trump disebut tetap bersikeras bahwa blokade laut tidak akan dicabut, walaupun ada pembahasan untuk meredakan ketegangan dengan Iran.

Situasi itu berlangsung di tengah negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang yang telah berlangsung selama dua bulan. Namun, langkah di laut menunjukkan Washington masih menempuh pendekatan tekanan sembari menjaga opsi diplomasi tetap terbuka.

Project Freedom ikut dihentikan

Sebagai bagian dari penguatan tekanan terhadap Iran, Trump pada Selasa (5/5) dilaporkan menangguhkan Project Freedom. Program itu sebelumnya dirancang untuk membantu dan mengawal kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Keputusan tersebut memperlihatkan perubahan pendekatan AS dalam mengamankan jalur pelayaran strategis itu. Alih-alih memberi pengawalan, kebijakan yang dijalankan justru menekankan penegakan blokade terhadap kapal yang bergerak ke arah pelabuhan Iran.

Belum ada respons resmi dari Iran

Hingga kini, Iran belum menyampaikan tanggapan resmi atas pelumpuhan M/T Hasna. Insiden ini menjadi eskalasi terbaru dalam konfrontasi maritim antara Washington dan Teheran yang kembali menyorot kawasan Teluk Oman.

Dengan status blokade yang disebut berlaku penuh, setiap pergerakan kapal menuju pelabuhan Iran berpotensi memicu respons militer lebih lanjut. Kondisi itu membuat Selat Hormuz tetap menjadi salah satu titik paling rawan dalam peta pelayaran global saat ini.

Source: mediaindonesia.com

Terkait